Current Issues

Think Before You Thank: Ingatkan Dampak Lingkungan Suka Kirim Email Gak Penting

Delima Pangaribuan

Posted on November 28th 2019

(Make Use Of)

Generasi Z hari gini masih sering cek email nggak, sih? Kalau anak kuliahan mungkin sering ya, buat kirim-kirim tugas atau ujian take home yang harus dikirim ke email dosen.

Nah, sebuah perusahaan energi di Inggris baru-baru ini mengeluarkan hasil studi terkait sama penggunaan email. Mereka bilang, banyak-banyak kirim email nggak bagus buat kuota, eh, buat lingkungan.

Kok bisa? Dikutip dari website resmi perusahaan, OVO Energy menemukan ada 64 juta lebih email nggak penting yang dikirimkan setiap hari. Karena perusahaannya ada di Inggris, studinya sih masih terbatas di Inggris saja. Dengan puluhan juta email yang terkirim itu, OVO Energy mencatat setidaknya 23.475 ton karbon dihasilkan dalam setahun.

Dari mana itu karbon ya?

Mike Berners-Lee --peneliti yang memimpin studi tersebut-- menulis artikel berjudul 'How Bad are Bananas: The Carbon Footprint of Everything'. Dalam tulisannya, Berners-Lee menjelaskan bahwa kegiatan mengetik email membutuhkan konsumsi listrik. "Ketika kita menekan 'kirim' (pada email), pesan itu masuk ke jaringan dan butuh listrik juga untuk mengirimkannya dalam jaringan itu. Pesan akan berakhir juga di penyimpanan entah di mana, dan pusat penyimpanan data itu juga menggunakan banyak listrik," jelasnya seperti dilansir The Guardian.

(Off The Shelf UK)

 

Yang bikin hal ini bahaya, lanjut Berners-Lee, adalah manusia tidak menyadari proses itu. Jadi, menganggap mengirim email nggak ada efeknya apa-apa pada kehidupan sekitar. "Kita tidak memikirkannya karena kita nggak melihat bentuk nyata seperti asap yang keluar dari komputer. Tapi jejak karbon dari IT itu besar dan semakin besar," lanjutnya.

Berners-Lee menegaskan, tanpa kita sadari, kemudahan yang kita nikmati lewat media sosial dan aplikasi untuk komunikasi instan punya dampak besar buat lingkungan. Itulah mengapa, dia menganjurkan agar orang nggak mengirimkan email kalau nggak penting-penting banget. Secara nggak langsung, hal ini juga berlaku untuk kegiatan kirim-mengirim dokumen lain. Misalnya transfer data lewat medsos atau chatting apps.

OVO Energy lantas bikin kampanye bertajuk "Think Before You Thank". Alias, berpikirlah sebelum berterima kasih. Data yang dihimpun OVO Energy, setidaknya ada sepuluh jenis pesan nggak penting yang paling berkontribusi menghasilkan karbon. Antara lain ucapan terima kasih, selamat berakhir pekan, pesan sudah diterima, selamat malam, dan LOL.

"Kami ingin menunjukkan pada orang-orang bahwa tindakan sekecil apa pun bisa menghasilkan efek karbon yang buruk, bahkan yang se-simple e-mail. Kita harus mengubah perilaku kita dalam setiap level, dan membantu orang-orang memulai dengan langkah kecil untuk menyelamatkan lingkungan," papar Katie Russel, Kepala Pusat Data dan Analisis OVO Energy. Tuh, kalau isinya cuma buat guyonan atau hal-hal nggak penting, mending ditahan deh jarinya buat kirim email. (*)

 
Related Articles
Interest
Usir Kebosananmu dengan Pakai Stiker Baru Instagram 'Thank You Hour'

Interest
Ini Loh yang Terjadi Kalau Kamu Selalu Ucapkan Tolong, Maaf, dan Terima Kasih

Current Issues
Kisah di Balik Gaun Hitam Legendaris Audrey Hepburn