Current Issues

Ini 3 Cara Ampuh untuk Stop Menunda-nunda Pekerjaan

Vita Kartika

Posted on November 28th 2019

Tenggelam di lautan tugas... (Pexels)

Siapa di sini yang suka nunda-nunda pekerjaan, angkat tangan! Hehe. Mainmain.id yakin deh pasti banyak. Padahal kamu sudah paham banget rasanya gimana ngerjakan tugas mepet deadline. Proses pengerjaannya bikin stres. Serba terburu-buru, panik, dan hasil akhirnya pun seringkali kurang memuaskan. Anehnya, kalau ada tugas lagi, kamu tetep bakal procrastinate lagi.

Tenang, tim mainmain.id sudah merangkum beberapa tips agar kamu bisa step by step melepaskan diri dari kebiasan menunda-nundamu ini. Yuk disimak dulu!

Minimalkan Distraksi

Kalau lagi ngerjakan tugas, jangan disambi hp-an, ya! (foto:Pexels)

Hayo ngaku, siapa yang biasanya masih marathon drama Korea padahal deadline sudah di depan mata? “Satu episode lagi deh…”, tahu-tahu sudah tengah malam dan deadline-mu besok pagi.

Ada notifikasi masuk dari Instagram, tahu-tahu kamu sudah scrolling feed sampai dua jam. Sudah niat banget mau mengerjakan, cari referensi di google dan tiba-tiba sudah ada puluhan tabs terbuka, terus jadinya malah beban sendiri dan demotivated. Huhu, terus harus gimana?

Selingan-selingan yang cukup mengganggu ini sebenarnya bisa kamu minimalkan kok, asalkan kamu mau berkomitmen. Misalnya, ketika mencari referensi, kamu bisa baca dulu satu artikel sampai selesai sebelum kamu membuka situs lain.

Cara lainnya, sebelum belajar kamu bisa pasang airplane mode dan timer selama 30 menit. Maksimalkan setengah jam itu untuk mengerjakan tugas, lalu ketika timer-mu sudah berbunyi, kamu bisa pasang timer lagi selama 10 menit untuk kamu mengecek notifikasi di handphone.

Atau, kamu bisa pakai sistem reward. Misalnya, kalau kamu berhasil menyelesaikan 50 persen dari tugasmu, kamu boleh nonton 1 episode serial yang kamu inginkan. The key is to focus!


Bikin Poin To Do List

Bingung bagaimana memulainya? (foto:Pexels)

Pernah nggak, kamu menganggap tugasmu susah banget padahal kamu bahkan belum memulai? Lalu karena kamu bingung bagaimana cara memulainya, kamu merasa lebih baik menunda dan mengerjakan nanti saja kalau sudah mood. Jangan menyerah sebelum berjuang, dong!

Daripada kamu stres sendiri padahal belum memulai, lebih baik kamu petakan tugasmu menjadi poin-poin to do list. Misal nih, tugasmu adalah membuat esai 500 kata. Kamu bisa mulai dengan memikirkan apa sub topik yang mau kamu bahas. Atau apa kesimpulan yang mau kamu sampaikan.

Berangkat dari sana, kamu bisa bikin mind-map tentang poin-poin apa yang dibahas. Nah, poin-poin inilah yang nantinya akan jadi masing-masing inti paragraf. Kalau deadline-nya minggu depan, kamu bisa mencicil dua paragraf dalam sehari, misalnya. A big task can seem impossible, but try break it down and they will become possible!


Just do it!

Chin up and let's finish the task! (foto:theodysseyonline.com)

Penyakit terbesar dari si procrastinator adalah merasa lebih baik menunda tapi langsung selesai dalam sekali waktu, daripada buntu ketika mengerjakan. Jangan kayak gini, ya! Ingat, every progress is a progress.

Ada alasannya, lho, kenapa tugasmu itu deadline-nya ada yang satu minggu, tapi ada juga yang satu bulan. Ya karena, gurumu sudah paham kalau itulah waktu yang kurang lebih kamu butuhkan agar tugasmu bisa selesai dengan maksimal.

Kamu kira-kira saja, deh, lebih bagus hasil yang kamu selesaikan dalam waktu seminggu, atau semalam? Paling tidak, ketika kamu mencicil pekerjaanmu, kamu punya waktu untuk mengedit untuk menyempurnakan hasilnya. Sedangkan kalau kamu ngerjainnya buru-buru, pasti hasilnya juga akan seadanya. So, what are you waiting for? Just do it!


Related Articles
Current Issues
Lagi Ujian? Yuk Simak Tips Menghafal Berikut!

Current Issues
Susah Ngatur Waktu? Coba Deh Teknik Block Scheduling yang Dipakai Bill Gates!

Current Issues
Agar Kenyang Selama Puasa, Siapkan Karbohidrat Kompleks Saat Sahur