Interest

Banyuwangi Tak Melulu Kawah Ijen, 5 Destinasi ini Juga Wajib Masuk Bucketlist-mu

Insani U.J

Posted on December 5th 2019

Kata orang "belum ke Banyuwangi kalau belum ke Kawah Ijen", ah apa iya? Padahal Banyuwangi menawarkan limpahan wisata alam yang belum 'dimodifikasi' tangan-tangan manusia loh. Dan kerennya minta ampunnn. Nah ini ada 5 wisata alam di Banyuwangi yang wajib masuk bucketlist kamu kalau menginjakkan kaki ke Bumi Blambangan. Terlebih cocok buat kamu yang gak tahan suhu 9 derajatnya Kawah Ijen.

 

1. Penangkaran Penyu Sukamade Taman Nasional Meru Betiri

Ingin lebih dekat dengan penyu dan menjelajah pantai di bawah sinar bulan? Maka Pantai Sukamade jawabannya. Sukamade menawarkan wisata alam sekaligus edukasi. Kamu bakal punya pengalaman "jelajah malam" juga.

Pada malam hari kamu bisa menyusuri hutan sepanjang 700 meter sebelum menuju pantai. Setelah itu, kamu siap bertemu ibu penyu yang akan bertelur di pasir pantai.

Tak boleh ada sinar sama sekali, selagi menunggu ibu penyu datang, atau sang ibu penyu akan langsung putar balik kalau tahu ada cahaya di wilayah dia ingin bertelur.



Setelah melihat di depan mata proses ibu penyu bertelur, besok paginya kamu akan kembali ke pantai untuk melepas bayi-bayi penyu yang disebut tukik.

Ada tempat penetasan juga, sebutannya "hatchery" di mana telur-telur penyu dipendam. Ranger, petugas di sana, yang akan menjelaskan siklus hidup penyu ke para pengunjung.

 

2. Teluk Hijau


Setelah semalaman menghabiskan waktu bersama para bayi penyu dan melewati batu-batu terjal sepanjang jalan, ini saat yang pas untuk memanjakan diri dan berjemur di Teluk Hijau atau Teluk Ijo. Kalau bule menyebutnya pantai ini: Green Bay.

Sebenarnya kamu sudah melewati pantai ini ketika kamu menuju Sukamade. Tapi simpan saja ya untuk hadiah kepulangan. Lokasinya sekitar 15 km sebelum Sukamade, pasir putih dan laut hijau yang masih jernih, sungguh disayangkan kalau dilewatkan.

Jika diamati, garis pantai Teluk Hijau melengkung bak efek fish eye lensa kamera. Di pojokan pantai, terdapat aliran air terjun seolah menjadi jawaban untuk 'mandi gratis' setelah tubuh penuh pasir.

 

3. Taman Nasional Baluran

Adalah solusi termurah (dan pastinya tercepat) bila kalian ingin merasakan atmosfer Afrika. Yup, datanglah ke Taman Nasional Baluran. Kawasan konservasi seluas 25.000 hektare ini memang dikhususkan untuk melindungi ekosistem flora dan fauna.

Hamparan padang rumput sejauh mata memandang menjadi pilihan tepat untuk melepas penat. Tak jauh berbeda dengan Sukamade, kondisi jalan menuju Taman Nasional Baluran juga terjal dan memacu adrenalin. Predikat "taman nasional" membuat jalanannya memang tak boleh diaspal. Kalau kamu sudah sampai sini, jangan kaget bila sedang asyik melihat kiri-kanan, tiba-tiba rusa menyebrang.

 

4. Alas Purwo

Warga lokal menyebutnya demikian bukan tanpa alasan. Bagi mereka ini hutan tertua di Pulau Jawa. Itulah mengapa "alas purwo", alas berarti hutan dan purwo berarti permulaan.

Meski cocok untuk penggemar horor, lantaran tempat ini dipercaya keramat dan angker, namun bukan itu suguhan utama Alas Purwo. Fungsinya tak jauh berbeda dengan Taman Nasional Baluran, sama-sama untuk melindungi flora dan fauna tetapi Alas Purwo menawarkan keasrian pohon-pohonnya yang lebat.

Catatan terakhir mengatakan, 584 jenis tumbuhan, 31 jenis mamalia, dan 236 jenis burung darat dan burung air hidup berdampingan di kawasan ini.

 

5. Pantai G-Land atau Pelengkung

Kalau di Teluk Ijo kamu melepas penat, bisa jadi di sini kamu malah mengundang penat. Lho? Iya, karena ini pantai yang pas buat olahraga selancar. Favoritnya para peselancar deh!

Dia juga masih di kawasan Alas Purwo, ombak besar yang muncul di pantai ini karena tepat berhadapan dengan Samudera Hindia. Ombaknya bisa sampai menggulung membentuk tabung dan memiliki formasi bersusun. Untuk wahana berselancar, ombak di pantai ini dibagi menjadi 3 tingkatan:

- Kong Waves (tinggi ombak mencapai 6-8 meter)

- Speedis Waves (5-6 m)

- Many Track Waves (3-4 m). Ombak tingkat terakhir ini biasanya digunakan para peselancar pemula.

Ingin lebih dekat dengan penyu dan menjelajah pantai di bawah sinar bulan? Maka Pantai Sukamade jawabannya. Sukamade menawarkan wisata alam sekaligus edukasi. Kamu bakal punya pengalaman "jelajah malam" juga.

Foto: Insani U.J for mainmain.id

Pada malam hari kamu bisa menyusuri hutan sepanjang 700 meter sebelum menuju pantai. Setelah itu, kamu siap bertemu ibu penyu yang akan bertelur di pasir pantai.

Tak boleh ada sinar sama sekali, selagi menunggu ibu penyu datang, atau sang ibu penyu akan langsung putar balik kalau tahu ada cahaya di wilayah dia ingin bertelur.

Foto: Insani U.J for mainmain.id



Setelah melihat di depan mata proses ibu penyu bertelur, besok paginya kamu akan kembali ke pantai untuk melepas bayi-bayi penyu yang disebut tukik.

Ada tempat penetasan juga, sebutannya "hatchery" di mana telur-telur penyu dipendam. Ranger, petugas di sana, yang akan menjelaskan siklus hidup penyu ke para pengunjung.

 

2. Teluk Hijau

Adalah solusi termurah (dan pastinya tercepat) bila kalian ingin merasakan atmosfer Afrika. Yup, datanglah ke Taman Nasional Baluran. Kawasan konservasi seluas 25.000 hektare ini memang dikhususkan untuk melindungi ekosistem flora dan fauna.

Hamparan padang rumput sejauh mata memandang menjadi pilihan tepat untuk melepas penat. Tak jauh berbeda dengan Sukamade, kondisi jalan menuju Taman Nasional Baluran juga terjal dan memacu adrenalin. Predikat "taman nasional" membuat jalanannya memang tak boleh diaspal. Kalau kamu sudah sampai sini, jangan kaget bila sedang asyik melihat kiri-kanan, tiba-tiba rusa menyebrang.

 

4. Alas Purwo

Warga lokal menyebutnya demikian bukan tanpa alasan. Bagi mereka ini hutan tertua di Pulau Jawa. Itulah mengapa "alas purwo", alas berarti hutan dan purwo berarti permulaan.

Meski cocok untuk penggemar horor, lantaran tempat ini dipercaya keramat dan angker, namun bukan itu suguhan utama Alas Purwo. Fungsinya tak jauh berbeda dengan Taman Nasional Baluran, sama-sama untuk melindungi flora dan fauna tetapi Alas Purwo menawarkan keasrian pohon-pohonnya yang lebat.

Catatan terakhir mengatakan, 584 jenis tumbuhan, 31 jenis mamalia, dan 236 jenis burung darat dan burung air hidup berdampingan di kawasan ini.

 

5. Pantai G-Land atau Pelengkung

Kalau di Teluk Ijo kamu melepas penat, bisa jadi di sini kamu malah mengundang penat. Lho? Iya, karena ini pantai yang pas buat olahraga selancar. Favoritnya para peselancar deh!

Dia juga masih di kawasan Alas Purwo, ombak besar yang muncul di pantai ini karena tepat berhadapan dengan Samudera Hindia. Ombaknya bisa sampai menggulung membentuk tabung dan memiliki formasi bersusun. Untuk wahana berselancar, ombak di pantai ini dibagi menjadi 3 tingkatan:

- Kong Waves (tinggi ombak mencapai 6-8 meter)

- Speedis Waves (5-6 m)

- Many Track Waves (3-4 m). Ombak tingkat terakhir ini biasanya digunakan para peselancar pemula.

Jadi bagaimana, kalian sudah mantap akan menghabiskan liburan ke Banyuwangi? Jangan lupa kalau liburan bagikan cerita kalian ke mainmain.id ya. Seluruh cerita kalian pasti akan ditayangkan. Yang terbaik bakal dapat hadiah. Seru kan?(*)
Related Articles
Interest
Jangan Travelling sebelum Kamu Install 6 Aplikasi ini

Interest
Taman Nasional Lorentz Jadi Google Doodle, Ini yang Wajib Kalian Tahu!

Interest
Akibat Coronavirus, 40 Ribu Pesanan Hotel di Bali Dibatalkan