Current Issues

Kamu Suka Main ke Alam? Coba Lakukan Forest Bathing, Apa sih itu?

Vita Kartika

Posted on November 28th 2019

Kapan terakhir kali kamu escape ke nature? (Pexels)

Ada yang suka naik gunung. Ada yang hobi nyemplung ke air terjun. Ada yang girang kalau diajak kemah di hutan. Ada juga yang dikit-dikit vitamin sea. Nah, kalau kamu termasuk yang mana, nih?

Kadang bahkan beberapa orang lihat bunga bermekaran aja rasanya sudah seneng banget. Hmm, kenapa, sih, kita selalu tertarik dengan alam dan segala sesuatu yang nature? Hal ini bukan tanpa alasan, lho.

Dilansir dari Psychology Today, ketertarikan terhadap alam bisa dipahami sebagai Forest Bathing, atau Shinrin Yoku yang berasal dari Jepang. Kegiatan yang katanya bisa memberi efek terapi ini bahkan sudah marak disosialisasikan ke seluruh dunia.

Forest Bathing sendiri artinya bukan cuma jalan-jalan ke alam, ya. Tapi lebih daripada itu, kita diajak untuk mengasah hubungan kita dengan alam dan kepekaan kita dengan sekeliling.

Terus, memang apa bedanya Forest Bathing dengan liburan biasa?

Ketika melakukan Forest Bathing, kamu dianjurkan untuk melepas segala distraksi. Yup, tanpa handphone, tanpa kamera, pokoknya cuma dirimu, dan alam di sekelilingmu.

Wah, memangnya bisa? Sadar nggak sih, kita terlalu sering sibuk sendiri buat update story, cari angle yang oke, cari spot yang nggak ada noise, bingung memilih filter, sampai-sampai kita lupa mengamati sekeliling dan melihat betapa indahnya pemandangan di sekitar kita.

(Pexels)

Nah, Forest Bathing ini mengajak kita berhenti sejenak dari rutinitas, dari teknologi, dan benar-benar menikmati apa yang ada di sekeliling kita. Rasakan pasir di kakimu, angin yang membelai rambutmu, suara debur ombak, gemercik air terjun, kicauan burung, bunga-bunga yang mekar dan kuncup di pegunungan, sinar matahari yang menghangatkan, dan lain-lain.

Forest Bathing adalah latihan untuk lebih mengenal indera-indera kita dan bagaimana kita berkontak dengan sekeliling. Apa yang kamu lihat? Apa yang kamu dengar? Apa yang kamu rasakan? Apa yang mau kamu sampaikan kepada alam? Apakah kamu berterima kasih karena mereka sudah selalu menjagamu dan memenuhi kebutuhan hidupmu?

(Pexels) 

Semua orang bisa kok, melakukan Forest Bathing. Awalnya mungkin akan awkward, karena kita sudah terbiasa take things for granted. Tapi, kalau kamu sudah mulai mencoba, lama-kelamaan kamu akan rileks dan mulai merasakan manfaatnya.

Forest Bathing sendiri sebaiknya dilakukan secara rutin, kira-kira sebulan sekali atau dua kali. Waduh, tapi kan liburan jarang-jarang? Nggak perlu muluk-muluk. Kamu bisa kok Forest Bathing di tempat-tempat sekitarmu, seperti di taman kota atau bahkan kebunmu sendiri. Coba pilih waktu yang sekiranya paling sepi, terus jangan lupa matikan handphone dan distraksi lain, ya! Happy Forest Bathing!

Related Articles
Interest
Kabar Buruk: Ada Kemungkinan Harga Tiket Disneyland Naik

Interest
Semarang Terpilih sebagai Destinasi Wisata Terbersih di Asia Tenggara

Interest
Rencana Berlibur ke Pantai? Jangan Lupa Pakai 6 Skincare Ramah Kantong ini!