Sport

Diduga Seenaknya Menggaji Atletnya, Tim Esports Ini Diblokir oleh Riot Games

Drian Bintang

Posted on November 27th 2019

Riot Games ban CEO Mega Esports untuk mengikuti pertandingan hinga 2022 mendatang. (Gamebrott)

Bagi kalian yang suka melihat streaming permainan time sports yang ada di Asia Tenggara. Pasti sudah akrab dengan permainan Mega Esports. Ya, tim yang sering menjuarai beberapa pertandingan itu baru saja mendapatkan pemblokiran dari Riot Games. Loh kok? Apa ya penyebabnya nih?

Ternyata pemblokiran itu karena Mega Esports diduga tidak membayar atletnya sesuai dengan perjanjian.

Sebagaimana diketahui, Riot Games merupakan developer game ternama. Salah satu game yang mereka produksi dan berhasil menjadi platform pertandingan esports adalah League of Legends (LoL). Sudah banyak pertandingan LoL yang diselenggarakan Riot Games. Baik itu berbasis lokal, maupun internasional.

Baru-baru ini Riot mengeluarkan sebuah pernyataan bahwa mereka akan memblokir CEO Mega Esports, Arnold Tandra. Pemilik dari tim asal Thailand itu tidak bisa mendaftarkan timnya setiap kali ada pertandingan League of Legends. Pemblokiran tersebut dimulai sejak tahun ini, hingga 2022 mendatang. Pemblokiran dilakukan kepada semua tim, posisi, dan role yang ada.

Divisi League of Legends yang ada di Mega Esports kini tidak bisa bermain sampai 2022. (Inven Global)

Keputusan ini dibuat oleh Riot setelah mereka melakukan pengecekan kepada pemain yang sering terdaftar di pertandingan mereka. Ternyata, selama ini ada satu tim yang tidak menaati peraturan sebagaimana mestinya.

Riot memang memiliki peraturan yang cukup spesifik. Mereka ingin menciptakan lingkungan bermain game yang sehat. Caranya adalah dengan memastikan semua perusahaan pemilik time esports membayar setiap atletnya sebagaimana mestinya. 

Nah, setelah melakukan sekian macam pengecekan, Riot berhasil menemukan bahwa ada satu tim yang tidak memenuhi aturan tersebut. Tim itu adalah Mega Esports. Mega Esports diduga telah menggaji atletnya rendah. Mereka tidak diberikan gaji sesuai dengan apa yang disetujui di kontrak.

Di kalangan tim profesional, Mega Esports sendiri merupakan tim yang cukup ditakuti. Terutama di pertandingan esports yang berbasis di Asia Tenggara. Tidak memandang dari divisi game mana mereka berasal, atlet-atlet Mega Esports memang selalu menunjukan kebolehannya.

Dilansir dari IGN, hal semacam ini sebenarnya kerap terjadi pada atlet esports. Terutama di tim-tim Asia Tenggara. Kerap kali pemilik tim esports masih semena-mena dalam menggaji atletnya. Itu semua terjadi karena belum ada peraturan yang benar-benar bisa dijalankan oleh tim-tim esports. Nah, Riot coba memperbaiki keadaan ini melalui kebijakan tim yang bermasalah dengan penggajian atletnya.(*)

Related Articles
Interest
Riot Games Siapkan Game Baru Lewat Proyek Riot Forge

Sport
Philadelphia Fusion Siapkan Arena Esports Terbesar, Lebih Mahal dari GBT

Sport
Ngerasa Jago Mobile Legend? Siap-siap Mengikuti Piala Presiden Esports 2019