Sport

Atlet Esports Tekken 7 Malaysia ini Latihan 4 Jam Sehari demi SEA Games

Drian Bintang

Posted on November 23rd 2019

Rahim (kiri) dan Zarif atlit Tekken 7 perwakilan Malaysia. (Lowyat) 

Perhelatan SEA Games tinggal menghitung hari. Semua atlet yang mewakili negaranya melakukan persiapan demi menggondol emas di setiap cabang olahraganya (cabor) masing-masing. Tak luput di antaranya, atlet esports cabor Tekken 7 asal Malaysia. Setiap hari mereka berlatih 4 jam sehari dalam mempersiapkan pertandingan.

Perwakilan Malaysia tersebut, adalah Zarif ‘Zaba’ Aiman, dan Abdul ‘Fate Q’ Rahim. Keduanya, merupakan perwakilan dari Kuala Lumpur, dan Penang, Malaysia. Sejak kecil mereka sudah menggemari game ber-genre arcade tersebut.

Karier keduanya sebagai pemain esports cabang Tekken pun bisa dibilang sudah cukup lama. Rahim sendiri, sudah bermain Tekken 7 secara profesional selama 11 tahun terakhir. Sedangkan Zarif, sudah memulai kariernya ketika masih berumur 13 tahun.

Saat ini, keduanya menghabiskan waktunya di boot camp yang dibangun oleh Menteri Pemuda dan Keolahragaan (Menpora) Malaysia. Keduanya dibimbing oleh salah satu tim esports kenamaan asal Malaysia pula, Orange Esports. Lokasinya, berada di kawasan Wangsa Maju, Kuala Lumpur, Malaysia.

Tidak hanya menghabiskan waktu seharian di boot camp. Keduanya juga kadang diajak untuk ikut dalam gathering komunitas penggemar game Tekken yang ada di Kuala Lumpur. Ini dilakukan, tidak lain adalah untuk terus memotivasi Zarif dan Rahim. Juga sebagai salah satu ajang untuk melakukan tukar pendapat termasuk mencari tahu cara-cara yang mudah dalam mengalahkan lawan.

Keduanya berlatih 9 jam perhari, di boot camp yang disediakan oleh Orange Esports. (Lowyat)

 

Sehari-hari, keduanya berlatih dengan cara melawan antara satu sama lain. Strategi ini, dilakukan agar antara Zarif dan Rahim pun mengetahui kekuatan dan kelemahan antara satu sama lain. Sehingga, masing-masing dari mereka bisa memberikan saran. Apa yang bisa rekannya lakukan untuk memperbaiki  hal tersebut.

Ini juga bisa digunakan oleh pelatih mereka, Ahmad Tarmizi Mohammad, dalam mencari strategi terbaik dan tercepat dalam mengalahkan lawan. Dalam sehari, latihan tersebut biasanya berlangsung selama 4 jam.

Seusai latihan, keduanya tetap bermain Tekken 7 dengan menggunakan karakter selain andalan mereka. Ini dilakukan selama 5 jam. Tujuannya, untuk membuat mereka semakin terbiasa dengan semua karakter. Jika nanti ada kesempatan mereka tidak bisa memilih karakter andalan, atau ada sistem banned seperti yang ada di Mobile Legends: Bang-Bang.

Seperti yang dilansir di Lowyat, Zarif curhat tentang apa yang selama ini terus membuatnya bersemangat. Menurutnya, kedua orang tuanya lah yang menjadi satu-satunya pembakar semangatnya hingga bisa terus berlaga sampai saat ini. Tidak hanya itu, saudara-saudaranya dulu, juga cukup kompetitif kalau urusan bertarung di game Tekken. Jadi, hal tersebut bisa dijadikan sebagai ajang latihan secara tidak langsung.


Rahim dan Zafir siap berlaga di SEA Games 2019 30 November mendatang. (Lowyat)

Sedangkan Rahim, motivasinya datang dari ibunya. Dia adalah seorang pensiunan guru agama. Menurutnya, perjalanan dari Penang dan Kuala Lumpur, merupakan hal yang cukup menantang. Mungkin, karena ini merupakan pengalaman pertamanya. Yang pasti, Rahim melakukan semua ini tidak lain juga karena nasionalismenya yang tinggi sebagai warga Malaysia.

Tidak hanya Tekken 7 yang akan dipertandingkan di SEA Games 2019 ini. Dari esports, ada beberapa cabor yang dilagakan di Manila, Filipina pada 30 November mendatang. Beberapa di antaranya adalah, Dota 2, Arena of Valor, Starcraft II, Mobile Legends: Bang-Bang, dan terakhir Tekken 7. (*)

Related Articles
Sport
Timnas Mobile Legends dan Tekken 7 Raih Medali Perak di Uji Coba SEA Games

Sport
Timnas Mobile Legends Indonesia Berikan Dua Kemenangan di Hari Pertama SEA Games

Sport
Thailand Raih Emas Kedua SEA Games 2019, Filipina Sudah Ketiga