Current Issues

Hasil Studi ini Mengatakan Milenial Lebih Cepat Mati, Kenapa ya?

Regina

Posted on November 20th 2019

(Local 21)

Menjadi generasi milenial ternyata tidak seenak yang dikatakan. Hidup milenial lebih keras dan lebih tidak bahagia dari generasi terdahulu. Ada penelitian dari Lhasa OMS yang mengatakan bahwa hidup para milenial lebih terpuruk.

Generasi yang lahir di antara 1981 sampai 1996 ini ternyata punya ‘tabungan’ masalah di masa depan. Nah, salah satunya masalah kesehatan. Kecenderungan pola hidup milenial yang tidak sehat ini membuat hidup mereka terancam.

Ada penelitan dari suatu organisasi asuransi Amerika Serikat, Blue Cross Blue Shield, tentang hidup ala milenial. Mereka mengukur pola hidup negatif para milenial yang substansial. Prediksi itu mengatakan bahwa milenial terancam mati lebih cepat karena isu kesehatan dan biaya berobat yang akan naik 10 tahun ke depan.

(Forbes)

Secara umum generasi milenial cenderung banyak menghabiskan uang untuk hal yang tidak penting. Kesadaran akan masa depan yang rendah ini juga memperburuk mereka dalam mengelola keuangan. Padahal menurut studi, harga biaya berobat bisa naik 33 persen. Bagaimana milenial bisa membiayai itu semua jika tidak punya perencanan matang?

Masalah kesehatan fisik yang nantinya akan dihadapi para generasi milenial seperti kolesterol tinggi, hipertensi, dan lainnya ini bukanlah menjadi masalah kesehatan yang utama. Generasi milenial dan Gen-X sekarang punya ‘penyakit baru’, yakni buruknya kesehatan mental. Seperti depresi, tingkat kecemasan yang tinggi, dan lainnya ini justru kian memperburuk keadaan mereka.

Bahkan berdasarkan laporan Blue Cross Blue Shield yang dilansir oleh Local 21, kelompok usia 30 tahun mengalami peningkatkan tingkat depresi sebesar 30 persen.

Bagi para milenial, kesehatan fisik memang penting, tapi yang diutamakan ialah kesehatan mental. Sebab jika mereka sakit mental ini yang membunuh secara perlahan. Misalkan berdampak para produktifitas bekerja yang menurun, sehingga peforma menurun, cenderung lebih stres dan burnout.

Penelitian pun juga mengatakan biaya untuk sehat secara mental ini lebih mahal ketimbang sakit fisik. Ini juga yang ‘menguras’ keuangan mereka. Ditambah biaya hidup yang ke depanya makin besar, dan ketidaksiapan para milenial dalam menghadapi masalah itu yang membunuh mereka secara perlahan.

Nah, bagaimana dengan perencanaan hidup kalian? (*) 

Related Articles
Current Issues
Kenapa Orang Narsis Rentan Depresi?

Opinion
7 Kebiasaan Baru Milenial dan Generasi Z Gara-gara Coronavirus

Current Issues
Menilik Cara Steve Jobs, Brad Pitt hingga Mark Ruffalo Melawan Gangguan Mental