Current Issues

Kenapa Kita Mencari Makanan Manis Kalau Sedang Sedih?

Vita Kartika

Posted on November 20th 2019

(Genesis Medical Scheme)

Pernahkah kamu merasa sangat sedih karena habis putus dengan pacar, lalu ingin menangis semalaman sambil makan es krim dan cokelat? Atau merasa sangat kecewa karena nilai ulanganmu jeblok, lalu tahu-tahu sudah memesan fried chicken dan french fries dari gerai fastfood favoritmu?

Yap, perasaan sedih dan makanan memang sudah seperti sahabat yang tak terpisahkan. Nyatanya, makan bukan cuma kegiatan biologis untuk memenuhi asupan harian saja. Jenis makanan yang kita pilih dan sukai ternyata berkaitan erat dengan suasana hati, lho.

Dikutip dari Alodokter, hal ini dikenal sebagai lapar fisik dan lapar psikologis. Pada lapar fisik, ada tanda-tanda fisik yang kamu rasakan, seperti perut keroncongan. Jika sudah makan, rasa lapar tentu hilang. Berbeda dengan lapar psikologis. Pada kondisi ini, kamu sebenarnya tidak benar-benar lapar. Kamu hanya memiliki nafsu untuk makan makanan tertentu karena kamu sedang sedih, stres, atau banyak tekanan.

(We Heart It)

Coba ingat-ingat, deh, kalau sedang down seperti ini, kamu lebih sering ingin makan cokelat atau buah? Ini yang disebut sebagai comfort food, atau makanan yang kita konsumsi untuk menghibur diri, mengalihkan perhatian dari masalah, sekaligus memuaskan rasa lapar psikologis kita. Dikutip dari National Geographic, secara ilmiah, asupan gula memang dapat merangsang pelepasan hormon dopamin dan serotonin yang memiliki efek menenangkan.

Sesekali, comfort food memang menimbulkan kesan seolah dapat mengatasi kesedihan yang kita rasakan. Tapi jika terlalu sering, escape dengan comfort food juga tidak baik, lho. Cokelat mungkin terasa enak ketika kita sedang memakannya, tapi satu atau dua jam kemudian, bisa jadi kita malah merasa semakin sedih dan tidak enak badan. Belum lagi efek-efek tidak sehat yang bisa terjadi pada tubuh kita bila terlalu sering mengkonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.

 

Fastfood, salah satu jenis comfort food paling populer di kalangan anak muda (Mashed)

 

Lantas, apa solusinya?

Ketimbang terus-menerus mencari pelarian dalam bentuk makanan, Psychology Today menyarankan kita untuk belajar lebih memahami emosi yang kita rasakan. Kamu bisa mulai dengan menanyakan kepada diri sendiri, apa yang membuatmu sedih? Apakah karena ada yang mengatakan hal buruk ke kamu? Ataukah ekspektasimu tidak terpenuhi? Kemudian, apa yang sekiranya dapat membuatmu merasa nyaman? Apakah dengan bercerita ke orang lain? Menonton film favoritmu? Berjalan-jalan ke taman kota?

Awalnya mungkin terasa aneh, tapi mencari cara-cara baru untuk menyingkirkan kesedihan bisa jadi coping mechanism yang baik, lho. Jika kita menyadari bahwa ada banyak hal yang bisa membuat kita merasa nyaman bahkan ketika sedang sedih, kita akan terbiasa untuk memahami diri sendiri dan menghargai sekeliling kita, bahkan hal-hal terkecil sekalipun. (*)

Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Jangan Buang Sayur Sisa, Yuk Tanam Ulang Pakai Cara Ini!

Current Issues
Kata Peneliti Kalau Kondisi Ini Terjadi, Lockdown Bisa Berjalan Sampai 2022