Entertainment

Sutradara ‘Charlie’s Angels’ Kritik ‘Wonder Woman’ dan ‘Captain Marvel’

Drian Bintang

Posted on November 19th 2019

Sutradara 'Charlie's Angels' Elizabeth Banks, komentari 'Wonder Woman' dan 'Captain Marvel'. (What Culture)

Reboot 'Charlie’s Angels' yang disutradarai oleh Elizabeth Banks tidak berjalan lancer. Menurutnya, penonton saat ini masih didominasi oleh para pria yang hanya menonton film yang genre-nya dianggap menarik. Banks juga menjelaskan, kesuksesan 'Wonder Woman' dan 'Captain Marvel' juga sebenarnya tidak lepas dari itu.

Kekesalan tersebut, Banks ungkapkan lewat sebuah wawancara yang dia ikuti bersama sebuah media Internasional, Herald Sun. Awalnya, Banks disinggung tentang penjualan tiket film 'Charlie’s Angels' yang dia sutradarai. Setelah mendapat desas-desus bahwa, banyak penggemarnya yang ogah-ogahan menonton reboot yang dia buat.

Dalam menanggapi hal tersebut, Banks pun menjelaskan bagaimana pemikiran penonton bioskop saat ini. Dia menjelaskan, sedikitnya penonton yang memenuhi bioskop ketika filmnya diputar bukan karena film tersebut jelek. Melainkan, karena stigma khalayak umum tentang industri perfilman.

Banks menjelaskan, selama ini penonton bioskop didominasi oleh mereka para pria. Oleh karena itu, film yang sukses pun selalu didominasi dengan film yang sesuai selera pria, seperti action, fighting, dan semacamnya. Karakter yang bermain sebagai pemeran utamanya pun juga menentukan meledak tidaknya film tersebut di pasaran. Film dengan karakter pria, akan lebih memiliki kesempatan lebih banyak. Karena, para penonton—yang didominasi pria itu—berpikiran hanya pria saja lah yang pantas memainkan adegan-adegan berbahaya.

Sutradara 'Charlie's Angels' Elizabeth Banks. (Variety)

Sedangkan, film yang dia sutradarai kali ini sangat berbanding terbalik dengan pemikiran tersebut. 'Charlie’s Angels' merupakan sebuah film action yang berporos kepada tiga tokoh perempuan yang bertugas sebagai agen rahasia. Dalam adegannya, ketiga karakter yang dimainkan oleh Kristen Stewart, Naomi Scott, dan Ella Balinska tersebut tentu saja harus terlibat adegan yang terlihat cukup maskulin. Seperti terlibat baku hantam, dan adu tembak. ”Jadi begini, flm ini juga harus menghasilkan uang juga. Kalau tidak, maka kita akan membiarkan stereotype seperti ini akan melanda Hollywood terus menerus,” tegas Banks.

Di satu sisi, ada film lain yang berporos pada karakter perempuan, tapi juga meledak di pasaran. Dalam hal ini, Banks memberi contoh kepada Wonder Woman dan Captain Marvel. Dia kembali menjelaskan, sebenarnya kedua film tersebut merupakan film yang memiliki genre yang sangat erat dengan para pria. Mengingat, keduanya merupakan adaptasi dari tokoh komik, yang sehari-harinya dibaca dan memang diperuntukkan kepada para pria. ”Kalau diperhatikan lagi, karakternya pun hanyalah tambahan dari apa yang sebenarnya menjadi target utama di film,” tambah Banks.

Misalnya Wonder Woman, yang merupakan film yang menjadi bagian dari satu kesatuan film Justice League. Sebuah kelompok superhero berbasis dari DC Comic yang berisi banyak sekali para pria. Begitu juga Captain Marvel—yang akhirnya—menjadi Avengers terakhir, dan pelengkap dalam melawan Thanos.

Banks menegaskan lagi, bukannya dia tidak senang jika ada sebuah film yang memiliki poros utama tokoh perempuan. Demi menjadi tokoh yang bisa menjadi role model para gadis-gadis di penjuru dunia. Namun, menurutnya Hollywood masih butuh lebih banyak film berporos perermpuan lainnya yang diproduksi. ”Saya juga merasa senang ada film box office yang berporos pada perempuan dan meraih sukses (seperti 'Wonder Woman' dan 'Captain Marvel'). Kita butuh lebih banyak lagi film berporos perempuan lainnya yang menghasilkan uang juga, karena suara perempuan juga harus didukung dengan uang,” beber Banks. (*)

Related Articles
Entertainment
Perdana Bocor ke Publik, Beginilah Foto Iman Vellani dalam Kostum Ms. Marvel!

Entertainment
[REVIEW] Thanos Jadi Idola, Ada Apa dengan Avengers?

Entertainment
Sutradara 'Thor' Direkrut Untuk Garap 'Star Wars'