DBL

Gagal Masuk Timnas, Aaron Buktikan Kemampuannya di Honda DBL Camp

Profil Pemain Honda DBL Indonesia All-Star 2019

Mainmain.id

Posted on November 19th 2019

Menjadi salah satu skuad elit Honda DBL Indonesia All-Star adalah impian semua campers Honda DBL Camp. Termasuk rookie andalan SMA Bukit Sion Aaron Nathanael. Ia merupakan first team Honda DBL DKI Jakarta Series.

Baginya, menjadi All-Star harga mati. Terbang ke Surabaya mengikuti Honda DBL Camp harus pulang dengan gambar gembira. Sebab, ia ingin membuat kedua orang tuanya bangga --terutama sang ibu yang selalu memberikan full support.

Hasilnya, sempurna! Aaron bakal terbang ke Amerika. Ia terpilih masuk  skuad Honda DBL Indonesia All-Star tahun ini. Itu jadi sebuah misi pembuktian atas kemampuan dan keseriusannya di dunia basket.

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa Aaron menekuni basket dengan jalan berliku. Tak selalu mulus. Masih di tahun ini, ia gagal harus kecewa karena gagal masuk tim nasional Indonesia KU-16. Oleh karena itu, saat mengikuti Honda DBL Camp, dia begitu serius. Aaron ingin membuktikan dia layak masuk skuad Honda DBL Indonesia All-Star.

Baginya, tak ada kata menyerah meskipun merasakan kegagalan. “Gagal masuk seleksi timnas itu bukan akhir segalanya. Buktinya sekarang aku bisa masuk skuad Honda DBL Indonesia All Star. Ini semua berkat doa yang dikirimkan semua orang padaku,” ungkapnya.

Aaron yang juara bersama SMA Bukit Sion tahun ini tidak ingin dilihat sebagai orang yang beruntung karena tergabung dengan salah satu tim kuat di DKI Jakarta.

“Terpilihnya aku sebagai All-Star 2019 menjadi satu langkah pembuktian pada diriku dalam bermain basket. Hasil kerja kerasku karena aku ngotot. Tentu dibantu dukungan dari semua pihak. Terutama orang tua dan sekolah,” tungkas pemain berusia 15 tahun itu.

Dalam menyikapi terpilihnya ia menjadi All-Star, Aaron berjanji akan bertindak layaknya seorang All-Star. Ia aka lebih disiplin saat latihan. Ia sudah siap untuk memperbaiki semua evaluasi dari para pelatih. “Di sini (Honda DBL Camp) aku diajarkan untuk fokus mengejar tujuan,” tandasnya.

Aaron Nathanael (kanan)

Awalnya Aaron memiliki kekhawatiran tak dapat menembus skuad All-Star. Sebab, melihat saingan untuk posisi point guard sangat berat. Dan para campers memiliki lebih banyak pengalaman dibanding dirinya yang masih rookie.

“Semua perlu kerja keras. Karena semua dimulai dari diri sendiri. Kalau aku berusaha, aku mau, pasti bisa dapat hasil yang maksimal Dan pasti jaga attitude sesuai pesan orangtuaku,” jelasnya.

Aaron memang sosok yang dikenal dekat dengan kedua orang tuanya terutama sang ibu. Yang selalu setia memberikan dukungan Baik secara langsung maupun tak langsung. Baik menonton di setiap pertandingan ataupun melalui akun media sosial.

“Terima kasih mama. Ia orang yang bikin aku kuat menghadapi rintangan. Semua keberhasilan ini aku dedikasikan unuk orang tua, pelatih, teman-teman, semua yang dukung Aaron hingga sekarang,” ujar pemain dengan tinggi 182 senti meter itu. (*)

Related Articles
DBL
Semangat Membara si Jagoan kecil dari Blitar, Marcellino Bonfilio

DBL
Bintang Kecilku, Calsen

DBL
Jesslyn Angelique: Aku Bisa Buktikan ke Papaku Kalau Aku Bisa

Meet The Creator



Delima Pangaribuan

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda