Current Issues

Keuntungan Hibernasi bagi Manusia: Bisa Punya Bank Organ sampai Hidup di Mars

Delya Oktovie Apsari

Posted on November 18th 2019

Beruang ketika sedang hibernasi saat musim dingin (Kiwi Kidz) 

Siapa yang nggak iri sama beruang waktu lagi hibernasi? Kerjanya makan super banyak, lalu tidur super panjang. Nggak ada yang ngomelin, nggak ada yang berani juga untuk bangunin, hehehe. Kalau lagi hibernasi, beruang bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan nggak makan, juga nggak BAB dan BAK. Nah, bisa nggak sih, hibernasi yang dilakukan oleh beruang ini diterapkan pada manusia? Apa keuntungannya bagi manusia kalau bisa hibernasi?

Dilansir dari The New York Times, ada tiga musim utama dalam kehidupan beruang; awal Mei adalah musim ketika mereka aktif, September makan super banyak, dan Januari sampai musim panas dia hibernasi. Ya ampun, bahagia sekali hidupnya, ya!

Ketika beruang hibernasi, tingkat metabolisme dan detak jantung mereka turun secara signifikan. Mereka juga nggak BAB dan BAK. Jumlah nitrogen dalam darah mereka meningkat tajam, tanpa memengaruhi ginjal atau hati. Beruang jadi resistan terhadap insulin, tapi mereka nggak mengalami fluktuasi gula darah.

Beda banget sama manusia. Menurut peneliti, kalau manusia hibernasi, manusia bakal mudah terkena diabetes, obesitas, tulang keropos, atrofi otot atau bahkan lebih parah.

"Bahkan ketika mereka (beruang) sangat gendut, itu adalah obesitas yang sehat," tutur Brian Barnes, ilmuwan yang mempelajari hibernasi beruang hitam di Alaska. "Mereka tidak merasakan patologi yang terjadi pada manusia," ucapnya. Kok bisa?

Sekumpulan ilmuwan dari Washington State University mempublikasikan studi di Communications Biology pada bulan September, yang isinya memahami apa yang terjadi pada sel-sel tubuh beruang grizzly saat mereka hibernasi. Kampus ini merupakan rumah dari W.S.U Bear Center, satu-satunya research center khusus beruang grizzly di Amerika Serikat. Ada 11 beruang yang dibesarkan di penangkaran atau dipindahkan ke pusat setelah identifikasi masalah mereka di alam liar.

W.S.U Bear Center (WSU Cougars)

Ilmuwan mengambil sample dari hati, lemak dan otot enam beruang grizzly tiga kali dalam setahun. Di lab, tim riset menganalisis DNA mereka untuk memahami perubahan yang terjadi dalam sel-sel beruang sepanjang tahun.

"Efek hibernasi pada tiap jaringan berbeda," kata Joanna Kelley, evolutionary biologist dari Washington State University yang juga salah satu penulis studi tentang beruang grizzly. "Hibernasi tidak segampang hibernasi dan tidak berhibernasi. Ada hal-hal transisional yang terjadi sepanjang tahun," ungkapnya.

Tetapi, bukan berarti hibernasi hewan sepenuhnya nggak bisa diaplikasikan pada manusia. Matt Andrews, ahli biologi molekular dari University of Nebraska-Lincoln, mempelajari hibernasi tupai tanah. Lewat penelitiannya ini, ia mengembangkan perawatan untuk hemorrhagic shock. Nah, perawatan ini sangat berguna bagi korban pengeboman konflik Afghanistan dan Irak pada awal tahun 2000-an.

Ternyata, ketika tupai tanah hibernasi, mereka menggunakan melatonin untuk menjaga sel ketika aliran darah naik setelah berbulan-bulan tidak aktif. Timnya pun mengumpulkan melatonin dan keton yang disuntukkan ke seseorang yang mengalami hemorrhagic shock. Ini dilakukan untuk mengurangi kerusakan jaringan ketika pasokan darah kembali. Pengobatan tersebut sejauh ini telah lulus tes dengan tikus dan babi. Timnya juga telah bertemu dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) AS untuk merencanakan uji klinis di masa depan.

Fisiologi hibernasi bisa juga diaplikasikan untuk transplantasi organ. Selama ini, hati atau ginjal bisa diawetkan dalam tempat dingin selama 24 jam, tetapi tidak bisa digunakan setelah itu. Sedangkan jantung atau paru-paru hanya bertahan empat sampai enam jam setelah diawetkan. Tapi, menurut Andrews, kalau organ bisa dimasukkan ke dalam sesuatu yang mirip hibernasi, dengan tingkat metabolisme yang lebih rendah, bisa jadi organ bertahan lebih lama. Sehingga, kemungkinan adanya bank organ pun besar.

Nggak cuma itu, hibernasi juga berguna banget kalau kita mau jalan-jalan ke Mars! Andrews mengatakan, perjalanan ke Mars butuh waktu 2,5 tahun. Kita juga butuh banyak banget makanan, air, udara serta suplai medis untuk astronot. Nah, hibernasi bisa jadi jawaban kebutuhan manusia kalau kita benar-benar mau meninggalkan bumi secara permanen.

"Kita masih jauh dari itu," kata ilmuwan lainnya, Jansen. "Tapi kami tahu bahwa kami bisa memanipulasi profil energik sel dalam sel kultur," ucapnya. Wah, kalau manusia beneran bisa hibernasi, apakah kita bakal pindah ke Mars?

 
Related Articles
Current Issues
NASA Tentukan Lokasi Pendaratan Manusia Pertama di Mars

Current Issues
Ilmuwan NASA 'Jelajahi' Mars Secara Remote dari Rumah Masing-masing

Interest
NASA Buka Jalan Manusia ke Mars Lewat Kendaraan Baru, Rover Mars 2020