Sport

Matteo Ferrari, Juara Dunia Pertama MotoE

Mainmain.id

Posted on November 17th 2019

Matteo Ferrari mencatatkan sejarah hari ini. Pembalap Italia itu berhasil menjadi juara dunia MotoE. Dalam rangkaian balapan terakhir di Valencia, Minggu (17/11), Ferrari sebenarnya hanya finis di urutan lima. Tapi poin yang dikumpulkan sudah membuatnya berada di posisi puncak dan berhak meraih gelar juara.

Ferrari merupakan orang pertama yang meraih gelar juara dunia di ajang MotoE. Sebab, balapan khusus motor listrik ini memang baru pertama kali digelar musim ini. Ferrari menjadi juara dunia setelah berhasil mengumpulkan poin total 99. Di bawahnya ada Bradley Smith (Britania Raya, 88 poin) dan Eric Granadi (Brasil, 71 poin).

Meskipun baru pertama kali digelar tahun ini, tapi atmosfer MotoE sebenarnya lebih seru daripada MotoGP. Perebutan gelar juaranya lebih sengit. Beda dengan MotoGP, di mana kekuatan Marquez tak terbendung oleh pembalap lainnya.

Pada seri pamungkas di Valencia hari ini, sebenarnya sejumlah pembalap masih berpeluang meraih gelar juar dunia. Tak hanya Smith dan Granadi yang ada di posisi 2 dan 3. Tapi pembalap Spanyol Hector Garzo sebenarnya juga berpeluang. Di klasemen akhir Garzo meraih 69 poin. Anda saja dia tidak diskualifikasi di Valencia, mungkin poinnya bisa lebih dari itu. Ya, Garzo harus didiskualifikasi karena melakukan pelanggaran tekanan bannya.

Bagi kalian yang belum familiar dengan MotoE, kejuaraan ini baru pertama digelar pada musim 2019. Moto E merupakan kelas baru dalam kejuaraan dunia MotoGP. Seperti hanya Moto2 atau Moto3. Tapi MotoE ini hanya digelar lima seri di Eropa saja. Diberi nama MotoE karena yang digunakan balapan adalah motor listrik. 

Meskipun motor listrik, tapi bisa melaju kencang loh. Jangan disamakan dengan motor listrik yang dipakai ibu-ibu muda menjemput anaknya sekolah itu.

Situs balap Crash pernah menurunkan tulisan terkait MotoE ini. Menurut Crash, mesin motor untuk balapan MotoE menghasilkan tenaga 147hp. Tenaga itu bisa digunakan untuk memacu kecepatan maksimal 250 km/jam.

Kendaraan yang digunakan di MotoE bisa mencapai kecepatan 100 km/jam dalam tiga detik. Sementara baterai yang digunakan bisa diisi ulang dari 0-85 persen dalam durasi yang tak sampai 30 menit.

Bagi kalian yang senang mendengarkan kendaraan dengan suara knalpot menggelegar, jangan harap itu terjadi di motor listrik ya. Ya memang motor listrik tak menggunakan tenaga pembakaran. Jadi tak perlu knalpot yang mengeluarkan suara. Lantaran tak menggunakan pembakaran dan tak ada knalpot, motor listrik juga tak menghasilkan emisi.

Lah kalau gak ada suaranya gak seru dong? Kalau kalian main Tamiya, pasti tahu bagaimana suaranya mainan bertenaga baterai itu jika dipacu dengan kecepatan tinggi. Biar gak penasaran lihat video di bawah ini:

Di MotoE ada 18 pebalap yang berkompetisi dengan motor yang dirancang oleh Energica. Rinciannya, tujuh tim independen MotoGP -- Tech3, LCR, Marc VDS, Pramac, Avintia, Angel Nieto, dan Gresini --masing-masing akan menerima dua motor. Empat motor lagi akan disediakan untuk tim Moto2 dan Moto3 yang ingin berpartisipasi. Pembalap yang berpartisipasi di MotoE harus punya pengalaman dalam dunia balap roda dua.(*)

Baca juga: Kemenangan Marquez di Valencia Bikin Repsol Honda Raih Triple Crown

Related Articles
Portrait
Kenalan Sama CEO Energica Livia Cevolini, Pionir Motor Balap Listrik MotoE

Sport
On This Date: Selamat Ulang Tahun Park Ji Sung, Si Pemilik Paru-Paru Tiga

Sport
Real Madrid Cetak Kemenangan ke-100 atas Barcelona