DBL

Putu Putri Nandini, MVP yang Tekuni Usaha Ayam Cabai Garam

Honda DBL Camp 2019

Mainmain.id

Posted on November 15th 2019

SURABAYA - Di balik kelihaiannya bermain basket, ternyata Putu Putri Nandini Utami juga lihai di dapur. Tak main-main, Most Valuable Player (MVP) Honda DBL Camp 2019 ini menjadikan hobi memasaknya itu menjadi bisnis bernama 'Ngajeng Skuy'.

"Aku itu suka masak. Jadi aku kalau lihat makanan yang menarik, aku cari resepnya, terus aku coba sendiri," tutur cewek yang akrab disapa Nandini itu, Jumat (15/11/2019).

Usaha ini diawali dengan pesanan dari temannya, yang tahu kehebatan siswi SMAN 2 Denpasar tersebut dalam mengolah masakan. Temannya merupakan orang Lombok yang sering ke Bali untuk menemuinya.

 

"Dia minta dimasakin, terus di bandara aku bawain dia ayam cabai garam. Terus dia komentar, 'enak, Nan!'. Habis gitu dia pulang, dua bulan lagi balik, minta dibuatkan lagi. Terus dia nanya, kenapa nggak jual makanan?" cerita cewek kelahiran Denpasar, 4 Mei 2003 ini.

Nandini pun sempat kebingungan mengeksekusi ide tersebut. Dia masih kepikiran membagi waktu antara basket, sekolah dan tugas-tugasnya. Tetapi, pengagum Chef Renatta Moeloek itu semangat untuk membuka usaha makanannya, gara-gara tidak ingin merepotkan orang tuanya.

"Malu kalau minta uang sama orang tua. Jadi pengin nyoba gimana sih rasanya kerja keras cari uang sendiri," tuturnya.

Ia memantapkan dirinya menjalankan bisnis yang diberi nama Ngajeng Skuy. Ada dua menu yang ia jual, yakni ayam cabai garam dan ayam saus pedas. Nandini memulai dengan menyebarkan tester ke teman-teman sekolahnya, dan berhasil mendapat pesanan lima kotak di hari pertama. Ia juga menjual secara online lewat Instagram @ngajeng.skuy.

Kepopuleran Ngajeng Skuy tak butuh waktu lama. Pada hari kedua, ia sudah menerima 20 pesanan. Alhasil, Nandini harus bekerja ekstra keras dalam membagi waktu. Setiap hari, ia bangun pukul 04.30 WITA dan mulai memasak. Dibantu sang nenek, ia mengolah ayam dan juga menumis. Setelah itu, puluhan pesanan itu ia bawa ke sekolah naik motor.

"Malas naik mobil kalau pagi. Kan sekarang Bali macet," ujarnya.

Dalam sehari, paling banyak Top 24 Honda DBL Camp tersebut mendapat 50 pesanan. Pesanan itu ia dapat seminggu sebelum Honda DBL Camp.

"Pagi 20 pesanan. Jadi sehari 50 pesanan. Bingung antara senang dan capek," katanya sambil tertawa.

Ke depan, Nandini serius mempertimbangkan kuliah di bidang kuliner.

"Inginnya di Ottimmo Surabaya. Tapi mikir-mikir, di Bali juga ada," ucapnya. (*)

Related Articles
DBL
Honda DBL Satu Impian: Valentinus Wongso yang Gantungkan Asa Lewat Basket

DBL
Dari yang Mirip Shafa Harris sampai Tara Basro, 5 Srikandi ini Diwaspadai Lawan

DBL
5 Campers Ganteng Ini Segarang Aktor Utama Drakor Favoritmu