Current Issues

Perubahan Iklim Bikin Banjir Hebat di Lokasi Wisata Venesia

Delima Pangaribuan

Posted on November 13th 2019

Foto AFP

 
Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro bingung. Kota wisata tersohor dunia yang dia pimpin terendam banjir Rabu (13/11). Seperti diberitakan USA Today, ketinggian banjirnya merupakan salah satu yang paling parah, hingga 74 inci atau 1,8 meter. Kota yang biasanya identik dengan wisata perahu melewati sungai-sungai terelok di Italia itu seakan tenggelam.
 
Meskipun Venesia kota sungai dan warganya biasa ke mana-mana naik perahu, bukan berarti mereka tenang-tenang saja menghadapi banjir ini. Mengutip The Sun, banjir besar ini disebabkan gelombang laut besar yang biasa terjadi setiap empat tahun sekali. Bedanya, biasanya warga cuma menghadapi banjir kecil yang segera surut. Nggak sampai separah sekarang. 
 
Wali Kota Luigi menyebut kejadian luar biasa ini sebagai efek dari perubahan iklim yang semakin buruk. Juga lambannya pengerjaan proyek bendungan yang dirancang menahan air laut masuk ke kota. Luigi sempat ngetwit di akun pribadinya, "Pemerintah sekarang harus mendengarkan. Inilah dampak dari perubahan iklim... biayanya bakal sangat besar."

 
The Sun merangkum penyebab selain gelombang yang lebih besar dari biasanya. Antara lain pergerakan dan fase bulan yang menarik gelombang lebih tinggi, arah, dan kecepatan angin. Juga curah hujan tinggi, dan naiknya permukaan laut. Penelitian para pakar sains pun melaporkan bahwa Venesia mengalami pergerakan seperti ini tiap sepuluh tahun. Dan permukaan tanah di sana memang telah menurun dua milimeter per tahunnya.
 
Gara-gara banjir besar kali ini, banyak situs-situs bersejarah yang jadi tujuan utama wisatawan dalam kondisi rusak. Luigi memposting sejumlah foto bangunan yang tenggelam sampai setengahnya. Salah satu yang paling parah adalah St. Mark's Square dan St. Mark's Basilica. Bahkan dikhawatirkan permukaan air banjir itu bakal mencapai dan merusak koleksi mozaik dan karya seni yang terpasang di St. Mark's Basilica tersebut.
 

Bus air karam di tengah kota. (AFP)
 
Nggak cuma gedung-gedung cantik yang jadi korban, banjir ini juga memakan korban jiwa. Seorang penduduk berusia 70 tahun dilaporkan tewas karena tersengat listrik saat mau menyalakan pompa untuk menghalau banjir. Satu orang lagi ditemukan meninggal di rumahnya, diduga juga karena kesetrum. Pompa air di seluruh kota rusak sehingga air tetap menggenang di banyak tempat.
 
Seperti yang dibilang sama wali kota, insiden banjir ini kembali bikin ramai pembahasan soal proyek bendungan atau dinding penahan ombak. Proyek itu sempat tertunda lantaran kontroversi. Aktivis lingkungan menolak pembangunan bendungan yang dinilai merusak ekosistem laguna di Venesia. Selain itu, masyarakat juga menduga ada skandal korupsi di baliknya.
 
Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro menginspeksi banjir di wilayahnya.
 
Gubernur Wilayah Veneto, Luca Zaia, bilang ke media kalau bendungan itu sendiri sudah hampir jadi. Tapi, memang sepertinya kalau sudah jadi pun belum tentu bisa mencegah banjir sebesar yang terjadi sekarang. Apalagi di titik-titik paling rendah di kota, kayak area St. Mark's. 
 
Banyak tempat usaha yang tutup dan pegawainya fokus menyelamatkan barang-barang dari air supaya nggak semakin banyak kerusakan. Tiga bus air yang biasa dipakai wisatawan tenggelam. Meskipun begitu, turis yang udah terlanjur datang ke sana tetap bertahan di lokasi dan menikmati liburan mereka dengan melihat-lihat kota yang banjir, seperti dilaporkan BBC. Duh, miris! (*)
Artikel Terkait
Current Issues
Prancis Punya Kebijakan Transportasi Ramah Lingkungan Paling Kreatif, Apa Saja?

Current Issues
Lindungi Dokternya, Italia Gunakan 'Tommy' si Robot Perawat Pasien Covid-19

Current Issues
Polusi Udara di Eropa Menurun, tapi Penggunaan Plastik Melonjak Selama Lockdown