Current Issues

Penggunaan Skuter Listrik Jadi Polemik, Bagaimana di Negara Lain?

Delima Pangaribuan

Posted on November 13th 2019

Malam Minggu (9/11) seharusnya jadi malam yang menyenangkan buat anak-anak muda. Tapi justru nasib malang menimpa Fajar Wicaksono dan kawan-kawan. Bahkan, dua di antara mereka, yakni Wisnu dan Amry, meninggal dunia gara-gara mengendarai skuter listrik di salah satu ruas jalan protokol di Jakarta.

Fajar dan lima temannya menyewa skuter listrik di FX Sudirman. Setelah menunggu antrian hingga beberapa jam, mereka jalan jam 01.00 malam. Mereka mengendarai skuter itu sampai ke flyover Senayan, dan kemudian kembali karena salah satu skuter sudah menunjukkan tanda-tanda baterai habis.

Pas hampir sampai FX Sudirman, ada mobil Camry hitam melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak mereka dari belakang. Semuanya jatuh dan luka-luka. Tiga orang lecet-lecet, satu orang engkelnya nggak bisa gerak, dan dua lainnya yang terlempar paling jauh pingsan. Setelah dibawa ke rumah sakit dan mau operasi, nyawa mereka berdua sudah nggak tertolong.

Peristiwa itu sendiri sudah berlalu beberapa hari, tapi kembali mencuat hari ini karena bersamaan dengan ditahannya pelaku penabrakan. Selain itu,  Pemprov DKI Jakarta juga sudah mengeluarkan larangan untuk menggunakan skuter listrik di jembatan penyeberangan orang (JPO) dan trotoar. Larangan itu lantas menimbulkan pro dan kontra karena pengguna jadi nggak punya tempat buat pakai skuter elektrik.

Penggunaan skuter listrik atau skuter elektrik sendiri mulai marak di kota-kota besar, terutama di Jakarta. Meski kebanyakan masih sekadar untuk hiburan dan bukan untuk moda transportasi sehari-hari. Tapi, mengendarai skuter listrik dianggap sebagai salah satu alternatif yang efisien untuk bepergian ke tempat yang dekat. Daripada harus kejebak macet sampai hitungan jam.

Meski efisien, belum adanya aturan yang jelas tentang penggunaan skuter listrik ini juga akhirnya menimbulkan problem. Salah satunya berakibat pada kecelakaan teman-teman Fajar. Larangan yang diberlakukan juga masih pukul rata, yakni nggak boleh dipakai di trotoar, JPO, dan saat CFD.

Nggak boleh di JPO okelah, karena bakal bikin fasilitas JPO cepat rusak. Tapi larangan penggunaan di trotoar bikin pengguna skuter listrik garuk-garuk kepala. Sebab, artinya mereka cuma bisa naik skuter di jalan raya, yang tentu saja bahaya karena jadi satu sama kendaraan lain yang lebih gede dan ngebut.

Polemik ini ternyata nggak baru-baru aja muncul di Jakarta. Agustus lalu, BBC mengeluarkan laporan soal penggunaan skuter elektrik di Eropa yang juga menuai polemik. BBC menyebutkan, kota-kota besar kini sedang kesulitan merumuskan aturan resmi menyusul banyaknya kecelakaan akibat penggunaan skuter listrik.

Kendaraan ini jadi populer karena ramah lingkungan dan kecepatannya terbatas, jadi diharapkan lebih aman juga dari kecelakaan. Tapi, temuan BBC menyebutkan kalau ternyata produksi kendaraan kecil ini nggak seaman itu. Skuter elektrik umumnya nggak dilengkapi komponen safety riding memadai. Misalnya, remnya cuma satu sehingga susah berhenti kalau melaju terlalu cepat.

Tercatat sudah ada 11 kasus kematian karena skuter listrik di beberapa kota Eropa. Aantara lain di Paris, Brussels, Barcelona, Stockholm, dan London. Salah satu korbannya adalah YouTuber dan presenter TV Emily Hartridge yang meninggal ditabrak saat mengendarai skuter listrik di London.

Saat ini, Inggris dan Irlandia sudah menerapkan aturan melarang skuter listrik melaju di trotoar dan jalan. Cuma boleh di wilayah privat dengan izin dari pemilik wilayah itu.

Sementara itu, Swedia melarang penggunaan segala jenis skuter motor dengan kecepatan di atas 20 km/jam di jalur sepeda.

Dan, Paris menerapkan denda 135 euro bagi warga yang ketahuan mengendarai skuter listrik di trotoar.

Mungkin lebih aman kalau skuter listrik dipakai di tempat-tempat khusus yang nggak ada kendaraan lainnya. Kayak di taman hiburan atau kompleks gelanggang olahraga. Semoga pengguna skuter listrik juga makin hati-hati. (*)

Artikel Terkait
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Perbarui Pedoman, CDC Akui Virus Corona Baru Bisa Menular Lewat Airborne

Current Issues
Ratusan Ribu Orang Tanda Tangani Petisi Online untuk Batalkan Olimpiade Tokyo