Entertainment

Review Serial Daybreak: Zombie Apocalypse Bergenre Komedi yang Tetap Seru

Drian Bintang

Posted on November 9th 2019

Daybreak salah satu serial baru di Netflix yang baru dirilis pada 24 Oktober ini. (forbes)

Udah weekend nih guys. Daripada bengong stalking mantan yang udah bahagia bersama pasangannya yang baru, mending kalian binge watching series di Netflix deh. Tim mainmain.id akan memberikan review untuk serial Netflix yang tayang perdana pada 24 Oktober lalu, Daybreak.

Serial ini menceritakan tentang sebuah kemungkinan yang terjadi di masa depan. Di mana, wabah zombie menguasai seluruh permukaan bumi. Dalam serial ini, mereka tidak mengenal istilah zombie. Mayat hidup yang bergerak, dan memakan manusia tersebut mereka namai ghoulies.

Cerita ini berlatar belakang sebuah kota bernama Grendale di California, Amerika Serikat. Ledakan nuklir hebat mengubah seluruh isi dunia. Membuat mereka yang berumur di atas 18 tahun menjadi sebuah makhluk yang menyerupai zombie, yang dikenal dengan ghoulies tadi.

Anehnya, ledakan yang menimbulkan hempasan yang cukup besar di sekitarnya itu tidak berpengaruh ke para remaja. Terutama, yang berada di bawah 18 tahun. Wabah tersebut, juga tidak ditularkan oleh para ghoulies lewat gigitan. Seperti yang terjadi di film dan game yang mengusung tema zombie, di antaranya Resident Evil.

Ghoulies ini tetap akan kelaparan dan memangsa remaja serta makhluk hidup di sekitarnya. Karena itu lah, karakter yang ada di dalamnya masih enggan berinteraksi secara langsung dengan ghoulies. Ghoulis ini juga tertarik kepada suara yang terlalu keras. Bak ikan hiu, mereka juga akan tertarik pada aroma darah dalam jarak beberapa meter.

Karakter Utama dalam Serial ini yang diceritakan sebagai murid SMA yang biasa saja. (Digital Spy)

Cerita serial ini akan berporos ke kehidupan Josh Wheeler, yang diperankan oleh Colin Ford. Dia merupakan seorang remaja lelaki super yang tidak dikenal di sekolahnya dulu. Serial ini diceritakan dengan alur maju dan mundur.

Dalam beberapa kesempatan, penonton akan disuguhi dengan beberapa flashback. Kilas balik ini berguna untuk menjelaskan beberapa hal yang sebelumnya belum dipaparkan dalam cerita.

Seperti salah satunya, mengungkapkan kenapa selama ini Josh ingin menyelamatkan Sam Dean yang diperankan oleh Sophie Simnett. Ternyata keduanya sebelumnya merupakan seorang sejoli. Josh memutuskan Sam hanya karena dia ingin sendiri. Setelah mendapatkan kabar bahwa ayahnya meninggal tanpa pernah dia kunjungi.

Sejumlah masalah memang timbul dari kilas balik yang dilakukan beberapa karakter. Namun, bukan berarti permasalahan di serial ini hanya berada di situ. Sebab, dalam cerita majunya pun, Josh dan kawan-kawan masih mendapatkan berbagai masalah.

Setelah kiamat, para remaja ini kemudian terpecah menjadi beberapa fraksi. Fraksi paling besar dipegang oleh seorang murid kapten football di sekolah dulu. Turbo “Bro” Jock yang diperankan oleh Cody Kearsley. Fraksi lainnya yang berisikan para perempuan yang dinamai Cheermazon.

Nah, di tengah pertarungan antar fraksi tersebut, Josh masih dirundung kesedihan sepeningal pacarnya Sam. Usahanya untuk mencari Sam, justru melibatkannya ke beberapa permasalahan lainnya. Dia kemudian bertemu dengan Angelica Green yang diperankan oleh Alyvia Alyn Lind, dan Wesley Fist.

Sejak awalnya Josh yang enggan bertemu dan berinteraksi dengan orang lain dikisahkan malah membuat fraksi baru bernama Daybreak. Isinya adalah anak-anak yang ditangkap oleh Kepala Sekolah mereka, Burr (diperankan oleh Matthew Broderick). Burr merupakan seorang pemangsa.

Serial ini memberikan sedikit pandangan yang berbeda bagi penonton yang bosan dengan film horor bertema zombie apocalypse. Serial besutan Aron Eli Coleite dan Bran Peyton itu membuktikan bahwa film bertema zombie apocalypse juga bisa dikemas untuk genre komedi.

Josh menunjukan sebenarnya jika seluruh dunia berisi dengan zombie tak menakutkan seperti yang dibayangkan selama ini. Dalam serial tersebut, Josh menunjukan bagaimana dia bisa seenaknya mengambil suplai makanan dari supermarket yang sudah ditinggal pemiliknya.

Dia juga menunjukan bagaimana tanpa orang dewasa bisa mengurus dirinya sendiri. Sebuah mimpi kebanyakan dimiliki oleh mereka para siswa SMA.

Dalam sebuah kesempatan, Josh menjelaskan bagaimana dia dengan gampangnya memilih tempat persembunyian barunya. Seolah dia sedang memilih rumah elit mana yang hendak dia huni.

Josh juga memberikan beberapa tips, jika zombie apocalypse benar-benar terjadi. Sebab, memang tidak ada yang tahu apa yang terjadi di masa depan kan?

Serial ini memiliki total 10 episode. Masing-masing episode berdurasi 45-49 menit.

Dalam ratting-nya di Rotten Tomatoes, serial ini mendapatkan 73 persen Tomato meter. Dengan skor penonton sebanyak 63 persen. Jadi buruan tonton deh, daripada malam kalian semakin ambyar mengingat dia mulu. Hehe.

 

Related Articles
Entertainment
Kenalan dengan Warung ala Jepang di Netflix ‘Midnight Diner: Tokyo Series’

Entertainment
Begini Cara Filmmaker Dunia Tetap Produksi di Tengah Pandemi

Entertainment
'To All The Boys I've Loved: P.S I Still Love You 2' Ungkap Kegalauan Lara