Current Issues

Pidato Greta Thunberg Berdampak ke Kebiasaan Travelling Dunia, Kok Bisa?

Delima Pangaribuan

Posted on November 7th 2019

Greta Thunberg. (The Guardian)

Baru-baru ini, nama Greta Thunberg cukup akrab di telinga kita. Berkat pidatonya tentang lingkungan yang menggugah banyak orang, termasuk Leonardo DiCaprio. Pidato Greta itu disebut-sebut juga berpengaruh besar terhadap dunia penerbangan, dan diperkirakan akan mengubah budaya travelling jutaan orang.

Melansir Aljazeera, satu dari lima penduduk negara-negara Barat sekarang jarang bepergian dengan pesawat karena flight shaming. Istilah itu muncul karena Greta sempat mengkritisi bahan bakar yang digunakan pesawat tidak ramah lingkungan. Semakin sering orang bepergian dengan pesawat, semakin bahaya buat lingkungan kita. Survei yang dilaporkan Aljazeera itu sendiri dilakukan oleh UBS (sebuah bank Swiss) pada 6.000 orang Amerika Serikat dan Eropa.
 
Salah satunya adalah Emma Kemp, perempuan 25 tahun yang bekerja sebagai campaigner perubahan iklim di Inggris. Dia urung bepergian dengan pesawat pada perjalanan terakhirnya ke Kroasia dan Italia, dan lebih memilih naik bus atau kereta. "Aku merasa benar-benar traveling dan aku merasa tenang karena telah melakukan sesuatu untuk bumi," ungkap Emma kepada Thomson Reuters Foundation.
 
Lebih jauh, Aljazeera memperkirakan kalau tren ini bakal berlanjut dan jumlah penumpan pesawat bisa berkurang sampai setengahnya beberapa tahun ke depan. Terutama di negara-negara Eropa yang sebenarnya terhubung sama moda transportasi lain seperti kereta dan bus, jadi nggak harus-harus banget naik pesawat.
 
Pintu keberangkatan bandara. (The Jakarta Post)
 
The Jakarta Post juga melaporkan, dalam ajang World Travel Market 2019 di London, lembaga riset global Euromonitor International merilis laporan prediksi tahunan mereka. Jadi, setiap tahun mereka mengeluarkan hasil perhitungan dan memperkirakan tren apa yang bakal terjadi setahun ke depan. Mereka mengidentifikasi ada delapan megatrends yang mempengaruhi kebiasaan orang bepergian. Salah satunya adalah pidato Greta.
 
"Aktivis muda Swedia, Greta Thubnerg, telah memancarkan sinar terhadap tantangan perubahan iklim, menggerakkan generasi Z di seluruh dunia dan memberi pengaruh positif yang signifikan mengubah perilaku banyak orang," tulis reporter Agence France-Press, Caroline Bremner, seperti dikutip The Jakarta Post.
 
Konsep flight shaming ini juga diprediksi membuat orang bakal berpikir dua kali untuk bepergian naik pesawat, mengingat efek buruk gas buangnya untuk lingkungan. Berdasarkan laporan UN World Tourism Organization (UNWTO), lebih dari lima persen emisi karbon global dihasilkan dari kegiatan traveling.  
 
The Jakarta Post menyebut fenomena ini sebagai "Efek Greta" atau "The Greta Effect". Untuk merespon efek ini, banyak perusahaan penerbangan dan produsen pesawat diharapkan melakukan kajian lebih lanjut terkait penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. 
 
Kamu sendiri seberapa sering naik pesawat buat bepergian? Sebenarnya sih, nggak cuma pesawat karena toh semua kendaraan juga menghasilkan gas buang. Tinggal kita aja, bagaimana berlaku bijak untuk menjaga lingkungan.(*)
Artikel Terkait
Current Issues
Mengenal Lebih Jauh 'Flight Shaming' yang Bikin Geger Dunia Penerbangan

Current Issues
Peneliti: Perjalanan Panjang dengan Pesawat Bisa Munculkan Klaster Covid-19 Baru

Current Issues
Ingin Liburan Aman Saat Pandemi? Ini Hal-Hal yang Harus Kalian Lakukan