Current Issues

Sering Disebut Jomblo? Pakai Istilah Emma Watson: Self-Partnered

Delima Pangaribuan

Posted on November 7th 2019

 
British Vogue bikin wawancara eksklusif bersama Emma Watson, 5 November 2019 lalu. Dia dipilih jadi December issue-nya majalah kenamaan itu. Yang bikin menarik, di sini Emma mengungkapkan kalau dia sekarang sedang menjalani self-partnered.
 
Jurnalis British Vogue Paris Lees sempat bertanya nyerempet-nyerempet nih, Emma Watson kan sudah mau umur 30 tahun. Kok masih sendiri alias single aja. Dan tanpa ragu, Emma pun menjawab cukup diplomatis.
 
"Aku seperti merasa 'Kenapa semua orang menganggap heboh soal umur 30 tahun? Itu bukan masalah gede," katanya kepada Paris.
 
Emma mengaku memang sebenarnya tahun ini --di umur yang ke-29-- dirinya merasa sebagai tahun yang cukup berat. Itu karena dia banyak karena kepikiran bagaimana seharusnya dia menjalani hidup kalau sudah berumur 30 tahun nanti.
 
Kalau sudah umur 30 tapi belum punya rumah, belum punya pasangan, belum punya anak, belum punya kerjaan dan penghasilan yang stabil... "Seperti ada banyak sekali kecemasan," sambung Emma.
 
Dia pun mengakui kalau sempat punya pikiran soal pasangan itu. "Aku sih nggak pernah percaya sama omongan 'I'm happy single'. Butuh waktu lama bagiku, tapi aku sangat bahagia (menjadi single). Aku menyebutnya sebagai 'self-partnered'," jelasnya. 
 
Konsep self-partnered ini lalu jadi ramai dibahas oleh media-media di Inggris maupun global. Salah satunya, The Guardian menulis bahwa ini adalah salah satu konsep atau cara baru untuk menjalani kehidupan sebagai single. Selama ini, bahasa yang mewakili sebuah relasi atau hubungan antara manusia masih terbatas, dan sering berujung sama ejekan-ejekan.
 
Contohnya nih, kalau kamu --seorang cowok-- berteman baik sama teman sekelasmu yang cewek, pasti sering di"cie-cie"in dan dianggap kalian pacaran. Padahal kan berteman aja, nggak harus pacar-pacaran juga bisa. Atau kalau buat kamu yang nggak punya pacar, pasti sering diejek dengan sebutan jomblo, seolah-olah jadi jomblo tuh nggak keren banget.
 
Ups, kok jadi curcol? Hehehe...
 
The Guardian menegaskan kalau kita memang butuh lebih banyak kosakata yang bisa menggambarkan relasi manusia yang dinamis. Mereka mengutip Jim Ross, yang ngetwit bahwa tindakan Emma Watson itu memberikan tanggapan yang jelas soal tekanan absurd, khususnya pada cewek, yang sering didorong-dorong untuk segera punya pasangan atau keluarga.
 
"Menjadi single itu nggak apa-apa," tulis Jim.
 
Kolumnis The Guardian, Brigid Delaney berpendapat bahwa self-partnership bisa diartikan sebagai fase di mana seorang yang single berusaha untuk "mencari" dirinya sendiri, alih-alih mencari orang lain untuk dijadikan pasangan.
 
"Itu hal yang bagus, secara aktif kita menjadi lebih self-aware atau mengenal diri sendiri, dan ini bahkan bisa mempersiapkan diri kita untuk membangun relasi selanjutnya," jelasnya.
 
The Washington Post menambahkan, ada lebih banyak kata yang sebenarnya bisa digunakan kalau kita kreatif. Selain istilah baru yang dipopulerkan Emma ini, The Washington Post mengutip pakar dating dengan menggunakan kata available. Mereka juga menilai bahwa self-partnered ini sebagai bagian lain dari tren sologami. 
 
Tahu poligami, kan? Kalau poligami punya pasangan, sologami artinya kurang lebih berpasangan sama diri sendiri. Konsep ini sendiri sebenarnya nggak benar-benar baru juga, karena seperti laporan BBC Desember 2014 lalu, di Jepang sudah tren solo weddings, bahkan ada EO khusus buat mereka.
 
Well, kalau menurut kalian keren nggak sih istilah self-partnered dari Emma? Hmm, mungkin kalau sudah seumuran dia dan lebih dewasa kali ya. (*)
Artikel Terkait
Current Issues
Berbuat Baik Secara 'Random' Mampu Meningkatkan Kesehatan

Entertainment
Robbie Coltrane Pemeran Hagrid Meninggal Dunia, Daniel Radcliffe Kenang Memori

Entertainment
Evanna Lynch Pemeran Luna Lovegood Sempat “Terintimidasi” di Film ‘Harry Potter’