Youthcon

AZA Alpha Boys Habis-habisan Latihan Fisik dan Character Building

Delya Oktovie Apsari

Posted on November 1st 2019

Selepas kelas olahraga dan character building, Kenneth Winston Tjandra langsung duduk sambil memegang sekotak nasi ayam. Dia kelihatan capek banget, tapi tetap senyum-senyum mendengarkan teman-teman sesama Finalis AZA Alpha Boys lainnya bertukar cerita tentang kelas hari ini.

"Seru sih, sangat intens, hahaha. Tapi senang bisa ikut kelas ini, soalnya banyak manfaatnya. Kita juga ngerasain susah bareng-bareng," kata siswa SMAK Kolese Santo Yusup Malang ini, Kamis (31/10/2019).

Ia dan ke-15 Finalis AZA Alpha Boys baru saja mengikuti kelas olahraga dan character building selama dua jam, di DBL Academy, Graha Pena, Surabaya.

Sang pelatih fisik, Coach Erwin, mengatakan ia memang sengaja memberi porsi latihan fisik yang lumayan banyak untuk mereka. "Ini supaya mereka juga belajar push diri sendiri. Sebagian besar dari mereka kan nggak pernah latihan kayak gitu. Jadi ini mengajarkan mereka bagaimana mendorong untuk mencapai limit," tuturnya.

Selama satu jam digembleng Coach Erwin, mereka melatih core, kaki dan tangan mereka. Aktivitasnya macam-macam, mulai dari sit up sampai crawling.

Meski dulunya pemain basket, latihan fisik kali ini tetap terasa berat bagi Yogie Prayogo Widyanata dari SMAK Petra 2 Surabaya. Soalnya, dia sudah berhenti basket sejak SMP. "Sangat terasa kalau buatku. Soalnya aku sudah berhenti basket dari SMP kelas 8. Paling susah latihan fisik bagian otot paha, itu susahnya setengah mati," kata cowok yang suka main gitar ini sambil tertawa.

Setelah melewati latihan fisik, Finalis AZA Alpha Boys lanjut character building class bareng Coach Bagus. Coach Bagus menyebut, kelas ini penting banget bagi AZA Alpha Boys, karena ke depannya, mereka bakal jadi influencer untuk teman-teman maupun orang-orang di sekitarnya.

"Kami mengajari mereka inisiasi aksi, teamwork sampai kolaborasi. Kami juga berusaha mengubah pola pikir mereka. Misal di awal, mereka saya suruh tunggu di sini. Kelihatan ada alat-alat masih berserakan. Ada petugas yang membereskan. Nah, itu ada dua anak yang membantu petugas. Akhirnya saya evaluasi," jelas Coach Bagus.

Menurutnya, sebagai AZA Alpha Boys, sudah seharusnya mereka lebih peka terhadap lingkungan sekitar, sehingga bisa membantu sesamanya.

Baik Kenneth maupun Yogie mengaku belajar banyak selama character building class. Kenneth bilang, dari kelas ini, ia belajar kalau ia harus mengubah diri dari hal-hal kecil dulu. "Misalnya kayak ada orang yang lagi merapikan sesuatu, kita harus spontan bantu," ucapnya.

Sedangkan Yogie justru jadi teringat pelajaran-pelajaran yang ia dapat semasa kecil. Sayangnya, pelajaran-pelajaran tersebut terlupa seiring berjalannya waktu. "Menurutku itu sudah kita dapat waktu kecil, kayak sopan santun, saling bantu. Tapi semakin kita besar, zaman makin modern, kadang kita lupa sama sesuatu sepenting itu yang diajarkan waktu kecil," paparnya. ()

Artikel Terkait
Youthcon
Humble, Aldo Pikat Juri hingga Raih Juara 1 AZA Alpha Boys 2019

Youthcon
Swag! Intip Latihan Dance Hip Hop ala AZA Alpha Boys

Youthcon
3 Performance di Final AZA Alpha Boys Besok Nggak Boleh Kamu Lewatkan