Current Issues

Marcus Rashford dan Akademi Pinggiran Manchester, Fletcher Moss Rangers

Mainmain.id

Posted on October 31st 2019

Striker Manchester United Marcus Rashford tampil gemilang saat timnya menghadapi Chelsea, Kamis dini hari (31/10) waktu Indonesia. Dia memborong dua gol. Dua gol itu yang membunuh langkah Chelsea di Piala Liga Inggris musim ini.

Rashford mencetak gol pada menit ke-25 dan 73. Gol pertama dilesakkan Rashford lewat titik putih. Wasit memberikan penalti untuk United setelah pemainnya Daniel James dilanggar Marcos Alonso.

Chelsea membalas lewat gol Michy Batsuayi. Tapi Rashford jadi mimpi buruk Chelsea dengan melesakkan gol cantik lewat tendangan bebas.

Nah, tim mainmain.id kali ini tak akan sekedar membahas hasil laga itu. Sebab kalian bisa jadi sudah melihatnya. Atau membacanya setelah mendapatkan berbagai notifikasi dari situs berita.

Tim mainmain.id kali ini ingin mengulik Fletcher Moss Rangers. Mungkin bagi yang belum tahu akan bertanya, 'Apa kaitannya Rashford dan klub antah berantah itu?' 'Wah klikbait nih artikel!!'.

Ups tenang, ini bukan klikbait. Tapi, Fletcher Moss Rangers itulah akademi sepak bola yang memoles bakat Rashford pertama kalinya.

Fletcher Moss Rangers merupakan klub di pinggiran kota Manchester. Tepatnya di Didsbury. Daerah itu merupakan suburban yang berada sekitar 7,2 km dari pusat kota Mancester.

Banyak media menyoroti klub ini ketika Rashford memulai debut gemilangnya bersama United 2016 lalu. Apalagi kala itu Rashford langsung mencetak gol.  

Rashford kecil berdiri dua dari kiri

Nah, ternyata banyak bintang muda lahir dari Fletcher Moss Rangers. Selain Rashford, ada juga Wes Brown, Jesse Lingard, Danny Welbeck, Ravel Morrison, dan Tyler Blackett.

Media Inggris Independent pernah mendatangi Fletcher Moss Rangers. Mereka mewawancara Dave Horrocks. Dia Academy Development Officer di Fletcher Moss Rangers.

Akademi sepak bola ini ternyata tak mewah. Bangunan induk kecil.

Dalam tulisan Independent bahkan digambarkan bagaimana beberapa ruangan di akademi ini yang bisa dibilang sangat sederhana.

Bahkan wartawan Independent bisa sempat menemukan adanya ember di tengah ruangan yang diduga itu digunakan untuk mewadahi air yang menetes dari atap.

Di Flecther Moss Rangers semua anak bisa belajar sepak bola. Mereka tidak membeda-bedakan ras. Anak-anak dari keluarga kulit putih maupun kulit hitam bisa belajar di akademi tersebut.

"Saya tidak tahu kenapa di sini banyak juga (anak dari keluarga kulit hitam). Tapi secara demografi hampir rata. 48 persen berasal dari keluarga kulit putih, selebihnya dari keluarga kulit hitam," kata Horrocks.

Fletcher Moss Ranger berdiri 32 tahun lalu. Bermula dari sekelompok anak-anak yang bermain sepak bola di taman Fletcher Moss. Dengan dipandu seorang pelatih muda. "Termasuk saya di antaranya yang bermain waktu itu," ujar Richard Hanson, vice chairman Fletcher Moss Ranger.

Kata Hanson, pelatih muda itu kemudian meninggalkan tim. Akhirnya ayah Hanson mengambil alih tim itu. "Dan mulailah terbentuk tim akademi Fletcher Moss," katanya dalam sebuah wawancara dengan Manchester Evening News.

Hanson mengatakan, akademinya merupakan jalan untuk membangun harapan anak muda, yang tujuannya tak melulu menjadi pemain sepak bola profesional.

"Karena itu di sini kami membantu anak-anak dengan memberikan materi soal social skills, bekerja sama dan membantu sesama," ujarnya.

"Buat saya akademi ini tak sekedar bertujuan mengantarkan anak-anak ke klub profesional. Lebih dari itu," imbuh Hanson.(*)

 

 

 

 
Related Articles
Tech
Instagram Blokir Pengguna yang Melecehkan di DM, Cegah Hate Speech dan Rasisme

Sport
Kalah dari Watford, #OleOut Trending di Twitter

Sport
Kata Dybala, Sosok Cristiano Ronaldo Dibenci di Argentina, Kenapa ya?