Entertainment

REVIEW The Addams Family: Rakyat Assimilation adalah Kita

Delya Oktovie Apsari

Posted on October 26th 2019

Sumber MGM

Film 'The Addams Family' mungkin bercerita tentang keluarga setan dan manusia yang takut pada mereka. Tetapi, tanpa disadari -- atau mungkin sudah sadar namun pura-pura lupa -- antagonis dalam film ini ternyata adalah kita. Ya, warganet yang suka latah, tukang share dan mudah percaya informasi di internet. Ini yang bikin kami suka banget dengan film ini, karena walau kisahnya tentang keluarga setan vs manusia, ternyata sangat relateable dengan kehidupan nyata.

'The Addams Family' mengisahkan kehidupan usai pernikahan Gomez (Oscar Isaac) dan Morticia Addams (Charlize Theron). Morticia capek berurusan dengan manusia yang nggak bisa chill tiap ketemu mereka. Apalagi, setelah manusia merusak acara pernikahannya dengan Gomez. Alasan para manusia adalah, ya mereka setan. Tidak bisa hidup berdampingan dengan manusia. Morticia pun memohon pada Gomez supaya mereka bisa hidup di suatu tempat terpencil, jauh dari jangkauan manusia. Sampailah mereka pada sebuah rumah sakit jiwa kosong yang berhantu di New Jersey.

Mereka hidup 13 tahun lamanya di sana, dan memiliki anak bernama Wednesday (Chloë Grace Moretz) serta Pugsley (Finn Wolfhard). Permasalahan muncul ketika di dekat tempat tinggal mereka, seorang pembawa acara TV bernama Margaux Needler ingin menjual rumah-rumah di kotanya. Ia bertekad membangun sebuah masyarakat sempurna yang disebut 'Assimilation'.

Sumber San Diego Entertainer Magazine - Margaux Needler (kanan), pembawa acara televisi yang ingin menghancurkan The Addams Family.

Well, secara genre, 'The Addams Family' memang mengangkat horor-komedi. Banyak adegan-adegan maupun dialog yang mengocok perut. Bagaimana tidak, gemas sekali melihat tingkah Pugsley yang hobinya merakit bom lalu meledakkan separuh rumahnya, atau Wednesday yang suka memanah pamannya sendiri. Tapi, tentu bukannya dimarahi, mereka justru dipuji. Namanya juga The Addams Family.

Meski begitu, film ini tetap memiliki kedalaman pesan yang lumayan, tapi dibawakan secara ringan.

Siapa sih, manusia yang nggak gelagapan kalau ketemu setan? Para manusia di sini pun diperlihatkan selalu ketakutan ketika The Addams Family hadir. Apalagi, mereka punya kebiasaan-kebiasaan aneh -- memelihara singa, makan ampas kopi, atau memutar kepala 360 derajat. Sampai di sini, sepertinya masih bisa dipahami kenapa rakyat Assimilation takut dengan keberadaan The Addams Family.

Sayangnya, mereka tak berhenti di rasa takut. Sang tokoh antagonis, Margaux Needler, rupanya punya tujuan lebih jahat; menghancurkan rumah The Addams Family. Untuk melancarkan rencananya tersebut, ia memengaruhi warga Assimilation lewat sebuah grup chat. Needler pura-pura jadi orang lain, dan menyebarkan kabar-kabar hoaks tentang The Addams Family.

Mulai dari sini, terasa kesamaan antara warga Assimilation dengan kita.

Tanpa mengecek kebenarannya, atau bahkan berkenalan dengan keluarga tersebut, warga menelan mentah-mentah informasi dari 'tetangga' mereka itu. Berbagai hoaks disebarkan dan dipercaya begitu saja, tanpa ada proses pikir panjang maupun konfirmasi ke pihak yang sedang dijadikan bahan rasan-rasan. Tak perlu jauh-jauh ke sana, deh. Mereka bahkan tidak tahu siapa sebenarnya orang yang menyebarkan hoaks tersebut! Terasa familiar?

Kepercayaan yang tergesa-gesa itu akhirnya membuahkan aksi tercela -- menghancurkan rumah The Addams Family dengan melempar batu-batu super besar. Kalau sudah begini, sebenarnya yang setan siapa, ya?

Film ini berakhir bahagia. Warga menyadari bahwa The Addams Family adalah sebuah keluarga. Sama saja dengan mereka, hanya berbeda fisik dan kebiasaan saja. Tetapi, menuju ending, Wednesday mengatakan, kalau sebenarnya manusia punya kebiasaan-kebiasaan ganjil yang tidak ia pahami. Jadi, mereka sesungguhnya sama absurdnya. Atau, sesungguhnya, sesuatu itu hanya ganjil karena kita nggak paham saja. Kalau sudah paham, seperti warga Assimilation yang akhirnya sadar kalau The Addams Family nggak jahat -- ya sekadar berbeda saja -- rasanya nggak bakal terjadi hal-hal ekstrim sampai menghancurkan sebuah rumah.

Selain pesan-pesan soal Bhinneka Tunggal Ika, 'The Addams Family' juga menuturkan kisah kompleksnya hubungan orang tua dan anak. Meski pesan-pesan yang dibawa cukup berat, 'The Addams Family' berhasil menyampaikannya dengan luwes, kocak, tak terduga dan 'menakutkan'. Ah, jadi nggak sabar menunggu sekuelnya pada 22 Oktober 2021 nanti. ()

 
Related Articles
Entertainment
5 Sutradara Muda Favorit Bong Joon-Ho

Entertainment
Sinopsis 'The Turning', Kisah 2 Anak dan Rumah yang Penuh Teror

Entertainment
REVIEW: 'Star Wars: The Rise of Skywalker' Jawab Pertanyaan Film Sebelumnya