Current Issues

24 Oktober, Lahirnya Ikatan Dokter Indonesia Sekaligus Hari Dokter Nasional

Delya Oktovie Apsari

Posted on October 24th 2019

Sumber idionline.org: IDI menggelar diskusi publik yang membedah persoalan penyebab kematian

 

Bulan Oktober memang bulan yang penuh keistimewaan. Setelah kemarin kita merayakan Hari Santri Nasional, kini giliran para dokter yang mendapat kebahagiaan. Ya, setiap tanggal 24 Oktober, diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Kamu pasti penasaran, kenapa, sih, kok tanggal 24 Oktober? Memangnya ada kejadian apa di tanggal tersebut? Kalau begitu, kita harus flashback 69 tahun yang lalu.

69 tahun yang lalu, tepatnya 24 Oktober 1950, sebuah organisasi kedokteran meresmikan dirinya sebagai Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dilansir dari situs resmi idionline.org, perhimpunan dokter ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum tahun diresmikannya IDI. Nama awalnya adalah Vereniging van lndische Artsen. Lalu pada 1926, berubah menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VIG). Perubahan nama ini menurut sekretaris VIG yang menjabat selama 11 tahun, Prof. Bahder Djohan, dikarenakan timbulnya rasa nasionalisme para dokter. Sebab, waktu itu, dokter pribumi dipandang sebelah mata. Mereka berada di kasta kedua setelah dokter penjajah.

Kemudian, pada masa pendudukan Jepang di tahun 1943, VIG dibubarkan. Ia berganti nama lagi menjadi Jawa izi Hooko-Kai. Tak lama, lahirlah nama IDI. Meski nama IDI sudah digunakan, dasar hukum organisasi mereka baru didapat pada 24 Oktober 1950. Dr. Soeharto yang merupakan Dewan Pimpinan Pusat IDI saat itu, menghadap notaris bernama R. Kadiman untuk memperoleh dasar hukum berdirinya IDI. Kata ‘ikatan' yang terdapat dalam nama perkumpulan ini merupakan usul yang dikemukakan Dr. R. Soeharto. Dalam periode pengurusan IDI ini, Dr. Tan Eng Tie (bendahara IDI enam kali berturut-turut) ditugaskan membeli gedung IDI di Jalan Sam Ratulangi, Jakarta dari seorang Warga Negara Belanda seharga Rp 300.000. Hingga kini, gedung tersebut masih menjadi markas besar IDI.

Selama 69 tahun berdiri, IDI sudah berganti ketua umum 22 kali. Ketua umum dengan masa jabatan 2018-2021 adalah dr. Daeng M. Faqih.

Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Kalung Virus Shut Out Bisa Lawan Coronavirus?

Current Issues
Jual Burger Bentuk Coronavirus, Restoran di Hanoi Vietnam Laris Manis