Sport

Como 1907, Klub Seri C Italia yang Dibeli Grup Djarum

Shava

Posted on October 19th 2019

Klub kasta ketiga Italia, Como 1907 resmi menjadi milik SENT Entertainment. Menurut laporan La Provincia di Como, SENT Entertainment merupakan perusahaan berbasis di London, dimiliki Grup Djarum. Iya Djarum, perusahaan rokok asal Kudus, Indonesia.

Sebelumnya, pada 5 April lalu, laman La Provincia di Como menulis artikel tentang investor baru Como. “Como ada di tangan orang asing. Orang terkaya Indonesia menjadi pemilik saham mayoritas,” begitu bunyi judul yang mereka unggah.

Pada bulan yang sama, Football Italia juga memuat sebuah ulasan tentang Como. Mereka berhasil mewawancarai Michael Gandler Managing Director Sent Sport. Gandler mengungkap rencana inovatif mereka untuk Como.

Dibandingkan dengan Juventus atau AC Milan, pamor Como memang tidak 'wah'. Mereka lebih sering berkutat di kasta bawah. Saat ini mereka berada di seri C. 

Meski saat ini menghuni seri C, tapi Como 1907 pernah menapaki kasta tertinggi Italia, Seri A. Tepatnya pada 1949-1950. Sejumlah pemain Como juga kerap menjadi bintang. Beberapa pemain yang pernah merasakan bermain untuk Como antara lain Paolo Rossi, Pietro Vierchowod, Marco Simone, hingga Gianluca Zambrotta. Semua nama-nama itu pernah merasakan berkostum timnas Italia.

Sayangnya, Como 1907 acap kali bermasalah dengan keuangan. Como dinyatakan gulung tikar pada musim 2015-2016. Sebelum dibeli oleh Grup Djarum, Como pernah dimiliki oleh aktor Hollywood, George Clonney. Saham klub ini juga pernah dibeli oleh Akosua Puni Essien, istri mantan pemain Chelsea dan Persib Bandung, Michael Essien.

Menurut laman Money.it, SENT Entertainment membeli saham Como dengan harga hampir EUR 2 juta. Harga itu termasuk utang. Jika dikonversi ke rupiah sekitar Rp 31 miliar.

Walaupun sudah dibeli oleh orang terkaya nomor satu di Indonesia, Como tak akan disulap seperti Manchester City atau Paris Saint-Germain. “Ini memang investasi. Tapi dengan pendekatan tradisional. Kami akan memproduksi pemain untuk tim utama Como agar bisa menembus Serie A,” jelas Gandler kepada Football Italia.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha Indonesia telah membeli klub luar negeri. Erick Thohir pernah menjadi pemilik Inter Milan, dan DC United. Grup Bakrie telah mengakuisisi CS Vise (Belgia), dan Brisbane Roar (Australia). Sedangkan Tranmere Rovers (Inggris) dimiliki sahamnya oleh Santini Group. Semoga ke depan makin banyak lagi orang Indonesia membeli klub di luar negeri.(*)

 
Artikel Terkait
Sport
Cristiano Ronaldo Jadi Pemain Terbaik di Liga Italia

Sport
Kontrak Habis 2022, Ronaldo Bakal Dijual Juventus Musim Depan?

Sport
Liga Tanpa Penonton Bikin Performa Pemain Meningkat