Current Issues

Awkarin Buktikan 'Seleb Medsos' juga Garang di Dunia Nyata

Surya Dipa Nusantara

Posted on October 13th 2019

24 Oktober 2019, sebuah gerakan demonstrasi mahasiswa besar terjadi. Kata sejumlah orang, terbesar setelah 1998. Terjadi serentak di seluruh Indonesia. Persis yang terjadi saat 1998. Btw, saat peristiwa 1998 terjadi kalian sudah lahir belum ya?

Tak seperti tahun 1998, aktor yang turut turun ke jalan pun kali ini beragam. Mulai dari mahasiswa hingga selebriti media sosial. Salah satu nyalaknya yang paling nyaring adalah pemilik akun Awkarin. Nama aslinya Karin Novilda. 

Lewat akun media sosial yang followersnya lebih dari satu kecamatan itu, ia aktif memberi edukasi pada 'umat'-nya.

Tak hanya bertahan di menara gadingnya, Awkarin juga turun ke jalan, panas-panasan. Awkarin and the gank, bagi-bagi nasi kotak dan air minum sebagai bentuk dukungan kepada peseta aksi.

Selain itu, agar followers-nya tahu apa yang tengah mbak Karin perjuangkan, ia juga berbagi pengetahuan tentang tujuh desakan dari teman-teman mahasiswa.

Tentu saja, aksi dari Awkarin menuai respon. Sebagian, mengatakan bahwa Awkarin hanya memanfaatkan momentum. But wait! Rupanya, aksi aktivisme Awkarin tak hanya berhenti di hari itu saja.

Beberapa hari kemudian, setelah aksi bertajuk #ReformasiDikorupsi itu meredup, Awkarin juga aktif menggalang dana bantuan untuk korban bencana di Maluku. Dan ia juga turut dalam kampanye soal Climate Change Strike dengan menanam pohon.

Tak hanya rela skin care-nya luntur panas-panasan ikut aksi, Awkarin juga rela kotor-kotoran dan peduli terhadap nasib bumi yang semakin memburuk ini.


Keseriusan Awkarin untuk turut sebagai penyambung lidah rakyat milenial, juga semakin tampak. Bahkan, ia juga turut angkat bicara tentang dosa Indonesia, tentang pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia). Saat kabar tentang Wiranto, sang Kemenpolhukam, ditusuk oleh seseorang tak dikenal, dengan Kunai, Awkarin pun ikut mengomentari aksi itu.

Di satu sisi, ia mengutuk aksi penyerangan itu. Namun disisi lain, ia juga berdoa agar Wiranto lekas sembuh, dan menuntaskan dosa politiknya. Dosa itu adalah soal pelanggaran HAM, penghilangan nyawa secara paksa dan beberapa rentetan peristiwa dalam rentang 1998 hingga 2019.


Awkarin tampak tak takut berkicau soal hal itu. Padahal sebelumnya beberapa aktivis yang membicarakan hal serupa dilaporkan ke polisi. Dituduh dengan pasal menebarkan kebencian bernafaskan SARA (Suku, Agama dan Ras). Aktivis-aktivis yang kena jeratan pasal karet itu antara lain drummer Superman Is Dead, JRX hingga fotografer sekaligus aktivis, Bhagavad Sambadha.

Dalam cuitannya, Awkarin menunjukan keberaniannya yang tak setengah-setengah dalam membela demokrasi. Ia tetap teguh bergerak dalam senyap. Awkarin menepikan cibiran demi cibiran, dan terus berjalan untuk memperjuangkan kemanusiaan.

Kesadaran Awkarin harapannya dapat menjadi trigger untuk kita, milenial lainnya. Jangan mau dituding sebagai generasi skeptis. Sebab, masa depan, berada di tangan kita. Milenial bersatu tak bisa dikalahkan~

 
Related Articles
Current Issues
Mengenal Lebih Jauh "Credit" dari Perseteruan Awkarin vs Ilustrator

Opinion
Titik Jenuh Menggunakan Medsos

Interest
Kampus Ini Adakan Mata Kuliah Untuk Jadi Selebgram