Sport

10 Tahun Berjuang, Akhirnya E-Sports Diakui Pemerintah Sri Lanka

Drian Bintang

Posted on October 10th 2019


Source sea.ign.com: Tim E-sports asal Sri Lanka akhirnya diresmikan oleh Menpora

Perjuangan pemain e-sports yang ada di Sri Lanka membuahkan hasil. Menpora Sri Lanka (Ministry of Sports) Harin Fernando akhirnya resmi mengakui e-sports sebagai bagian dari olahraga resmi di negaranya. Butuh 10 tahun pemain e-sports di Sri Lanka memperjuangkan pengakuan tersebut.

Yup, terhitung sudah 10 tahun perkumpulan e-sports pertama yang dibuat di Sri Lanka memperjuangkan pengakuan dari pemerintah. Perkumpulan itu bernama Sri Lankan Esports Association (SLESA). Selama itu pula, mereka sudah mengupayakan agar apa yang mereka gemari itu mendapatkan pengakuan dari negara. Dengan harapan, pemerintah juga peduli, dan turut mensupport pemain yang berprestasi dari Sri Lanka.

Source sea.ign.com: tim e-sport Sri Lanka mengikuti pertandingan.

Pengakuan dari negara ini ada andil besar yang SLESA. Pada Asian Games 2018 lalu, mereka membantu pihak pemerintah dalam mengirim representasi negaranya untuk bertanding di cabang e-sports. Saat itu, e-sports hanya diakui sebagai olahraga demonstrasi, alias masih belum resmi terpilih menjadi cabang olahraga (cabor).

Diresmikannya e-sport sebagai cabor di Sri Lanka membuat negara ini berkesempatan besar untuk berpartisipasi di SEA Games 2019 yang dilakukan di Filipina, Desember mendatang. Sri Lanka kini bergabung di jajaran negara yang juga mengakui e-sport sebagai cabor. Seperti di Perancis, Finlandia, Kazakstan, dan China. Di Asia Tenggara sendiri, apa yang dilakukan Sri Lanka juga merupakan sebuah pencapaian besar.

Bagaimana sih iklim e-sports di Sri Lanka?

Seperti halnya negara-negara lain, di Sri Lanka juga ada sejumlah tim e-sports. Salah satu yang tenar adalah Maximum Esports. Tim ini dibentuk pada 2008 lalu. Tepatnya pada 27 Juni 2008. Meskipun kala itu e-sports masih belum disahkan oleh pemerintah, namun mereka masih tetap menawarkan anggotanya untuk berkarir menjadi atlet profesional.

Untuk menjadi atlet e-sports di Maximum tak seperti di kebanyakan negara yang mengisyaratkan banyak persyaratan. Di Maximum setiap orang boleh mendaftar menjadi atlet. Mereka bahkan memberikan tanda register di website resminya. Artinya, tim ini memang siap menerima siapa pun yang berminat menjadi atlet profesional e-sport. 

Divisi yang ada di Maximum tergolong tidak lumrah. Terutama bagi tim yang ada di negara di Asia Tenggara. Sebab, mereka tidak memiliki divisi di bidang game mobile. Seperti Mobile Legends: Bang-bang, Arena of Valor, PUBG, atau FreeFire Garena. 

Tim ini justru lebih berfokus ke permainan-permainan di konsol. Seperti FIFA 18, Call of Duty Modern Warfare, CSGO,Dota 2, Injustice 2, Overwatch, Rainbow Six Siege Tom Clancy, Special Force 2, dan Tekken 7.

Hal yang sama juga terjadi di tim Noob Alliance. Meskipun memiliki pilihan tim yang lebih banyak. Mereka hanya memiliki satu divisi tim di bidang mobile. Itu pun permainan yang jarang diadu dalam kancah internasional, yakni Clash Royale.()

 

 

 

Related Articles
Sport
Flash Wolves Bikin Turnamen Sekaligus Rekrutmen Tim PUBG

Sport
IESPA Cari Atlet E-Sport Untuk SEA Games 2019!

Sport
Impor Pemain Amerika Serikat demi Persiapan M1 World MLBB