Sport

#BoycottBlizzard Trending Gegara ada Atlet yang Pro Demo Hongkong

Drian Bintang

Posted on October 9th 2019

Demo di Hongkong ternyata merembet juga ke arena e-sports. Ini setelah developer game Blizzard membatalkan kemenangan seorang atlet e-sports yang menyuarakan perjuangan demonstran di Hongkong. Pembatalan ini pun berbuntut panjang. Tagar #BoycottBlizzard pun muncul dan trending di dunia maya.

Atlet e-sports yang kemenangannya dibatalkan itu adalah Ng Wai Chung. Dia adalah atlet Hearthstone profesional. Chung, menang di pertandingan Hearthstone Grandmaster yang diadakan oleh Blizzard. Pemain ini, menggunakan user Blitzchung selama bermain. Setelah melawan lawan terakhirnya, Chung dinyatakan menang dan resmi mendapatkan USD 10 ribu.

Namun, impian Chung untuk mendapatkan uang segebok justru pupus. Penyebabnya, apa yang dia lakukan di akhir livestream yang menyiarkan pertandingannya. 

Chung meneriakan ”Liberate Hong Kong, revolution of our times”. Teriakan tersebut dilakukan setelah Chung mencopot masker gas dan goggle yang dia pakai selama pertandingan.

source hongkongfp.com: Ng Wai Chung

Ya, sejak awla permainan Chung memang mengenakan aksesoris yang sering dipakai oleh demonstran di Hongkong. Hal ini, dia lakukan demi menunjukkan dukungannya terhadap para demonstran Hongkong yang sampai terus demo menuntut sejumlah hal terkait kebijakan pemerintah. 

Chung menggunakan masker dan goggle. Mirip yang digunakan para demonstran yang digunakan untuk mengantisipasi gas air mata yang dilempar aparat.

Blizzard punya alasan pembatalan kemenangan Chung. Mereka menyebut Chung melanggar aturan yang dibuat. Yup, memang Blizzard memiliki aturan tertulis bahwa setiap pemain --yang ikut livestream-- tidak boleh melakukan public disrepute. Alias melakukan penghinaan secara publik, kepada siapa pun atau badan apa pun. Nah, apa yang dilakukan oleh Chung tersebut dikategorikan oleh Blizzard sebagaipenghinaan publik.

source hongkongfp.com : Permainan Heartstone

Berita pembatalan kemenangan Chung pun menggema ke seluruh penjuru dunia. Penggemar Blizzard, ramai-ramai melakukan boikot terhadap perusahaan game favorit mereka itu.

Mereka tak terima ketika kebebasan untuk mengutarakan pendapat seorang pemain e-sports diciderai. Boikot sendiri dilakukan dengan berbagai macam hal. Beberapa di antaranya adalah dengan membatalkan semua subscription dan transaksi yang mereka lakukan di Blizzard.

Beberapa dari mereka bahkan berhenti memainkan permainan yang diproduksi oleh Blizzard. Ada pula yang melakukan aksi dengan mencuit di sosial media dengan tagar #BoycottBlizzard. 

source hongkongfp.com : Protestan di Hongkong

Sementara itu, Chung menyebut keputusan Blizzard sangat mengecewakan. Chung menyebut keputusan itu menciderai karir e-sport yang telah dibangun 4 tahun belakangan. 

Chung mengkau sudah mengorbankan semua waktunya bermain dan belajar. Mengingat saat ini, Chung sendiri merupakan seorang mahasiswa aktif di sebuah universitas di Hongkong.

”Keputusan ini seolah menghabiskan waktu empat tahun secara percuma. Tapi saat ini saya memiliki hal penting yang harus diperjuangkan. Jika kita kalah dalam gerakan ini, maka Hongkong akan benar-benar berakhir,” ucapnya dikutip dari straitstimes.com.

Menurut Bloomberg, Blizzard dipegang oleh Activision Blizzard. Ini merupakan orang tua perusahaan dari Blizzard. Perusahaan tersebut dimiliki salah satu perusahaan game besar di Tiongkok, Tencent.

Nah, sebagaimana diketahui bersama, Tiongkok keberatan dengan tuntutan para demonstran di Hongkong selama ini. Diduga, Tencent mendapat tekanan dari pemerintah Tiongkok terkait sikap Chung yang mendukung gerakan demonstan Hongkong. Menurut kalian fair tidak tindakan Blizzard terhadap Chung? tulis di kolom komentar ya...

 
Related Articles
Sport
#BoycottBlizzard Makin Meluas, Developer Game Ikut Berbicara

Sport
Are You Ready for e-Sport?

Opinion
We Want Justice in The Road!

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI