Pop-Sci

5 Lagu ini Didedikasikan untuk Mereka yang Alami Penyakit Mental

Surya Dipa Nusantara

Posted on October 9th 2019

Kami menyusun lima lagu yang ditulis oleh musisi dari berbagai genre untuk merespon isu kesehatan mental. Narasi yang mereka bawakan pun juga beragam.

Ada yang menceritakan secara personal tentang pengalamannya didera depresi. Ada juga yang merekam sebuah kisah, dan menyulam harapan kejadian naas serupa tak akan kembali terjadi. Berikut adalah lima lagu yang akan menjadi pengingat di saat kalian sedang rapuh.

1. La Dispute – Edward Benz, 27 Times 

Lagu ini bercerita tentang sebuah kisah nyata yang dialami oleh orang di sekitaran La Dispute, sebuah band post-hardcore asal Amerika. Di nomor ini, mereka bercerita tentang sebuah kasus pembunuhan seorang ayah yang ditikam 27 kali oleh putranya yang mengidap Schizofernia.

La Dispute dalam lagu ini mengajak siapa saja yang tengah berjuang melawan kesehatan mental untuk berani terbuka agar tak ada lagi kejadian serupa.

 

2. Pink Floyd – Shine On You Crazy Diamond 

Sebuah band legendaris yang dimotori oleh Syd Barret dan David Gilmour pernah berada di masa tersuramnya. Vokalis mereka, Syd, terkena gangguan psikis akibat ketergantungan dengan obat-obatan terlarang.

Saat itu, ia terpaksa harus angkat kaki agar langkah Pink Floyd tak terhenti. Di lagu ini, Gilmour memberi pesan pada sahabatnya terkasih, Syd, agar lekas keluar dari jurang hitam narkotika. Ia menulis sebuah pesan di akhir lagu Come on you boy child/ You winner and loser/
Come on you miner for truth, for delusion, and shine!

 

3. Shawn Mendes – In My Blood 

Karir solois ini telah bersinar sejak usia belia. Hidup bergemilang sorotan lampu, Shawn justru merasa lelah. Ia sempat mengalami depresi akut karena merasa telah kehilangan tahun-tahun terbaiknya.

Di lagu ini, ia tak lagi membual perkara cinta. Justru, Shawn menuliskan sesuatu yang sangat personal. Hal itu, ia racaukan di bagian reff lagu ini. Sekaligus, ia juga menulis agar tak menyerah dengan keadaan psikisnya. "Help me, it's like the walls are caving in / Sometimes I feel like giving up / But I just can't /It isn't in my blood."

 

 

4. The Beatles – Yer Blues

Mungkin, nasib lagu ini tak bersinar laiknya Hey Jude atau Eleanor Rigby. Namun, ini adalah nomor paling fenomenal dari seluruh karya The Beatles.

John Lennon menyebut ini adalah lagu paling murung yang ia ciptakan. Bahkan, ia mengatakan lagu tergelap The Beatles. Lagu ini ditulis oleh Lennon untuk menguatkan dirinya sendiri agar tak bunuh diri.

Saat itu, ia terpapar depresi akut saat menulis album. Dalam album yang dirilis tahun 1968 itu, ia menyisipkan Yer Blues agar album teranyarnya terasa jujur dan sedikit mewakili kondisinya di hari itu.

 

5. Manic Street Preachers – 4st 7lb

Dalam album The Holy Bible, Manic Street Preacher banyak menceritakan tentang kondisi gitarisnya, Richey Edward, yang kian memburuk. Sang gitaris, divonis menderita beberapa gangguan mental. Salah satu yang paling mengerogotinya adalah Anoreksia.

4st 7lb adalah batas bobot tubuh Edward. Di bawah itu, nyawanya akan melayang. Sekaligus di lagu ini, mereka melakukan kritik terhadap media yang mengatur ideal tubuh seseorang secara satir.

Bagi mereka, hal itu adalah pembunuhan perlahan terhadap kebebasan manusia. Album ini sekaligus menjadi karya terakhir dari Edward. Pada 1 Februari 1995, menghilang secara misterius. Dan pada 23 November 2008, ia ditemukan meninggal dunia akibat penyakit mental yang dideritanya.

 

Baca juga artikel-artikel lain terkait mental health:

1. Punya Masalah Kejiwaan? Tenang, 3 Website ini Punya Layanan Gratis

2. Seniman Dengan Mental Ilness yang Berhasil Taklukan Dunia Seni Rupa

 

 
Related Articles
Pop-Sci
Punya Masalah Kejiwaan? Tenang, 3 Website ini Punya Layanan Gratis

Pop-Sci
3 Seniman Dengan Mental Ilness yang Berhasil Taklukan Dunia Seni Rupa

Pop-Sci
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI