Entertainment

Jalan Terjal Kucumbu Tubuh Indahku di Ajang Oscar 2020

Surya Dipa Nusantara

Posted on October 8th 2019

Nama Indonesia kembali berkibar lewat sinema. Film besutan sutradara kawakan, Garin Nugroho, Kucumbu Tubuh Indahku mewakili Indonesia di perhelatan Oscar. Kucumbu Tubuh Indahku lolos setelah melewati proses kurasi ketat bersama dengan dua film Indonesia lain, 27 Steps of May (Ravi Bharwani, 2019) dan Ave Maryam 9 (Robby Ertanto, 2019).

Seperti halnya pemutarannya di sejumlah daerah di Indonesia, jalan terjal juga bakal dihadapi Kucumbu Tubuh Indahku di ajang Oscar. Sebab, film-film keren, besutan sutradara kaliber internasional juga turut berkelindan di kategori foreign language. Salah satu nama legendaris yang turut nimbrung adalah Pedro Almadovar.

Ia adalah sutradara legendaris asal Spanyol. Tahun ini ia kembali terpilih menjadi nominasi Oscar lewat film teranyarnya yang bertajuk Pain and Glory. Dibintangi Antonio Banderas, film ini meraih best actor di Cannes International Film Festival 2019. 

Selain itu, lawan berat lain dari Kucumbu Tubuh Indahku juga berasal dari film karya Bong Joon-Ho. Ia adalah sutradara film Parasite yang baru saja memenangkan Palme D'or, puncak pengharagaan di Cannes International Film Festival, Perancis.

Bahkan seorang kritikus film The Guardian, Katey Rich mengatakan bahwa besar kemungkinan Bong Joon-Ho akan mengukir sejarah baru. Meskipun ini adalah film pertama Korea Selatan yang lolos di Oscar, namun kepiawaian Bong Joon-Ho meramu komedi-komedi satir yang membahas tentang kemiskinan adalah ide brilian.

Bagi dia, sungguh mustahil bahwa juri tak memiliki ketertarikan yang sama seperti yang penonton rasakan. Bagi Katey, siapapun akan merasa sulit untuk berhenti menonton Parasite. Bagi dia metafora tentang perjuangan kelas dan wajah bopeng Korea Selatan tak banyak diketahui oleh dunia. Di situlah letak daya magis film Parasite. Maka, ia menjagokan bahwa Parasite memiliki kans yang besar untuk menjadi best foreign language di ajang Oscar tahun ini. 

Kucumbu Tubuh Indahku sendiri menambah daftar panjang karir moncernya sineas Indonesia di gelanggang sinema dunia. Pada 2017 lalu, film Indonesia lain yang berjudul Turah (Wicaksono Wisnu, 2017) juga berhasil lolos nominasi Oscar untuk kategori foreign language. Namun sayang, ia belum beruntung. Film Wicaksono ditumbangkan oleh film garapan sutradara asal Iran, Ashgar Farhadi, The Salesman.

Kegemilangan film Kucumbu Tubuh Indahku tak banyak mendapat sorotan dari publik tanah air. Bahkan, film itu sempat beberapa kali dipersekusi oleh ormas karena dianggap menyimpang dan tabu. Bahkan, ada tudingan film ini adalah kampanye soal LGBT. Padahal, tidak.

 

Film Kucumbu Tubuh Indahku bercerita tentang seorang penari lengger lanang bernama Juno. Ia, sejak kecil ditinggal oleh ayah dan ibunya dan hidup sebatang kara.

Menjalani hari-hari sebagai kaum papa, Juno kemudian diasuh di sebuah sanggar tari. Sejak saat itu, Juno dan tari tak pernah berpisah. Bahkan, ia memilih penari sebagai jalan pedang hidupnya.

Tarian lengger inilah yang kemudian membuka petualangan hidup seorang Juno. Mulai menjadi lengger, penjahit, menjadi gemblak—istri seorang Warok— hingga menjadi kekasih seorang petinju.

Sebenarnya, kisah Juno diadaptasi oleh pengalaman personal seorang penari lengger lanang bernama Rianto. Garin, terinspirasi kehidupan penuh onak dan duri milik Rianto yang masa kecilnya kerap didera represi karena pilihannya untuk merayakan tubuhnya.

“Tubuh kita ini menyimpan ingatan. Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma-traumanya tersendiri yang bukan hanya personal, tapi juga merupakan representasi sosial dan politik yang dialami seorang individu," kata Garin.

Perjalanan panjang Juno yang getir menjadi inspirasi kisah Garin dalam film terakhirnya ini. Ia, sudah mengetahui bahwa film ini kelak akan menghadapi berbagai rintangan.

Ini adalah kali kedua seorang Garin mencicipi animo persaingan di Oscar. Pada tahun 1998, filmnya yang berjudul Daun di Atas Bantal juga sempat dikirimkan ke sana, namun belum beruntung.  Semoga saja, Kucumbu Tubuh Indahku akan membawa sinema independen Indonesia ke podium yang lebih tinggi.

Meskipun Indonesia tak pernah sekalipun lolos menjadi 10 film terbaik di kategori ini, jangan berkecil hati. Siapa sangka, perjalanan Juno sang lengger lanang dapat memikat mata juri di perhelatan Oscar nanti? Mari kita doakan semoga pada 10 Desember 2019 mendatang film Indonesia bisa lolos 10 film terbaik di ajang Oscar.() 

 

 

 

Related Articles
Entertainment
6 Film Horor Ini Siap Hantui Akhir Tahun Kalian

Entertainment
Robin Hood: Tampilkan Banyak Aksi Tanpa Basa-Basi

Entertainment
Tonton 3 Film Ini Jika Kalian Ingin Tahu Makna Dari Patah Hati

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI