Pop-Sci

3 Seniman Dengan Mental Ilness yang Berhasil Taklukan Dunia Seni Rupa

Surya Dipa Nusantara

Posted on October 8th 2019

Film Joker mengajarkan kita terhadap banyak hal. Termasuk peduli akan kesehatan mental. Nah, di Indonesia, isu kesehatan mental masih menjadi hal tabu untuk dibicarakan. Padahal itu cukup berbahaya. Karena, kemungkinan terburuk dari tragedi ini adalah bunuh diri.

Memasuki Oktober, mulai tanggal 6-12 ini kita akan memperingati Mental Illness Awarness Week. Satu pekan penuh, mari rangkul kawan-kawan kalian, dan mari berbagi kasih sayang.

Buat kalian yang tengah menderita kesehatan mental, jangan malu untuk coming out ke sekitar. Mungkin juga kisah-kisah di bawah ini bisa sedikit membantu kalian. Bahwa, kreativitas dan kesenian adalah salah satu jalan untuk meditasi. Berikut adalah seniman yang memiliki masalah kesehatan psikis, namun karyanya abadi dan magis. Siapa saja? Simak di bawah ini.

 1. Van Gogh (1853-1890)

 

Berbicara tentang seni rupa dunia tanpa membicarakan lukisan Starry Night adalah hal yang tidak mungkin. Sebuah lukisan berwarna biru tua dengan tekstur spiral itu, membawa nama Vincent William Van Gogh, seorang pelukis dari Belanda, terpacak di sejarah seni rupa dunia.

Anak dari Anna Cornelius itu, sempat terserang berbagai depresi karena patah hati. Ia sampai mengiris telingganya sendiri, berjalan ratusan kilometer hingga kaki berdarah, dan membakar lukisan-lukisannya karena ia anggap tak berguna.

Pelukis yang kelak akrab dikenal dengan Van Gogh ini harus bergulat dengan bipolar disorder. Ia bahkan sempat bolak-balik dibuat putus asa dengan penyakit mental yang dideritanya.

Namun, belakangan justru ia berdamai dengan dirinya dan menjadikan bipolar sebagai salah satu dorongan dalam menyelesaikan lukisannya. Kini, karya-karya Van Gogh abadi dan tersimpan rapi di museum pribadinya, yang bernama Van Gogh Museum di Amsterdam, Belanda.

 

2. Edvard Munch (1863-1944)

Jika kalian pernah melihat sebuah lukisan dengan wajah seorang berteriak ditengah langit merah, itu adalah karya Edvard Munch. Bahkan, beberapa kali lukisannya dikaitkan dengan sejarah Indonesia.

Sebagian, menyebut bahwa Edward terinspirasi dari letupan Gunung Krakatau di abad ke-19, yang memerahkan langit seluruh dunia. Ada juga yang berangapan lukisan itu menarasikan kejiwaan Edward yang terguncang, pasca meninggalnya sang adik dan ibu dalam saat yang hampir bersamaan.

Namun, Edvard meluruskan segala mitos itu, bahwa lukisan bertajuk The Scream itu terinspirasi dari kesehatan mentalnya pasca melewati perang dunia kedua. Saat itu, ia tengah berada dalam keadaan terpuruk, menjalani hari-hari dengan penuh ketakutan, yang kemudian menjadikan mental Edvard terpapar trauma akut. Tapi, berkat lukisan ini nama Edvard Munch melejit.

 

3. Frida Kahlo (1907-1954)

Dari daratan Meksiko, nama pelukis sekaligus aktivitas kemanusiaan, Frida Kahlo mulai dikenal. Perempuan bernas yang telah mengidap penyakit polio sejak berusia 6 tahun ini, membuka mata dunia lewat karya lukisnya yang bertajuk Self-Potrait.Pasca mengalami kecelakaan hebat, Frida mengalami trauma, dan menarik diri dari kehidupan sosialnya.

Sebagai seorang seniman, karya-karya Frida cenderung personal. Berkat masa-masa gelap yang dilaluinya, Frida sukses mengabadikan namanya di gelanggang seni rupa dunia lewat goresan-goresannya yang emosional. Frida berhasil meruntuhkan traumannya dengan menjadikan lukisan sebagai medium ekspresi pembebasan diri.

Baca juga artikel-artikel lain terkait mental health:

1. Punya Masalah Kejiwaan? Tenang, 3 Website ini Punya Layanan Gratis

2. 5 Lagu ini Didedikasikan untuk Mereka yang Alami Penyakit Mental

Related Articles
Pop-Sci
5 Lagu ini Didedikasikan untuk Mereka yang Alami Penyakit Mental

Pop-Sci
Punya Masalah Kejiwaan? Tenang, 3 Website ini Punya Layanan Gratis

Pop-Sci
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI