Sport

Piala Presiden akan Berlangsung tanpa Mobile Legends

Drian Bintang

Posted on October 5th 2019

 

Support pemerintah dalam dunia e-sport kali ini memang bisa diacungi jempol. Diadakannya Piala Presiden pada 2018 lalu merupakan salah satu hal yang harus diapresiasi.

Namun kali ini, event e-sports terbesar yang digelar pemerintah itu menuai banyak protes dari penggemarnya di Indonesia. Sebab, untuk pertama kalinya, mereka tidak akan mengikutsertakan permainan e-sport yang memiliki cukup pemain di Indonesia. Mobile Legends: Bang-bang.

Padahal tahun lalu, permainan besutan Moontoon ini masih diikutkan ke ajang Piala Presiden. Onic E-sport didapuk menjadi pemenang, setelah mengalahkan beberapa tim lainnnya. Baik yang berasal dari perwakilan di penjuru Indonesia, juga tim profesional yang juga ikut bertanding. 

Dikeluarkannya Mobile Legends di Piala Presiden kali ini, tentu saja menuai komentar penggemarnya. Jumlahnya pun tak sedikit. Mengingat Mobile Legends merupakan salah satu permainan yang cukup digandrungi oleh kawula muda saat ini.

Dicabutnya Mobile Legends membuat salah satu slot permainan di Piala Presiden pun kosong. Pihak panitia Piala Presiden memutuskan untuk memasukan Free Fire di turnamen yang diselenggarakan oleh Presiden Jokowi tersebut.

Hal ini pula lah yang menjadi alasan murkanya penggemar Mobile Legends. Mereka berpendapat Mobile Legends memiliki penggemar yang lebih banyak ketimbang Free Fire. Terlebih, pihak Piala Presiden pun masih belum memberikan pernyataan resmi kenapa mereka mengeluarkan Mobile Legends.

Kabar dicabutnya Mobile Legends dari Piala Presiden justru bukan datang dari pihak Piala Presiden sendiri. Melainkan dari laporan para penggemar di penjuru Indonesia. Sebab, babak penyisihan akan mulai dibuka pada 13 Oktober mendatang. Ketika beberapa tim e-sport hendak mendaftar, mereka tidak melihat Mobile Legends berada di list permainan yang akan dipertandingkan.

Jika berjalan lancar, Piala Presiden 2020 akan memasuki semi final pada Februari 2020 mendatang. Kemungkinan, babak finalnya akan dilakukan pada Februari akhir. Seperti yang dilakukan pada Piala Presiden 2019 lalu, yang jatuh pada akhir Maret lalu.

Banyak tim e-sport yang merasa dikecewakan oleh keputusan sepihak dari pihak panitia ini. Sebab, tak banyak dari mereka yang memiliki tim free fire. Mengingat permainan tersebut memang tidak sepopuler Mobile Legends. Apalagi bagi mereka yang sudah mengucurkan banyak dana untuk melatih tim Mobile Legends mereka, hanya untuk menang di satu-satunya kejuaraan e-sport yang diakui pemerintah itu. Kalau menurut kalian sendiri gimana?

 
Related Articles
Sport
Kalahkan EVOS, PSG.RRQ Dapatkan Peringkat Ketiga Piala Presiden Esports 2019

Sport
IESPA Cari Atlet E-Sport Untuk SEA Games 2019!

Sport
Flash Wolves Bikin Turnamen Sekaligus Rekrutmen Tim PUBG

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI