Current Issues

Gas Air Mata dan Water Cannon Adalah...

Gas Air Mata Kadaluarsa Berbahaya?

Drian Bintang

Posted on September 26th 2019

 

SEJAK demonstrasi terjadi beberapa hari terakhir ini, jagat media sosial banyak membicarakan soal gas air mata. Juga peralatan water cannon. Nah, yang paling rame adalah ketika beredar foto selongsong bekas gas air mata. Di sana tertulis tanggal yang menunjukkan seolah-olah benda itu sudah kadaluarsa.

Netizen khawatir gas air mata yang digunakan aparat selama ini banyak yang kadaluasa. Apalagi beredar pesan bahwa penggunaan gas air mata yang sudah kadaluarsa memberikan dampak yang luar biasa bahaya. Oleh sebab itu, dalam pesan tersebut dikatakan, siapa yang menemukan selongsong gas air mata dengan tanggal kadaluarsa harap dibawa untuk dijadikan bukti adanya tindakan mal prosedur aparat.

Benarkah begitu? 

Peneliti dan Dosen Toksikologi dari Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia (UI) Budiawan mengatakan bahan kimia yang kadaluarsa akan mengubah efek kimiawi di dalamnya. Dia menjelaskan, bahan kimia yang kadaluarsa akan dengan sendirinya teroksidasi dan mengalami perubahan. ”Artinya efektivitas dan manfaatnya pun akan berkurang,” ujarnya ke Kompas.com 

Gas air mata sendiri, terdiri dari senyawa kimia chlorobenzalonitril dan acroleyn (CS). Ini masuk di golongan senyawa kimia aldehyd. Dikutio dari wikipedia, aldehyd biasa disebut juga alkanal. Ini merujuk pada golongan senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboni. Yang terikat pada rantai karbon di satu sisi dan atom hidrogen di sisi yang lain. Contoh senyawa ini yang paling terkenal adalah metanal atau formalin.

Budiawan menjelaskan, CS (chlorobenzalonitril dan acroleyn) sendiri akan menimbulkan rasa perih ketika tersentuh ke mata. Namun, senyawa ini akan hilang dengan sendirinya. Senyawa kimia tersebut, tidak akan memberikan efek permanen kepada siapa pun yang mengenainya. 

Meskipun memang, paparan yang berlebihan terhadap kimia tersebut tetap akan menimbulkan efek. Seperti menimbulkan bekas terbakar, jika terlalu banyak menyentuh kulit. Juga menyebabkan kebutaan di mata, ketika terlalu banyak terkena paparannya. 

Logikanya, ketika gas air mata tersebut kadaluarsa maka kegunaannya pun semakin berkurang. Artinya, ketika tersentuh ke mata atau pun kulit, gas air mata tersebut tidak akan efektif menyebabkan rasa pedih dan terbakar. 
 

Selain soal gas air mata, yang viral menjadi perbincangan netizen adalah penggunaan water cannon oleh kepolisian. Ini sih sebenarnya wajar. Tapi entah mengapa banyak yang melakukan pencarian di Google soal water cannon. Sampai sempat muncul sebagai trending.

Sesuai fungsinya, kendaraan taktis (rantis) ini untuk memukul mundur demonstran. Water cannon ini bekerja seperti alat pemadam kebakaran. Menggunakan nozzle, alias penyemport yang bisa dikendalikan menggunakan joystick. Karena membutuhkan volume air yang sangat besar, biasanya water cannon tersebut akan mengambil sumber air dari eksternal. Seperti fire hydrant, sungai atau kolam renang. 

Khusus di dalam negeri, biasanya rantis tersebut diproduksi dari PT Pindad Persero. Perusahaan ini lah yang selalu menjadi andalan kepolisian dalam membuat water cannonnya. Kendaraan water cannon ini bentuknya truk. Punya bobot sekitar 16 ton. Biasanya rantis ini dikendalikan dari dalam oleh 4 awak kabin. Mesinnya menggunakan diesel. Sanggup melaju hingga 80 km/jam.

 

 
Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Ilmuwan Pecahkan Misteri Telur Hias Berusia 5.000 Tahun di British Museum

Current Issues
100 Thieves Ramaikan Animal Crossing dengan Desain Apparel Virtual Mereka