Current Issues

Anak Indonesia Ikut Turun Lakukan Aksi 'Global Climate Strike'

Delya Oktovie Apsari

Posted on September 21st 2019

#ClimateStrike trending di Twitter. Terkait apa sih sebenarnya tagar itu? Begini ceritanya. Saat ini, anak-anak dan remaja di seluruh dunia tengah bersatu menyuarakan hal yang sama: pecahkan permasalahan krisis iklim! Gerakan menyuarakan persoalan perubahan iklim ini dimulai pada 20 September hingga 27 September mendatang.

Aksi 'Global Climate Strike' ini awalnya diinisiasi oleh Greta Thunberg. Seorang gadis asal Swedia berusia 16 tahun. Meski berusia belia, Greta berhasil memimpin gerakan masif menggandeng anak-anak muda di 137 negara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, gerakan 'Global Climate Strike' juga mulai berjalan pada Jumat (20/9/2019). Dilansir dari Antara, gerkaan ini serentak dilakukan di 12 kota. Salah satu penggagas aksi di Indonesia adalah Alexandra Karyn. Dia mengatakan, anak-anak muda akan menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk menyetop cara-cara biasa dalam menurunkan emisi gas rumah kaca.

Pasalnya, para ilmuwan memperhitungkan, sebelas tahun ke depan Bumi akan mencapai titik kritis iklim - dan tentu saja, anak muda korbannya. "Kami akan coba untuk diskusi dengan Gubernur Anies Baswedan, ingin tahu komitmen dia seperti apa," kata Karyn.

Sekitar lebih dari seribu peserta mulai anak, remaja, hingga dewasa, turun menyuarakan aspirasi mereka pada Jumat (20/9/2019). Mereka berjalan kaki dari Masjid Cut Meutia ke Balai Kota DKI Jakarta, lalu berakhir di Taman Aspirasi.

Dikutip dari Vox, gerakan 'Global Climate Strike' akan dilakukan juga pada hari Jumat, 27 September 2019, sehingga disebut sebagai gerakan 'Fridays for Future'.

Aksi ini hadir tepat sebelum berbagai negara berkumpul di Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) untuk agenda 'Climate Action Summit' pada tanggal 23 September 2019.  Konferensi ini dinilai sangat penting. Sebab, nantinya negara-negara diminta berkomitmen pada target penjagaan iklim yang lebih sulit lagi. Sekaligus mempercepat penggunaan energi terbarukan.

"Saya menanti untuk menyambut pemimpin muda seperti Greta Thunberg dan lainnya. Saya mengatakan pada para pemimpin, jangan datang ke konferensi dengan pidato-pidato indah. Datanglah dengan rencana konkret, langkah-langkah yang jelas, untuk meningkatkan kontribusi yang ditentukan secara nasional pada tahun 2020, dan strategi untuk netralitas karbon pada tahun 2050," tutur Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres.

Related Articles
Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Peringatan WHO: Jangan Pakai Masker Kalau Sehat!

Current Issues
Apa Penyebab Angka Kematian Corona di Italia Tertinggi di Dunia?