Interest

Alasan Pemerintah Australia Bunuh Jutaan Kucing Liar

Ridho

Posted on May 8th 2019

Seminggu ini publik dihebohkan dengan sebuah kebijakan baru Australia. Mulai tahun ini hingga 2020, pemerintah Australia berupaya memenuhi target membunuh 2 juta ekor kucing liar (Felis Catus). Mengapa demikian?

Menurut jurnal Biological Conservation, hingga tahun 2017 kucing liar di Australia telah membunuh 377 juta burung dan 694 juta reptil. Pemerintah Australia tak ingin kejadian ditahun 1891 terulang lagi. Dimana punahnya burung parkit berkepala merah di Pulau Macquarie.

Saat ini terdapat 35 spesies burung, 35 spesies mamalia, 7 reptil, dan 3 amfibi yang terancam keberadaannya oleh kucing liar. Salah satunya adalah populasi hewan endemik Australia, bilby, mala, dan numbat.

Tentu saja penyebab utamanya adalah populasi kucing liar yang tak bisa diredam. Dirujuk dari The Guardian, populasi kucing di Australia pada tahun 2017 sebanyak lebih dari 5 juta ekor. Atau Dengan hitungan 1 ekor kucing per 4km persegi wilayah Australia.

Baru-baru ini pemerintah Australia punya solusi untuk mengurangi populasi kucing liar itu dengan signifikan. Cara yang digunakan adalah dengan menjatuhkan sosis yang sudah dibubuhi racun dari udara di lokasi seluas ribuan hektar.

Solusi itu dipilih karena beberapa pihak kewalahan dengan cara yang konvensional. Karena kucing liar ini punya pergerakan yang cepat sehingga susah ditangkap. Mereka juga jenis pemburu yang efisien karena jarang meninggalkan jejak dan terlalu pintar untuk perangkap konvensional.

Namun beberapa pihak tak setuju dengan kebijakan pemerintah Australia ini. Lebih dari 160.000 orang telah menandatangani petisi. Para komunitas internasional pun mengecam pemerintah Australia.

Salah satunya tim Doherty, ekologis dari Deakin University of Australia. Doherty menyebutkan bahwa program genosida kucing liar ini kurang tepat. Karena melanggar hak makhluk hidup.

“Kita harus membuat pilihan untuk menyelamatkan hewan yang kita cintai. Yang mendefinisikan kita sebagai bangsa bilby, warru (walabi batu berkaki hitam) dan burung beo,”

-Gregory Andrews, Komisioner Spesies Terancam Australia-

Related Articles
Interest
Sepatu Asli Indonesia untuk Perdana Menteri ke-29 Australia, Malcolm Turnbull

Pop-Sci
Viral Kucing Lahap Makan Mie Instan! Uwu-Uwu, Tapi...

Entertainment
Misteri Yang Terpecahkan Dalam Captain Marvel

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI