Interest

Bandingkan Atribut Kampanye Di Jepang Dan Indonesia

Kami Ingin Yang Lebih Indah, Bukan Hanya Remah-remah Sampah.

Ridho

Posted on April 14th 2019

Potret atribut kampanye yang bisa disebut sampah visual.

“Dari Sabang sampai Merauke berjajar baliho caleg-caleg”.

Yak, perhari ini usai sudah masa kampanye dari para calon legislatif maupun Presiden. Gimana udah kenyang belum sama retorika mereka?

Saat masa kampanye kemarin, pasti kalian keganggu kan dengan banyaknya baliho, spanduk, dan banner dari mereka yang bertempur di Pemilu esok. Dimana-mana selalu ada atribut kampanye.

Atribut kampanye emang tujuannya untuk memperkenalkan ke publik siapa sih yang bakal mewakili rakyat dalam 5 tahun kedepan. Hal itu jelas membuat sebuah problem tersendiri. Yap, banyaknya atribut kampanye ternyata membuat sampah visual makin memenuhi bahu jalan.

Sampah visual ini kebanyakan terdiri dari iklan outdoor yang berbentuk baliho, spanduk, banner dll yang ditempelkan ditempat-tempat umum. Lalu kenapasih atribut kampanye ini disebut sampah visual?

Pemasangan atribut kampanye ini yang sembarangan dan tak mengikuti peraturan jadi alasannya. Bahkan tak sedikit juga yang merusak atau mengganggu fasilitas umum. Seperti tiang listrik, trotoar, jembatan penyebrangan dan masih banyak lagi.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya mencatat hingga bulan februari 2019 lalu, total ada lebih dari 5543 atribut kampanye yang melanggar peraturan. Mulai dari melanggar tempat kampanye, bahan pemakaian atribut, hingga ukurannya.

Ketika banyaknya atribut kampanye yang melanggar aturan. Mungkin para caleg atau pemerintah bisa belajar banyak nih sama cara kampanye di Jepang.

Di “Negeri Sakura” itu, kampanye berjalan begitu tertib dan bersih. Nggak ada tuh Namanya atribut kampanye berserakan di jalan. Penyebabnya adalah warga Jepang punya kesadaran tinggi akan lingkungan maupun dalam berpolitik.

Pemerintah Jepang menyediakan tempat khusus untuk penempatan atribut kampanye. Para “caleg” Jepang disediakan papan besar yang didalamnya sudah terbagi beberapa kotak untuk penempelan poster. Ukurannya pun juga sudah diatur sama pas.

Papan itu juga nggak bisa ditancapkan disembarang tempat loh. Pemerintah sudah mengatur penempatannya dibeberapah daerah keramaian. Seperti sekitar taman, halte, dan sebagainya.

Atau kampanye unik dari Jepang ini bisa dicontoh. Disana, para “caleg” salah satu cara mereka kampanye dengan memakai mobil.

Jadi mereka berdiri diatap mobil dan berhenti disebuah tempat seperti halte, stasiun, dan taman untuk berkampanye. Setelah itu, mereka akan melakukan orasi, memaparkan visi misi, dan lain sebagainya diatas mobil.

Ternyata kampanye itu nggak cuman pasang atribut diberbagai tempat saja. Bisa tuh coba beberapa hal diatas. Itung-itung jaga lingkungan dan nggak ngerusak estetika kota.

Related Articles
Interest
Empat Kelakuan Para Voters saat Pemilu 2019 di Negara Ber-flower

Interest
Peran Generasi Muda Dalam Pemilu 2019

Interest
Siapa Tandingan Asus Zenfone Max Pro M1?

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI