Opinion

Stop Sharing Identitas Pelaku dan Korban ke Media Sosial

Berkaca dari Kasus Audrey, Apa Sih yang Kita Lakukan?

Afrieza Zaqi

Posted on April 13th 2019

Setelah kasus #justiceforaudrey muncul, nama dan foto pelaku langsung tersebar dengan cepat ke media sosial. Bahkan, rekam jejak chat dari grup para korban dan pelaku langsung bisa dilihat ribuan netizen. Meski bermaksud meningkatkan awareness tentang issue, nyatanya netizen justru menyerang pelaku melalui bullying verbal baik melalui media sosial maupun secara langsung.

Menurut psikolog, Ike Herdiana, M.Psi. ,Psikolog dalam konteks kekerasan dengan korban dan pelaku berusia dibawah 18 tahun keduanya adalah korban.  Mereka adalah adalah korban dari sistem yang ada dan saling terkait. Hal ini dikarenakan perilaku kekerasan itu penyebabnya tidak tunggal, banyak faktor yang saling terkait. Bisa dari lingkungan hingga pengaruh dari role model atau tokoh panutan.

Dengan adanya foto yang tersebar di media sosial, jejak digital mereka akan terus ada dan cerita mereka mudah diungkit. Apalagi jika pelaku mendapatkan hujatan dan teror dari banyak orang.

“Yang terjadi bukan menimbulkan efek jera. Malah membuat para pelaku semakin trauma,” ujar Ike.

Tak hanya itu saja, fenomena mudahnya netizen termakan hoaks juga menjadi hal yang bisa makin memperparah keadaan. Cepatnya sebuah berita tersebar tanpa ada filter kebenaran issue makin memperkeruh kedaan. Dan hal ini pun terjadi di kasus Audrey. Nyatanya, muncul fakta baru bahwa hasil visum tidak memperkuat opini dan berita yang sudah tersebar sebelumnya.

Ike menambahkan bahwa Netizen, boleh meningkatkan awareness nya terhadap isu ini.  Dengan catatan hanya isu nya saja tanpa menghujat atau menteror pelaku. Tetap berempati pada korban. Tidak menyebarkan berita-berita yang belum jelas sumbernya karena tidak melihat dan mengalaminya sendiri.

“Lebih baik tingkatkan kesadaran dan ikut partisipasi untuk mencegah kekerasan di lingkungannya masing-masing daripada menjadi buzzer yang memperkeruh keadaan. Karena kekerasan bisa terjadi pada siapa saja. Bisa dilakukan oleh siapa saja. Lebih baik mawas diri dan saling menjaga harmoni di lingkungan sendiri,” tambahnya.

 

 

 

 

Related Articles
Tech
WhatsApp Luncurkan Fitur Baru, Mungkinkan Pengguna Lacak Kebenaran Pesan

Current Issues
Awas Hoaks! Foto Ofisial Persebaya Bersama Alwi Slamat, Bukan Makan Konate

Current Issues
Awas Hoaks! Putin Main Piano Lagu Indonesia Raya