Interest

Ini Dia Tradisi Ngopi di Berbagai Daerah Indonesia

Afrieza Zaqi

Posted on April 9th 2019

Kopi sudah menjadi salah satu teman para penduduk Indonesia. Dari usia muda sampai tua. Dari pria hingga wanita. Selain menjadi teman ngobrol, kopi juga menjadi sebuah budaya di berbagai daerah. Harga kopinya pun sangat murah. Mulai dari Rp 3 ribu hingga Rp 10 ribu. Seperti apa sih budaya ngopi di berbagai daerah di Indonesia?

Medan

Medan dikenal sebagai kota yang budaya ngopinya sangat kental. Di sana, kebiasaan ngopi di kedai kopi dimulai sejak pagi hingga siang hari. Jenis olahan kopinya pun beragam. Mulai dari kopi susu, kopi tubruk, hingga kopi talua yang menjadi ciri khas medan. Kopi talua sendiri merupakan kopi yang dicampur dengan telur. Rasanya pun sangat gurih. 

Di sana, kamu bakal bertemu banyak orang dan tentunya akan menemukan teman ngobrol baru. Pasalnya, dalam satu kios ada puluhan meja yang di tiap mejanya sampai 6-7 orang. Di Medan, roti bakar srikaya menjadi side dish yang selalu ada di tiap kedai kopi.

Aceh

Kota Serambi Mekah alias Aceh juga memiliki tradisi ngopi yang sangat kental. Bahkan sejak kolonial Belanda. Tak hanya menjual jenis kopi susu dan kopi tubruk, ada dua jenis kopi yang sangat khas di Aceh. Yaitu kopi Sanger dan kopi Khop.

Kopi Sanger sendiri adalah jenis olahan kopi dengan susu dan gula yang dikocok hingga berbuih. Bedanya dengan kopi susu biasa, kopi sanger memiliki komposisi susu dan gula yang sedikit. Sehingga memunculkan aroma yang nikmat serta rasa kopi yang tidak kalah dengan susu. Sedangkan Kopi Khop adalah jenis meminum kopi dengan cagkir terbalik. Umumnya ada di daerah pesisir pantai karena jika dalam keadaan terbuka kopi akan cepat dingin. Nah, untuk pelengkap, biasanya tiap warung akan menyediakan kudapan manis seperti kue adee dan pisang sale.

Jogjakarta

Satu hal yang paling khas dari budaya ngopi di Jogjakarta adalah hadirnya angkringan di setiap malam. Budaya ngopi di Jogjakarta identik di malam hari. Sesaat setelah sholat maghrib dilakukan. Berbagai jenis kopi mulai dari kopi racik hingga kopi instan selalu ada di setiap angkringan. Dan satu lagi, beberapa angkringan juga menjual kopi Jos yang merupakan kopi hitam yang diberi arang menyala. Nama kopi jos berasal dari bunyi “jos” saat arang di masukkan kedalam kopi.

Hal yang selalu ada di angkringan selain kopi adalah sate-satean. Beragam jenis sate mulai dari sate usus, ati ampela, kepala, ceker, bakso, hingga baceman selalu ada. Nah, kalau yang pengin sedikit kenyang, pengunjung bisa membeli nasi kucing yang berisi olahan teri atau tempe dan sambel. Semua makanan ini akan di bakar dengan arang sejenak agar hangat.

Surabaya

Nah kalau di Surabaya, budaya ngopi kental dengan gorengan dan rokok. Warung kopi di Surabaya sendiri selalu buka dari siang hari hingga dini hari. Tapi, nggak jarang juga ada yang buka sampai 24 jam. Umumnya, warung kopi di Surabaya menyajikan gorengan-gorengan asin dan gurih seperti tahu isi, bakwan/ote-ote, gorengan tempe, hingga ubi goreng.

Hal yang membuat warung kopi di Surabaya selalu ramai adalah hangatnya susasana ketika ngobrol bersama. Entah bersama teman atau orang baru, ekonomi bawah, menengah, dan ke atas semuanya bercampur menjadi satu di dalam warung yang umumnya berkonsep seperti mini bar dengan beberapa meja di sekitarnya.

 

 

 

Related Articles
Interest
Anak Semarang, Jangan Ngaku Coffee Addict Kalau Belum Ke Sini!

Interest
Menunda Pagi di Kedai Kopi

Entertainment
Kolaborasi Ariana Grande dengan Starbucks

Meet The Creator



Mainmain.id

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI