Pop-Sci

Baca Komik Bisa Bikin Kecerdasan Meningkat

Karena Kata Demi Kata Mengantarkan Fantasi

Ridho

Posted on April 2nd 2019

Masih inget nggak sama salah satu twit Bapak Fahri Hamzah, Wakil DPR, pada bulan Januari lalu? Begini nih isinya, “Assalamualaikum, selamat pagi, Indonesia. Rajinlah baca buku. Jangan baca komik,”. 

Tenang disini kita nggak akan bahas soal politik kok. Fokus utama yang kita bahas kali ini adalah komik. Yap, semua pasti tau kalau komik ini bacaan buat anak-anak. Sebenernya peminat komik ini kompleks. Mulai dari remaja hingga orang tua pun rela jadi pembaca setia.

Membaca komik nggak hanya tentang melihat gambar dilembaran kertas. Ternyata dengan kita membaca komik, kita bisa dapatkan beberapa manfaat loh. Bahkan, salah satu manfaat baca komik ini bisa meningkatkan kecerdasan kalian loh.

Dalam komik ini pembaca bisa mendapatkan beberapa komponen seperti visual, spasial, dan tekstual. Dengan mendapat beberapa komponen tersebut, maka kinerja otak akan meningkat karena tak hanya memahami satu hal saja.

Komik memang punya ciri khas tersendiri. Adanya visual untuk menggambarkan sebuah maksud tertentu bisa jadi pemikat yang memanjakan mata. Dengan adanya visual, seseorang bisa dengan mudah belajar sesuatu hal.

Pernah kan kita membayangkan ada didalam sebuah kondisi yang sama dengan yang ada didalam komik. Nah itu merupakan efek spasial dari komik. Karena saat membaca dan melihat gambar pada komik, kita seakan-akan masuk kedalam dimensi ruang dan waktu yang telah dibuat.

Sedangkan efek tekstual yang muncul pada komik ini bisa menambah perbendaharaan kosakata. Karena didalam sebuah komik, sering kali kita temui kosakata yang baru. Ketika kita menemukan kosakata baru, otomatis kita akan mencari tahu apa arti dari kata tersebut.

Beberapa komponen tersebut membuat kita makin penasaran dan memberikan efek candu. Efek tersebut muncul dari pengemasan alur cerita dan beberapa konflik yang dihadirkan sang penulis.

Sebagai contoh, kisah Dan Hurley, seorang penulis sains dan jurnalis yang biasa menulis untuk New York Times Magazine dan Washington Post. Ketika dahulu ia masih bocah, Hurley sering diledek karena kesulitan membaca. Bahkan diumur delapan tahun, ia masih kesulitan untuk membaca kata “the”.

Namun keadaan berubah sejak temannya meminjamkan komik Spiderman. Hurley pun selalu menghabiskan waktu sepulang sekolah untuk membaca komik tersebut. perubahan terlihat saat ia berusia 11 tahun. Hampir seluruh mata pelajaran ia mendapat nilai A. Bahkan saat kuliah, Hurley berhasil mempunyai IQ 136.

 

Related Articles
Pop-Sci
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Pop-Sci
Stretching Ternyata Nggak Bikin Kamu Bebas dari Cedera!

Pop-Sci
Motion Sickness, Biang Kerok yang Bikin Perjalanan Nggak Nyaman

Meet The Creator



Afrieza Zaqi

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI