Sport

Ini Pesan Alumni DBL Untuk Peserta Seleksi Jr. NBA Indonesia Camp

Hakiki Hijriawan

Posted on March 31st 2019

Peman DBL dan Alumni DBL bersama Carlos Barroca di Jr. NBA Indonesia Camp. (Taufiq/DBL Indonesia)

Di tahun ini DBL Indonesia akan menjadi bagian dari Jr. NBA (National Basketball Association) Indonesia Camp untuk menyaring pemain-pemain terbaik usia 10-15 tahun yang akan bersaing guna menjadi perwakilan Asia Pasifik di Jr. NBA Global Championship.

Pada Sabtu (30/3) Bertempat di Cilandak Sport Center,  Jakarta Selatan, ratusan peserta Jr. NBA yang pada tanggal 30-31 Maret 2019 mengikuti serangkaian tes, guna menjadi 10 pemain terbaik memulai pelatihan. Selain itu, tak ketinggalan empat alumni DBL juga berkesempatan berbagi pengalaman di Jr. NBA Indonesia Camp 2019.

Keempat pemain tersebut adalah Dewa Made Ayu Sriartha (Indonesia Women's National 3x3 Team Asian Games 2018), Regita Pramesti (peraih medali perunggu tim putri 3x3 Sea Games 2017), Erlan Perkasa (Timnas putra FIBA National 3x3 U-18), dan Darryl Sebastian (Timnas Indonesia Warriors putra untuk FIBA World Cup 2023).

Pada sesi sharing session pemain Tim Nasional Indonesia 3x3 Asian Games 2018 lalu, Dewa Made Ayu Sriarthamelihat adanya Jr. NBA Indonesia Camp ini sebagai salah satu cara agar basket Indonesia bisa terus berkembang. "Latihan dan tak pernah nyerah jadi kunci biar kita bisa mengembangkan diri sendiri," ujar pemain Merpati Bali itu.

Sharing Session bersama Pemian DBL dan Alumni DBL. (Gilang/DBL Indonesia)

Senada dengan Ayu Sriartha, Regita Pramesti yang turut mengantarkan Timnas Indonesia 3x3 Sea Games 2017 meraih perunggu mengaku terpukau dengan adanya Jr. NBA Indonesia Camp. Menurutnya ini mengingatkan dirinya saat berjuang di DBL Bali Series 5 tahun silam. "Jangan sungkan untuk mencoba. Jika gagal coba terus biar bisa belajar dari kegagalan itu," kata alumnus SMAN 1 Denpasar itu.

Di sisi lain, Erlan Prakasa pemain Timnas 3x3 putra FIBA U-18 mengakui program ini merupakan cara yang baik guna memajukan basket Indonesia. Dirinya pun tak sungkan memberikan bekal pada para peserta Jr. NBA Indonesia Camp. "Awalnya aku ikut 3x3 DBL bareng SMAN 71. Dari situ aku terus belajar dan berkembang sampai bisa masuk timnas," ujarnya. Pemain berusia 21 tahun itu juga menambahkan, adanya potensi besar dari bibit muda agar basket Indonesia tidak diremehkan dunia.

Berbagi Kisah Inspiratif bersama Pemain DBL dan Alumni DBL. (Taufiq/DBL Indonesia)

Tak jauh berbeda dengan para seniornya, Darryl Sebastian yang merupakan MVP DBL DKI Jakarta 2018, sangat bersyukur melihat adanya program Jr. NBA Indonesia Camp ini. Cowok berusia 18 tahun itu merasa bahwa anak-anak usia 10-15 tahun ini harus terus bersemangat. Sebab, karir mereka masih sangat panjang jika memang ingin konsisten di dunia basket. "Menerima kegagalan adalah keberhasilan untuk kedepannya. Aku pernah berhasil masuk ke Jr. NBA All Star 2015. Tentu dengan proses nggak langsung berhasil," tungkas pemain Timnas Indonesia Warriors tersebut

Bukan hanya empat alumni DBL yang saat ini sudah menapaki karir profesional saja yang berbagi kisah inspiratif. Empat pemain DBL juga membagikan pengalaman mereka dengan harapan bisa memberikan motivasi kepada peserta para Jr. NBA. (*)

Related Articles
Sport
NBA Undang Delapan Pemain DBL Berbagi Inspirasi

Sport
Profil Delapan Pemain DBL Yang Diundang ke Jr. NBA Indonesia Camp

DBL All-Star
Skuat All-Star Gulung Tim Basket Unair!

Meet The Creator



Afrieza Zaqi

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI