Pop-Sci

Beli Buku Tapi Kok Malah Nggak Dibaca?

I Kadek Wira Aditya

Posted on March 13th 2019

Tsundoku! (via: tofugu)

Hayo siapa yang kemarin sempat membeli banyak buku di acara pesta buku seperti Big Bad Wolf atau Patjar Merah? Tak bisa dipungkiri memang kalo festival buku seperti itu punya daya tarik pengunjungnya karena harganya terbilang murah ketimbang membeli langsung di toko buku. Alhasil membeli buku dalam jumlah yang banyak menjadi kesempatan tersendiri karena event tersebut hanya digelar setahun sekali. Tapi ada kebiasaan yang mungkin kamu alami setiap membeli buku, yaitu Tsundoku.

Sesuai namanya yang berasal dari istilah Jepang, Tsundoku berarti membeli suatu buku dan membiarkannya tidak terbaca. Bahkan buku tersebut juga masih dibiarkan terbungkus oleh plastiknya. Dilansir dari Open Culture sebenarnya istilah ini sudah dikenal sejak era Kekaisaran Meji (1868-1912) pada masa awal Jepang Modern dengan sebutan Tsunde Oku, yang secara harfiah berarti membiarkan sesuatu menumpuk. Seiring perkembang zaman, istilah Tsundoku lebih digunakan karena pengucapannya lebih mudah digunakan dan diingat.

Kebiasaan membiarkan sesuatu menumpuk~ (via: imagejournal)

Memang sih Tsundoku ini tidak terlalu menjadi masalah sebenarnya. Tapi dibalik itu kita justru menjadi orang yang cenderung konsumtif. Membeli banyak buku karena event tertentu yang diadakan setahun sekali dan belum tentu kita benar-benar membutuhkan buku tersebut. Sayang kan sebenarnya uangnya mungkin bisa digunakan sebagian untuk keperluan yang lain (inget harga kuota mahal, wkwkwk). Belum lagi, Tsundoku sendiri juga diikuti dengan alasan ‘tidak punya waktu untuk membaca’. Lantas kalau begitu buat apa kita membelinya kalau kita tidak bisa menyempatkan untuk membacanya?

Wikipediawan dan pecinta Bahasa Indonesia, Ivan Lanin, membagikan tips menghindari Tsundoku melalui akun Twitternya. 

Tips pertama adalah setiap membeli buku langsung bukalah bungkus (plastik) buku yang dibeli setiba di rumah. Tips ini awal menumbuhkan niat untuk membaca buku yang telah kamu beli.

Tips kedua tanda tangani halaman depan serta catat tanggal  dan tempat pembelian. Saya sendiri juga melakukannya meski tidak mencatat tempat pembelian bukunya. Tetapi,  tips ini akan mengingatkanmu dikemudian hari bila kamu memiliki buku yang telah kama dibeli dan harus segera (habis) dibaca.

Tips terakhir baca daftar isi dan pindai tiap halaman dengan cepat. Dengan melihat daftar isi dari buku yang telah kamu beli, kamu akan terpicu untuk melihat isi dari setiap babnya. Jadi tertarik untuk mencoba?

Related Articles
Entertainment
Hari ini dibuka! 4 Fakta Yang Harus Diketahui Tentang Big Bad Wolf

Pop-Sci
Wow, China Siapkan Bulan Buatan!

Pop-Sci
Dollar Amerika Semakin Kuat, Emang Masalah?

Meet The Creator



DBL Indonesia

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI