Sport

Mantan Pemain Basket Profesional yang Kini Terjun ke Dunia Pelatih

Siapa saja mereka? Apakah berhasil meniti karir di dunia kepelatihan?

Mainmain.id

Posted on March 8th 2019

Setelah gantung sepatu, beberapa mantan pemain basket profesional memiliki berbagai jalan untuk terus berkontribusi demi kemajuan basket Indonesia. Salah satunya dengan menjadi pelatih. Beberapa dari mereka juga berhasil mencetak prestasi gemilang saat membawa sekolah asuhannya berkompetisi di Junior DBL East Java Series 2018-2019 maupun Honda DBL East Java Series 2018. Siapa saja mereka? 

Di Era NBL, Eko Sasmito menjadi poros utama serangan dari tim basket profesional, Pacific Caesar. Dalam karirnya dari tahun 2011-2015. Eko mencatatkan rataan karir 8,4 poin plus 4,6 rebound per laga.

Kini Eko menjadi kepala pelatih dari Vita School. Dibawah tangan dinginnya, Vita School baik SMA maupun SD mendapatkan prestasi yang gemilang. Tim putra SMA berhasil lolos ke babak 16 besar pertama kalinya. Di sektor SD sendiri, Eko berhasil mengantarkan anak asuhnya menjuarai Junior DBL Exhibition Games 2018-2019 kemarin.

Memperoleh tujuh gelar juara basket profesional bersama Satria Muda membuat Asun, julukan Agung Sunarko menjadi seorang legenda basket di Indonesia. Pemain yang dulunya berposisi point guard ini sudah pensiun sejak tahun 2014.

Tak hanya pernah menukangi CLS Knights dan Kejurnas Jawa Timur, Asun juga menjadi pelatih kepala SMP Petra 2 Surabaya dan SMAN 9 Surabaya. Bersama Asun, SMAN 9 Surabaya berhasil kembali ke babak big eight setelah dua musim terakhir selalu terjegal di babak grup.

Ernest Koswara, mantan pemain CLS Knights era 2010-2015 dikenal sebagai shooting guard yang kerap kali mereportkan barisan pertahanan lawan. Ernest sendiri mulai melatih sejak tahun 2015. Tepatnya setelah pensiun. Kala itu, ia melatih para bibit-bibit muda CLS Knights di Gor Kertajaya. Mulai dari umur lima tahun hingga remaja. Bermula dari empat siswa hingga menjadi ratusan.

Di gelaran Junior DBL East Java Series 2018-2019, Ernest menjadi pelatih basket di SMP Cita Hati East Surabaya. SMP Cita Hati East Surabaya sendiri berhasil melangkah ke babak delapan besar dengan torehan tidak terkalahkan di fase grup. 

Teguh adalah pemain basket profesional dari klub basket di NBL Indonesia, Stadium Jakarta. Pria dengan tinggi badan 189 centimeter ini sebelumnya tidak berencana menjadi pelatih.

Namun, setelah gantung sepatu, Teguh akhirnya menerima tawaran sahabatnya untuk menjadi pelatih SMAK Soverdi Tuban, Bali. Pria kelahiran Denpasar, 16 januari 1988 itu kemudian terpilih masuk First Team Coach di Honda DBL Bali Series 2018 serta menjadi pelatih kepala tim putri Honda DBL Indonesia All-Star 2018.

Nama Yunita Sugianto sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta basket. Di Era WNBL, Yunita bersama Surabaya Fever berhasil meraih dua gelar champion hingga musim 2015.

Di tahun 2018 kemarin, Yunita kembali ke lapangan sebagai pelatih tim putri SMA Frateran Surabaya. Dibawah asuhannya, tim putri Frateran berhasil lolos hingga babak Big Four. Ia juga terpilih sebagai asisten pelatih Honda DBL Indonesia All-Star 2018 dan berangkat ke Amerika untuk menuntu ilmu.

 

 

Related Articles
Sport
Tundukan Amerta Hangtuah, Satria Muda Pertamina Juara Piala Presiden 2019

Sport
Kaleb Ramot Gemilang Raih MVP IBL 2019

Sport
Ide Kreatif, Selama Pandemi Covid-19 Nonton Bola via Drive-in?