Entertainment

'Pikiran dan Perjalanan' Barasuara Lewat Album Barunya

Fidya Citra

Posted on March 8th 2019

Saat meluncurkan album "Pikiran dan Perjalanan" Barasuara menuliskan bahwa album ini adalah sebuah memoir yang di dalamnya mengandung kompleksitas perasaan, ekspektasi, kebahagiaan dan naik turun kondisi mental manusia. Lewat lagu Seribu Racun yang liriknya ditulis langsung oleh Iga Massardi, ekspektasi jadi tema utama. 

Setelah 4 tahun berlalu, akhirnya Barasuara kembali dengan album barunya. Album kedua setelah Taifun yang rilis pada tahun 2015 ini merupakan buah pikiran dan perjalanan keenam sosok yakni Iga Massardi (vokal), Marco Steffiano (drum), Gerald Situmorang (bass), Tj Kusuma (gitar), Asteriska (vokal), dan Puti Chitara (vokal).
 
Dalam album "Pikiran dan Perjalanan", Barasuara menjamu kita dengan sembilan lagu. Dari kesembilan lagu ini tidak semuanya merupakan lagu yang benar-benar baru diperdengarkan. Ada Guna Manusia, Masa Mesias Mesias, Samara, dan Pikiran dan Perjalanan yang sebelumnya sudah pernah dibawakan di beberapa penampilan Barasuara.
 
Nggak usah bingung harus dengerin lagu yang mana dulu. Ini dia tiga lagu dari album Pikiran dan Perjalanan yang wajib kamu dengerin, sekarang juga!

 
"Melaju dengan hatimu
Dengan apa yang kau tahu"
 
Menurut sang vokalis Iga Massardi, lagu pikiran dan perjalanan mengisahkan tentang seseorang yang ada di persimpangan jalan saat harus mengambil sebuah keputusan. Memilih apa yang pantas dan mana yang baik itu tidak pernah menjadi sesuatu yang mudah. "Mungkin ada baiknya kita menentukan sendiri," ujar Iga Massardi. 

 
"Belantara masa depan
Pikiran dan perjalanan
Biar kami yang tentukan"
 
 
 
Seribu Racun

Saat meluncurkan album "Pikiran dan Perjalanan" Barasuara menuliskan bahwa album ini adalah sebuah memoir yang di dalamnya mengandung kompleksitas perasaan, ekspektasi, kebahagiaan dan naik turun kondisi mental manusia. Lewat lagu Seribu Racun yang liriknya ditulis langsung oleh Iga Massardi, ekspektasi jadi tema utama. 

 
"Ragu di dalam jantungku
Bergemuruh merobek langit
Sepi yang terus kulawan
Yang membunuh dalam pikiran"
 
Betapa seringnya ekspektasi lama kelamaan membunuh dalam pikiran. Iga Massardi mengaku lagu ini memiliki sebuah premis di mana seseorang tidak memiliki jalan keluar karena dia sangat tersiksa dengan pikirannya sendiri.  
 
"Di dalam pikiran ku dikalahkan
Di dalam pikiran dipermainkan"
 
Tak hanya berbicara tentang perasaan manusia, lewat album ini Barasuara juga mencoba untuk menguatkan para pendengarnya untuk bertahan. Salah satu bentuk bertahan hidup digambarkan jelas lewat lagu Tirai Cahaya. 
 
"Sendiri jalan kau tempuh
Tubuhmu bersimbah peluh
Di awan kami memandangmu"
 
Sebab pada akhirnya kamu harus bertahan hidup sendiri ketika kedua orang tuamu sudah tak ada lagi dan hanya bisa memandangi dari atas sana.
 
 
 
Related Articles
Entertainment
Album Belum Rilis, Sudah Laris Manis

Entertainment
Album 'Layers' Ong Seong Wu Puncaki Chart iTunes

Entertainment
Ariana Grande dan Self-Love Dalam Album Thank U, Next