Sport

Siap Berlaga di All England 2019, PBSI Harapkan Satu Gelar

Nizar Fahmi

Posted on March 4th 2019

Salah satu kejuaraan badminton paling bergengsi, All England, tahun ini siap diselenggarakan kembali gengs. Diadakan di Arena Birmingham, England, pada tanggal 6-10 Maret 2019, kejuaraan ini disponsori penuh oleh Yonex dan akan memperebutkan hadiah dengan total USD 1.000.000.

Tournament Super 1000 ini memang sudah menjadi ajang langganan bagi seluruh atlet papan atas untuk bertemu. Tahun ini saja, dilansir dari situs resmi BWF, sebanyak 306 atlet dari seluruh dunia akan bertanding untuk memperebutkan lima gelar yang diperlombakan. Termasuk 36 di antaranya berasal dari Indonesia.

Nah dalam perhelatan All England 2019, sebanyak 6 pemain/pasangan Indonesia terpilih untuk masuk dalam daftar pemain unggulan. 1 pemain berasal dari sektor tunggal putra yang diwakilkan oleh Ginting pada seed 8, 3 pasangan dari sektor ganda putra yang terdiri dari Kevin/Gideon di seed 1, Ahsan/Hendra di seed 6, dan Fajar/Rian di seed 8. Serta 2 daftar lainnya berasal dari sektor ganda putri yang diwakilkan pasangan Greysia/Apriyani di seed 4, dan sektor ganda campuran oleh Hafiz/Gloria pada seed 8.

Namun, keadaan tersebut belum bisa membuat posisi atlit kita aman, sebab negara-negara saingan lainnya juga sukses menempatkan banyak atlitnya dalam daftar pemain unggulan. Sebut saja seperti China dengan 11 pemain/pasangan, dan Jepang dengan 10 pemain/pasangan.

Tahun ini, Susi Susanti selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI menyatakan pada detiksport.com setidaknya Indonesia harus mampu mengamankan satu gelar. Harapan itu bertumpu pada sektor ganda putra melalui pasangan The Minions. Jika hal ini mampu terpenuhi, pasangan Kevin/Gideon akan mencetak hatrick pada kejuaraan All England setelah sebelumnya berhasil mendapat gelar di tahun 2017 dan 2018.

Hanya saja, Susi juga pernah menargetkan atlit merah putih untuk membawa pulang gelar pada ganda campuran gengs. Sayang, semenjak pensiunnya Liliyana Natsir dan Debby Susanto harapan itu pun harus ditarik kembali, hmmm.

Liliyana yang sebelumnya berpasangan dengan Tontowi Ahmad pernah berhasil membawa gelar hatrick ganda campuran All England di tahun 2012-2014. Sedangkan Debby Susanto bersama pasangannya Praveen Jordan sukses mengamankan gelar yang sama di tahun 2016.

Selama penyelenggaran All England, negara kita berhasil menorehkan prestasi yang tebilang cukup oke. Finish di urutan ke-4 dalam perolehan medali, Indonesia hingga tahun 2018 lalu sudah mengumpulkan 46 gelar. Dimana gelar terbanyak disumbangkan oleh Rudy Hartono pada sektor tunggal putra, dengan mendapatkan 7 gelar berturut-turut pada tahun 1968-1974, dan 1976.

Terlepas dari hal itu, semoga saja seluruh atlit Indonesia bisa bertanding dengan maksimal yak. Apalagi squad timnas kita juga mengirimkan atlit berpotensi seperti Tommy Sugiarto, Jonathan Christie, Gregoria Tunjung, Praveen/Melati dan pasangan baru Tontowi/Winny yang sudah mulai menunjukkan taringnya. Indonesia can do it lah!

Related Articles
Sport
Sosok Anthony Ginting yang Juarai Indonesia Masters 2020

Sport
Menilik Kiprah Minions, Ganda Putra Kebanggaan Indonesia

Sport
Ganda Putra Ahsan/Hendra Juara di All England!