Opinion

Pro-Kontra Libur Sekolah Saat Asian Games 2018

Ilham Kape

Posted on July 27th 2018

Ajang olahraga terbesar se-Asia yang diadakan empat tahun sekali, yaitu Asian Games, akan digelar bulan depan di Jakarta dan Palembang. Sebagai masyarakat Indonesia, kita harus bangga akan hal ini dan kita juga harus menyukseskan acara ini. Dimana pun kalian dan kapan pun, kita semua harus mensukseskan Asian Games 2018.

Ngomong-ngomong soal Asian Games 2018 kemarin baru aja Pemprov DKI Jakarta menyebutkan nama 34 sekolah yang akan diliburkan selama perhelatan olahraga tersebut sedang berlangsung. Katanya, sih, biar jalanan Jakarta nggak macet, soalnya salah satu penyebab macetnya Ibukota adalah pelajar.

Menanggapi hal itu, nggak semua pelajar menyetujuinya. Ada pro dan kontra diantara hal itu. Bagi gue sendiri, gue mendukung pemerintah dalam hal itu tetapi bukan hanya disuruh belajar di rumah aja, tetap ada tugas yang dibuat oleh para siswa dan siswi supaya mereka benar-benar buka buku. Banyak juga bukan yang bilangnya belajar di rumah, eh, di rumah bukannya belajar malah main atau malah santai-santai aja? Banyak!

Apalagi pendidikan Indonesia ada di tingkatan yang cukup rendah dibanding negara-negara tetangga, miris jika melihat datanya, dan Jakarta adalah Ibukota, masa, sih, kita mau ketinggalan pelajaran selama kurang lebih dua pekan?

Peran guru pun harus kreatif selama kegiatan belajar di rumah itu berlangsung. Wali kelas bisa membuat grup bersama murid-muridnya agar dapat dipantau bagaimana murid-muridnya melakukan kegiatan belajar di rumah. Bisa belajar berkelompok atau sendiri-sendiri. Karena kalo tidak diakali, dua pekan itu waktu yang cukup lama. Nggak mau kan murid-murid yang kebagian libur Asian Games 2018 ketinggalan pelajaran jauh?

Oh iya, Pemrov DKI Jakarta berjanji akan mengalokasikan 20 persen tiket gratis untuk ajang olahraga ini. Jadi, nggak hanya belajar di rumah saja, pelajar juga bisa menyaksikan pertandingan yang ada dalam Asian Games 2018 secara gratis.

Walaupun begitu, banyak juga masyarakat di Jakarta dan pelajar yang kurang setuju terhadap kebijakan libur ini. Seperti kata Rizchi Ayu (Mahasiswa di Jakarta) yang tidak setuju sekolah harus diliburkan, “Nggak setuju karena bisa ketinggalan materi jauh dan bakalan berefek ke akademik siswanya.”

Beda dengan Hafidh Fadillah (Pelajar di Jakarta) yang meskipun sekolahnya nggak kena libur Asian Games, dia justru senang sekolah-sekolah lain diliburkan, “Setuju biar gak macet.”

Nah, kalo Rayhan (Pelajar di Jakarta) cari jalan tengahnya aja nih, “Antara setuju dan gak setuju, sih. Tapi, lebih baik tetap sekolah tetapi sampai pukul 12 aja.”

Menurut tanggapan kalian gimana, nih, tentang berita liburnya pelajar di Jakarta selama Asian Games 2018 berlangsung?

Btw, denger-denger Komisi X DPR RI mengusulkan agar, bukan cuma pelajar aja yang libur, pekerja juga. Hmmm... Yakali karena Asian Games semua roda kehidupan di Jakarta berhenti berputar? Hahaha

Related Articles
Opinion
Sibuk Dukung Negara Mereka? Kapan Dukung Negara Kita?

Sport
Bhinneka Tunggal Ika Berwujud Maskot Asian Games 2018

Sport
Adelaide Wongsohardjo, Bintang Muda Harapan Timnas Basket Indonesia