Opinion

Over Hyped Foods : Stay or Go Away?

Ristania salsabila putri

Posted on June 8th 2018

 

Who doesn’t love our food trends? Sebagai orang yang punya prinsip: food is life and life is food, tentu saja aku menyukai hal ini. Dan kalau di antara kalian ada yang berpikiran sama, congratulations! We’re on the same boat.

So, mari kita melirik sedikit keperkembangan kuliner! Yap, nampaknya nggak henti-hentinya muncul inovasi-inovasi makanan yang unik! Entah makanan atau minuman, selalu ada aja yang baru. Mozarella, Mango drink, es kepal Milo, dan yang masih hangat booming ada donat Indomie.

But, True or Not, rata-rata kepopuleran makanan  tersebut nggak bertahan lama. Lambat laun, pastinya akan ditinggalkan para penggemarnya yang berpaling ke makanan yang baru. Lah, kok bisa gitu ya? Hal ini bisa terjadi karena beberapa diantara makanan yang sedang naik daun tersebut overhype. Hmm, what does it mean? Artinya, dipromosikan secara berlebihan agar menarik pembeli namun setelah itu semacam “ya yaudah” gitu.

Jadi sebenarnya penting nggak sih mengikuti perkembangan makanan yang over hyped ini? Menurutku, penting nggak penting. Penting karena anggap aja kalian telah berpartisipasi dan mengapresiasi perkembangan makanan di Indonesia. Nggak penting, karena setiap orang memiliki selera yang berbeda-beda.

Dunia kuliner yang jadi bergairah lewat hadirnya inovasi-inovasi yang unik, baik dari segi rasa dan (terutama) tampilan adalah salah satu hal positif adanya over hyped foods. Tapi sayangnya, kreatifitas para pembuat makanan jadi mandeg. Contoh gampangnya waktu rainbow cake muncul. Rasanya semua-semuaaaa dibikin rainbow. Yang es krim lah, yang puding lah, yang kukislah, sampai topping-nya donat. Setelah pada bosan, barulah demamnya berganti. Jadi semua-semua di-red velvet-in, di-green tea-in, sampai di-Thai tea-in. Belum lagi demam es Milo kepal dengan berbagai topping. 

Kita yang semula semangat mengikuti tren—gara-gara over hyped oleh akun-akun sosmed yang suka ngebahas kuliner itu—lambat laun meninggalkannya. Bahkan bisnisnya yang dulu bersaing ketat, sampai pada dagang sebelahan padahal produknya sama, satu per satu gulung tikar.

Benar-benar dilema lah, ngikutin tren yang satu ini.

Let me be clear. Mau dibikin selucu, seunik, atau se-Instagramable apapun, nggak jarang makanan-makanan kekinian itu having nothing to do with taste or quality. Sehingga ketika bisnis ini nggak bertahan lama, itu bukan karena mereka kurang nge-tren. Tapi lebih karena rasanya ‘B’ aja.

Lagian ketika kita terlalu berobsesi mengikuti tren, kita biasanya justru teringat satu hal: makanan kayak apa sih yang sebenarnya lebih kita butuhkan? Apalagi setelah tahu kandungan kalori dalam makanan kekinian itu banyak yang berlebihan dan nggak baik buat kesehatan (yang sayangnya malah sering kita abaikan). Habis enak, sih!

Tapi pada akhirnya menurutku untuk sekadar mencicipi makanan yang sedang viral itu nggak ada salahnya kok.

So, which side are you?

 

Related Articles
Opinion
Pentingkah Jadi Siswa Hits di Sekolah?

Interest
Makanan Viral yang Mungkin Akan Musnah di 2019!

Interest
Yuk, Belajar Masak dari 4 Akun TikTok Indonesia ini!