DBL All-Star

Latihan Dari Jordan Lawley Menutup Pelatihan Honda DBL All-Star di Amerika

Liputan Honda DBL Indonesia All-Star 2018 di Los Angeles, Amerika Serikat

Mainmain.id

Posted on February 27th 2019

 

Latihan terakhir bersama Jordan Lawley (via: Satrio Wicaksono/DBL Indonesia)

Lengkap sudah pengalaman tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 dalam menimba ilmu dan pengalaman di Amerika Serikat. Advance training terakhir akhirnya mereka selesaikan Senin, 24 Februari waktu California. Mereka mendapatkan ilmu dan pengalaman tersebut dari Jordan Lawley, pelatih basket para pemain (dan legenda) NBA, di Asics Sports Performance Center, Irvin, California, AS.

Nah, di latihan ketiga tim Honda DBL Indonesia All-Star ini, materi yang disampaikan tetap berhubungan dengan fundamental basket. Namun, ada skenario yang sudah disusun oleh Jordan Lawley. Setiap pemain harus membayangkan bahwa mereka sedang berada di dalam sebuah pertandingan, dan tepat di depan lawan. Satu lawan satu.

Latihan berpasang-pasangan jadi salah satu skenario dari Jordan Lawley (via: Satrio Wicaksono/DBL Indonesia)

Hal ini sengaja dilakukan supaya pemain paham bahwa setiap gerakan yang mereka lakukan harus memiliki target. Entah itu sekedar membongkar pertahanan lawan, melakukan penetrasi, membuka ruang tembak, dan sebagainya.

Dalam kesempatan tersebut, Jordan mengajarkan beberapa hal mendasar. Salah satunya adalah bagaimana melantun bola sambil menjaganya agar nggak direbut musuh. Gerakan mendasar ini lantas dikembangkan lagi. Misalnya dikombinasikan dengan gerakan pivot, crossover, behind the back, dan jab step.

Coach Teguh banyak belajar dari Jordan Lawley (via: Satrio Wicaksono/DBL Indonesia)

IGN Ngurah Teguh, pelatih tim putri Honda DBL Indonesia All-Star 2018, mengaku terkesan dengan materi yang dibawakan oleh Jordan. Dia mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman berharga untuk diadaptasikan dalam karir kepelatihannya.

“Materi dari dia ini bagus banget buat anak-anak. Anak-anak jadi tau sebuah gerakan itu targetnya apa dan bisa digunakan saat kapan aja. Dan model pelatihan kayak gini bisa saya terapkan juga, biar mereka bisa mencerna materinya lebih banyak dan lebih baik,” kata pelatih asal SMA Soverdi 1 Tuban itu.

Pelatihan dari pelatih sekelas Jordan Lawley memang begitu spesial. Selain karena materinya yang memang bagus, dia pun melatih tim para bintang itu dengan pesonanya: teriakan apresiatif, senyum charming, komunikasi yang simpel, dan tantangan seru. Nggak ada kesan menekan. Apalagi menyeramkan.

“Begini, saya mempunyai kewajiban untuk membuat pemain yang saya latih paham dengan semua materi yang diberikan. Nah cara terbaik agar mereka bisa paham adalah dengan membuat mereka merasa nyaman. Jadi, saya harus interaktif,” kata pelatih personal legenda NBA Steve Nash itu.

Related Articles
DBL All-Star
Masih Beradaptasi, Skuat Putri Honda DBL All-Star Harus Berbagi Kemenangan

DBL All-Star
5 Hal Yang Bisa Kamu Dapetin Dengan Jadi DBL All-Star!

DBL All-Star
Hadiah Istimewa Menutup Perjalanan Honda DBL All-Star

Meet The Creator



Drian Bintang

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda