DBL All-Star

Masih Beradaptasi, Skuat Putri Honda DBL All-Star Harus Berbagi Kemenangan

Liputan Honda DBL Indonesia All-Star 2018 di Los Angeles, Amerika Serikat

Mainmain.id

Posted on February 24th 2019

Nggak ada latihan di agenda hari keempat tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018 di Amerika Serikat. Sebab, hari itu (23/2 waktu California) mereka harus menjalani tantangan yang berbeda. Yakni mengikuti turnamen nasional Dtermine Your Destiny.

Berlangsung di Get It Done Sports Arena di Corona, California, tim putra dan putri sama-sama meraih satu kemenangan dan satu kekalahan. Turnamen masih akan berlangsung sampai hari ini (24/2) waktu California.

Udara dingin di Corona, California sempat menjadi kekhawatiran tim Honda DBL Indonesia All-Star. Pagi itu, udara sempat menyentuh angka 4 derajat celcius. Ini adalah suhu terendah sepanjang perjalanan mereka di Amerika hingga kemarin (23/2).

Turnamen dibuka dengan pertandingan putri antara Honda DBL Indonesia All-Star melawan Team Dtermined Select. Bermain di dalam Pool A Grade D1 (8th Grade), tim putri All-Star benar-benar kesulitan untuk menemukan peak dalam permainan mereka.

Selain udara dingin yang memperlambat gerakan, perbedaan regulasi yang diterapkan dalam pertandingan juga membuat serangan mereka nggak efektif. Sejumlah bad call dari wasit harus diterima, yang jika menurut peraturan FIBA yang biasa digunakan, seharusnya call tersebut tidak perlu terjadi.

Di pertandingan pertama tersebut, skor akhir 20-38 menjadi milik lawan.

Coaching staff tim putri All-Star berpendapat bahwa kekalahan mereka dalam game pertama itu disebabkan faktor regulasi. Sejumlah strategi nggak bisa mulus dilakukan karena banyaknya bad call dari wasit dan juga lambatnya adaptasi pemain dengan regulasi.

Di pertandingan berikutnya, tim All-Star memperbaiki segala kekurangan mereka. Tubuh yang sudah lebih bisa beradaptasi dengan udara dingin memudahkan mereka. Berhadapan dengan tim WE-R1 yang memiliki materi pemain lebih komplit daripada tim sebelumnya, Faizzatus Shoimah dkk “mengaum”. Mereka menang 42-35.

Center mereka, Amelia Ryan Ayu (SMAN 8 Malang) tampil galak di bawah ring. Beberapa upaya lawan dalam mencetak angka dimentahkannya. Duet pelatih IGN Ngurah Teguh dan Yunita Sugianto pun mampu mencegah turnover, traveling, dan foul banyak dilakukan oleh tim asuhannya sebagaimana yang terjadi di game pertama di tempat yang sama. (*)

Related Articles
DBL All-Star
Tim Putra Honda DBL All-Star Belajar Banyak di Amerika Serikat

DBL All-Star
5 Hal Yang Bisa Kamu Dapetin Dengan Jadi DBL All-Star!

DBL All-Star
Latihan Dari Jordan Lawley Menutup Pelatihan Honda DBL All-Star di Amerika