Current Issues

Tidak Selamanya Menunda-Nunda Itu Buruk

Gabriel Wakkary

Posted on July 25th 2018

Syahdan, hiduplah seorang anak bernama Budi yang senang mendiamkan tugasnya beberapa hari. Ia cenderung memilih binge-watch Breaking Bad hingga tak terasa tinggal tiga hari lagi tugas itu harus dikumpulkan. Begitu juga ketika Budi harus merapikan kamarnya yang selalu tampak seperti TKP penjarahan. Bukannya bersegera, dia malah diam di pojokan sambil swipe-swipe menu makan buat di-delivery siang ini. Menurut pengakuan orang-orang terdekatnya, Budi adalah seorang procrastinator. Tapi menurut Budi, dirinya lebih dari itu. 

Bagi Budi, being a procrastinator is a very real-human thing. Bentuk coping mechanism yang terjadi saat kita berusaha beradaptasi dengan stres yang datang. Jika ada yang berpendapat ia sedang memanipulasi diri untuk menghindari pekerjaan yang tidak ia sukai, Budi tak peduli. Ia hanya merasakan apa yang Tim Pychyl katakan—ia seorang profesor dari Carleton University Ottawa, Kanada yang sudah mempelajari tentang procrastinating selama 19 tahun—dalam wawancaranya dengan Vox. Bahwa manusia dewasa pun tetap menyimpan jiwa anak 6 tahun di dalam dirinya. Yang sering bikin kita semua berkata, “I don’t want to, I don’t feel like it!” ke beberapa hal yang kita nggak suka secara emosional.

Nggak suka, bukan berarti nggak mau mengerjakan sama sekali. Seperti yang dikatakan Smithsonian Magazine, Budi hanya bersifat sebagai procrastination type 2 alias active procrastinator. Orang-orang seperti ini sebenarnya sudah punya rencana untuk mengerjakan. Hanya saja, sering dimulai dari mengerjakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan tujuan awal, dan baru terpacu ketika deadline di depan mata. Budi menolak kalau dirinya digolongkan ke dalam procrastination type 1 alias passive procrastinator. Karena tipe-tipe begini hanya punya angan-angan tanpa punya arah tujuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. 

Bukan tanpa alasan Budi kerap sengaja mengesampingkan tugasnya. Ia hanya ingin enjoying life at the fullest. Sehingga caranya, ya jelas dengan melakukan hal-hal yang ia sukai lebih dahulu. Ia tak mau memaksakan mood yang jelek untuk menyelesaikan tugas. Daripada hasilnya tidak memuaskan, lebih baik ia menunggu saat yang tepat untuk memulai. Sejalan dengan saran yang ia baca dari sebuah artikel di Huffington Post.

"If procrastinating is the only way to keep us sane, why don’t we do it?"

Selain itu, Budi juga pribadi yang memegang teguh prinsip: don't bite more than you could chew. Katanya, daripada ‘keselek’ karena ngoyo menyelesaikan tugas dalam sekali ‘hap’, mendingan mengerjakan hal-hal yang lebih ringan dulu. Seperti ngobrol dengan teman atau jalan-jalan. Lumayan buat menghimpun inspirasi dan menyegarkan pikiran. Apa lagi bagi seorang musisi (wannabe) seperti Budi. Sebagai manusia tempatnya segala ketidaksempurnaan, jangan habiskan waktu untuk menjadi perfeksionis, Bro and Sis. Alon-alon wae asal kelakon.

Di sisi lain, Budi sadar kalau self-defeating behavior pattern ini lebih banyak menciptakan lingkaran setan yang memacu adrenalin. Tapi menurutnya, selama kita tahu bagaimana mengendarai adrenaline rush itu, perasaan cemas, bersalah, dan stres akibat procrastinating justru bisa dihilangkan. Caranya? Dengan mengubahnya sebagai mindset untuk push your limit. Perut saja butuh tekanan buat bisa mengeluarkan ‘hajat’, apa lagi kepala yang harus mengeluarkan ide. Manfaatkan waktu yang tersisa untuk melatih mental, stress, plus anger management kalian. Soalnya, nggak bakal ada Super Saiyan kalau seorang Son-Goku nggak dapat tekanan.

Belajar dari pengalaman Budi, ternyata nggak selamanya procrastination itu buruk. Malah ternyata, if we didn’t procrastinate, perhaps we would never even realise our true potential. Leonardo Da Vinci saja butuh 16 tahun untuk menyelesaikan Mona Lisa yang mendunia. Begitu juga dengan Margaret Atwood, yang harus ngapa-ngapain dulu seharian sebelum duduk manis jam tiga sore untuk bisa fokus menyelesaikan The Handmaid’s Tale-nya.

Sulit fokus, bukan berarti tidak bisa sukses, kan?

editor: Hening Swastikaningrum

Related Articles
Current Issues
Ini 3 Cara Ampuh untuk Stop Menunda-nunda Pekerjaan

Current Issues
Kenapa sih Rindu Itu Berat?

Current Issues
Kacamata Berkabut saat Menggunakan Masker? Trik Ini Layak Dicoba