Entertainment

Berbagai Kejutan dan Perdebatan dalam Grammy Award Ke-61!

Nizar Fahmi

Posted on February 12th 2019

Malam penganugrahaan ajang musik paling bergengsi tahun ini, The 61st Annual Grammy Awards telah selesai diselenggarakan pada Senin pagi, (11/02), waktu Indonesia. Bertempat di Staples Center, Los Angeles, Grammy Awards kembali menyuguhkan banyak hal yang dianggap ‘nggak-biasa’ cuy. Bagi yang bertanya-tanya ‘ada apa sih sebenarnya?’ Tenang~ tim MainMain udah coba rangkum semuanya di bawah, yuk simak!

Pembawa Acara Wanita, Cuma Ada Lima

Source: HelloMagazine.com

Dalam Grammy 2019, Alicia Keys ditunjuk menjadi pembaca acara. Doi ternyata menjadi wanita kelima yang mendapatkan kesempatan langka tersebut. Pasalnya, hal ini membutuhkan waktu 14 tahun lamanya agar pemandu acara wanita kembali mendapatkan panggung Grammy. Sebelum Alicia, wanita yang pernah memandu ajang bergengsi ini ialah Whoopi Goldberg (1992), Ellen Degeneres (1996), Rosie O’Donell (1999-2000), serta Queen Latifah (2005).

Selain itu, opening act Grammy ke-61 kemarin juga dibuka oleh aksi artis-artis wanita papan atas. Nggak cuma Alicia, tapi Lady Gaga, Jennifer Lopez, Jada Pinkett Smith, dan mantan Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama turut hadir. Mereka menyampaikan apa saja pengaruh dan arti musik dalam hidup mereka. Tentu ini pun menjadi momen langka gengs, mengingat Grammy Awards lebih sering menampilkan artis-artis pria untuk membuka acara.

Isu Seksisme Hadir, Buat Panitia Berpikir

Source: Essence.com

Terkait hal di atas, ternyata selama perjalanan Grammy Awards, banyak pihak yang sudah berspekulasi bahwa panitia penyelenggara terlihat seperti membeda-bedakan antara hak artis wanita dan pria. Contohnya saja di Grammy tahun 2018 lalu, Alessia Cara menjadi satu-satunya artis wanita yang mendapatkan nominasi. Bahkan menurut data dari sebuah penelitian di University of California menyatakan bahwa dari total 889 orang yang meraih nominasi, hanya 9,3% di antaranya berasal dari kaum hawa. What’s the matter?

Dengan adanya kondisi tersebut, panitia penyelenggara Grammy Awards pun semakin mendapatkan dirinya berada dalam keadaan kritis. Ajang bergengsi ini sempat diragukan kredibiltasnya. Apalagi setelah CEO Outgoing Recording Academy (pihak utama penyelenggara Grammy), Neil Portnow, mengatakan bahwa artis wanita harus memperbaiki performa mereka. Namun, berbagai polemik yang muncul nampaknya membuat Neil jera. Di tahun 2019 ini ia memasukkan lebih banyak artis wanita sebagai peraih nominasi, sebut saja Ariana Grande, Dua Lipa, Cardi B, dan Lady Gaga yang bahkan membawa pulang tiga piala.

Artis Kulit Hitam, Tak Lagi Naik Pitam

Donald Glover a.k.a Childish Gambino seperti mendapat durian runtuh pada perhelatan Grammy 2019. Hal ini dikarenakan dirinya telah memborong empat piala nominasi yang terdiri dari kategori Record & Song of the Year, Best Rap/Sung Collaboration, dan Best Music Video/Film untuk lagu This is America. Ini adalah sejarah baru dalam perjalanan Grammy, sebab pertama kalinya ada artis berkulit hitam yang meraih nominasi lebih dari satu kategori.

Sebenarnya, merujuk pada Atlantic, Grammy juga sering kali dikritik terkait isu keragaman rasial. Salah satunya terlihat jelas ketika ajang Grammy ke-59 di tahun 2017 lalu. Adele yang memborong lima piala secara vokal menyatakan bahwa ia tak pantas mendapatkan salah satu nominasi yang diraihnya, yaitu Album of the Year. Bagi Adele, Beyonce ialah orang yang lebih berhak atas nominasi tersebut untuk albumnya yang berjudul Lemonade. Di tahun 2014, rapper Macklemore juga melakukan hal yang sama terhadap Kendrick Lamar atas nominasi Best Rap Album.

Karena Banyak Omong, Pidato Drake Dipotong

Source: Grammy.com

Ada yang menarik saat malam perhelatan Grammy Awards Ke-61 kemarin. Pelantun God’s Plan, Drake, menyuarakan isi hatinya yang menganggap bahwa meraih piala atas nominasi di Grammy tidaklah cukup membuat seorang musisi bangga. Seorang musisi patut berbangga dan merasa menang ketika banyak orang yang mau rela menghabiskan uangnya untuk datang ke konser yang digelar.

Bagi Drake, Grammy hanyalah sebatas kompetisi yang dibangun oleh opini belaka. Ajang ini tidak lebih dari agenda yang di-setting untuk meningkatkan sebuah rating. Sayang, saat hendak melanjutkan pidatonya, microphone yang digunakan oleh peraih Best Rap Song tersebut tiba-tiba mati. Siaran televisi CBS yang menayangkan Grammy pun mendadak dipotong untuk menampilkan iklan. Hmmm, apakah ini sebuah ketidaksengajaan, atau memang sudah direncanakan?

BTS Wakilkan Korea Selatan, Sejarah Berhasil Diciptakan  

Source: Grammy.com

Membuat sejarah sebagai perwakilan boyband asal Korea Selatan, Bangtan Boys atau yang lebih dikenal dengan BTS ikut hadir dalam Grammy 2019. BTS menjadi boyband K-Pop pertama yang datang ke Grammy dan membuktikan bahwa pasar mereka juga nggak kalah saing. Hal tersebut terbukti dari banyaknya fans yang histeris melihat mereka ada di panggung bergengsi itu.

Hebatnya lagi, album BTS yang berjudul Love Yourself: Tears masuk sebagai salah satu nominasi Best Recording Package. Walaupun nggak bawa pulang piala, BTS mengaku bangga dengan pencapaian yang didapat. “Ini melebihi mimpi,” ucap RM yang dilansir dari Dewimagazine.com. Selain itu, BTS juga berkesempatan untuk membacakan nominasi dan menyerahkan piala kepada pemenang dalam kategori Best R&B Album, yaitu H.E.R. What a great news, right?

Related Articles
Entertainment
Selain Ariana Grande, Deretan Artis Ini Pernah Pecahkan Rekor Billboard!

Entertainment
"Love Yourself" a la BTS di PBB

Entertainment
Hebohkan Penggemar, BTS Rilis Burn The Stage: The Movie

Meet The Creator



Hakiki Hijriawan

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI