Sport

Karena Slam Dunk, di-Follow Lebih Dari Seribu Akun Dalam Sehari

Anthoni dan Alvaro, Duo All-Star dari Papua, Tentang Basket di Sana (2)

Mainmain.id

Posted on February 4th 2019

Anthoni Aipassa, center Honda DBL Indonesia All-Star, melakukan atraksi slam dunk di akhir sesi latihan saat Honda DBL Camp.

 

Nama Alvaro Claudio Lamia barangkali lagi hangat-hangatnya dibicarakan di Jayapura. Pun begitu dengan Anthoni Aipassa di Merauke. Keduanya baru aja terpilih masuk ke dalam tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018. 

Wajar jika keadaannya demikian. Soalnya, selama sepuluh tahun tim Honda DBL Indonesia All-Star dibentuk oleh DBL Indonesia, baru beberapa student-athlete dari Papua yang berhasil menjadi skuatnya.

Student-athlete dari Papua terakhir yang masuk ke skuat para bintang itu, sebelum Alvaro dan Anthoni, hanya satu. Pada 2015 lalu. Yaitu Hendry “Hengky” Cornelius Lakay. Yang kini sudah menjadi atlet basket profesional.

Hal ini menarik banget untuk disimak. Karena faktanya, baru kali ini tim Honda DBL Indonesia All-Star punya dua anggota dari Papua. Dan faktanya lagi, Alvaro dan Anthoni baru dekat dengan bola basket saat mereka masih SMP. 

“Kemegahan” olahraga itu juga dirasakan mereka secara nggak sengaja. Adalah pertandingan antara SMAN 1 Jayapura vs SMA Jhon 23 Merauke yang menjadi penyebabnya. El Classico

Dua sekolah yang berada di dua sisi terujung Papua itu selalu dinanti. Entah sejak kapan gengsi itu ada. Terutama kala keduanya bentrok di liga Honda DBL.

Kepada mainmain.id, pada Januari lalu, Alvaro menceritakan pengalamannya.

Alvaro Claudio Lamia saat diumumkan sebagai tim Honda DBL Indonesia All-Star 2018.

Saat itu dia masih kelas 3 SMP. Ketika Honda DBL berlangsung tahun 2015 silam, dia diajak teman-temannya untuk nonton langsung ke GOR. Katanya, kalau pertandingan Honda DBL pasti seru. Mereka nggak boleh melewatkan momen itu. Berangkatlah mereka. 

Apa yang diucapkan teman-temannya ternyata benar. Di GOR Waringin, Kotaraja, Jayapura, dia betul-betul merasakan sensasi berbeda dari sebuah pertandingan basket. “Sa liat, pas masuk tuh, melihat ke atas (tribun), merinding sekali,” ujarnya.

Apalagi waktu SMAN 1 Jayapura dan SMA Jhon 23 Merauke tanding. Auranya jauh lebih dahsyat. Tiket pertandingan sudah habis dipesan beberapa hari sebelum pelaksanaan. Bisa dibayangkan?

Sejak itu, Alvaro memutuskan untuk banting setir. Dari sepak bola ke basket. Olahraga yang sudah ditekuninya sejak SD itu ditinggalkan. Dia kayak merasa sudah menemukan jalannya.

Berlatih dengan klub lokal menjadi kegiatan sehari-harinya. Untuk mengejar “ketertinggalan”. Maklum, dia merasa kalah start

Jadi, habis pulang sekolah, dia hampir selalu menyempatkan untuk latihan. Meski turnamen basket di sana hanya ada 3 dalam setahun. Dia juga tertantang untuk memaksimalkan postur badannya. Tinggi badannya 185 cm, fyi. Not bad at all.

Keputusan Alvaro kayaknya sih memang tepat. Juga ketekunannya. Karena setelah itu, dia bisa menjadi salah satu yang terbaik. Bukan hanya di sekolah ataupun kota Jayapura aja. Tapi hingga seantero bumi Cendrawasih.

Serupa tapi tak sama, Anthoni juga baru merasa jatuh cinta sama basket waktu dia kelas 3 SMP. Bedanya dengan Alvaro, Anthoni dulu lebih suka bermain futsal. Bedanya lagi, Honda DBL nggak ada di Merauke. Butuh waktu 1 jam perjalanan via jalur udara untuk sampai ke Jayapura. Nggak ada opsi perjalanan lain. Kecuali lewat jalur laut. Tapi itu butuh waktu lama banget.

Meski pemilik tinggi badan 198 cm itu nggak ingat persis bagaimana dia akhirnya main basket, tapi dari cara dia bercerita, kami tahu bahwa basket terlalu menarik untuk nggak dicoba olehnya.

Alvaro dan Anthoni sepakat, kalau basket tuh lebih seru. Karena banyak adegan “jatuh bangun” dalam permainannya. Bagi mereka, olahraga ini lebih macho. Lebih menantang. Lebih bikin ketagihan.

Kedua student-athlete ini mungkin beruntung banget. Karena memilih basket, mereka jadi bisa merasakan banyak hal yang nggak disangka-sangka.

Khusus yang berkaitan dengan DBL aja, keduanya bisa latihan di DBL Academy, sebuah fasilitas basket terbaik di Indonesia. Mereka pun sempat dilatih oleh pelatih kelas dunia dari Australia dan juga Amerika. Dan mereka bisa berlatih bersama-sama anak Indonesia lain yang punya semangat dan mimpi yang sama. 

Oh, satu lagi. Pastinya mereka bisa ke Amerika Serikat untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang berhubungan dengan basket. Yoi, langsung di negara kelahiran basket. Mantullll!

Kini keduanya lagi mendapat banyak sorotan. Terutama di media sosial. Alvaro, dengan malu-malu, mengaku followers-nya tumbuh meroket sejak dia terpilih menjadi first team Honda DBL untuk kedua kalinya. Akun Instagramnya, @alvaroclaudiolamia, pernah di-follow lebih dari seribu akun dalam semalam.

 “Apalagi waktu video sa slamdunk itu di-upload (di Instagram DBL). Wah banyak sekali (yang follow). Sa sampai bingung begitu,” katanya dia.

 

Related Articles
Sport
Lapangan Basket yang "Until Sunset Only"

DBL All-Star
Center Honda DBL Indonesia All-Star Anthoni Aipassa Dipuji Pelatih

DBL All-Star
Kata Tim Whatsapp untuk Srikandi All-Star: Mereka Banyak Kemajuan!

Meet The Creator



Fidya Citra

Quote Of The Day

NGEJAR DISKON DIBELA-BELAIN BEGADANG SAMPAI PAGI, GILIRAN NGEJAR SI DOI SAMPE DEPAN GANG UDAH PUTER BALIK LAGI

Co-Creation & Ideas

Mainmain.id is the pleasing online
work-play platform for creative youth community to make appealing content collaboratively.

Hit Us a Hello!

Kantorkuu Co-Working Space, Agro Plaza - Ground Floor, Jl HR Rasuna Said Kav X2-1, Jakarta Selatan 12950
hello@mainmain.id

Contact With Us

Copyright © 2018 MAINMAIN.ID. All Rights Reserved. Any commercial use or distribution without the express written consent of Mainmain is strictly prohibited.