Opinion

Kata Kak Nana: #MakanyaNgobrol Biar Nggak Salah Arah!

Program Najwa Shihab untuk Generasi Milenial di Tahun Pemilu

Mainmain.id

Posted on February 1st 2019

Foto: Dika Kawengian/DBL Indonesia

“Kesadaran politik dinilai dari kematangan emosi dalam mengartikulasikannya. Sehingga, tidak fanatisme buta. Peduli politik bukan berarti berpolitik. Tapi memiliki kesadaran penuh untuk melihat politik sebagai kebijakan publik.  Sehingga tidak hanya rentetan perselisihan atau pertikaian elit,” – Najwa Shihab.

2019 adalah tahunnya politik di Indonesia. Bukan tanpa alasan, Bulan April mendatang ribuan penduduk Indonesia akan menggunakan suaranya untuk masa depan bangsa untuk lima tahun kedepan. Terutama para milenial yang baru pertama kali mengikuti Pemilu. Jumlahnya pun tak sedikit. Lebih dari 5 juta pemilih pemula atau generasi milenial akan debut di kotak suara menurut data dari Kemendagri.

Bagi generasi milenial, memilih adalah hal yang tak semudah membalik tangan. Tak perlu kita jauh-jauh ke Pemilu. Mau pilih tempat kencan atau reuni saja banyak yang bingung, ragu, bahkan malu untuk berpendapat. Oleh karenanya, Najwa Shihab bersama Narasi.tv membuat sebuah kampanye, #MakanyaNgobrol yang ditujukan kepada pemilih muda agar berani berbicara tentang pilihan mereka.

“#MakanyaNgobrol itu tidak hanya ngobrol satu arah. Ngobrol itu juga mendengarkan pendapat orang lain. Inilah yang ingin kita encourage ke khalayak umum khususnya anak muda untuk saling mendengarkan dan saling terbuka dengan pandangan yang berbeda,” ujar kak Nana

Foto: Dika Kawengian/DBL Indonesia

Beberapa dari kalian tentu sering menghadapi perbedaan berpendapat. Keberagaman suara kerap kali membuat pertemanan hingga persaudaraan“terpecah” sesaat. Tak jarang juga banyak orang yang mulai menyekat dirinya bersama golongannya dan tidak mau mendengar sekitarnya.

Najwa dan Narasi.tv pun mulai membuat konten agar kalian para anak muda berani bersuara. Menurut Kak Nana pendekatan ke anak muda tidak semerta-merta seperti memaksakan mereka tentang sesuatu atau memberitahu mereka tentang sesuatu. Pendekatannya harus relevan tentang keseharian sehingga narasinya bisa mengena ke anak muda dengan konsep yang orisinil dan berbeda.

Salah satu contoh berani bersuara adalah berani berbeda pilihan dengan orang tua. Banyak pemilih muda yang sering galau karena apa yang mereka yakini tidak sama dengan orang tuanya. Tak jarang juga ada beberapa orang tua yang secara tak langsung memaksa anaknya untuk satu suara dalam memilih.

Kak Nana menjelaskan bahwa anak muda harus berani dalam berpihak dan menentukan keberpihakannya. Namun, semuanya harus benar. Dari mencari tahu, menganalisa, dan tidak melalui prasangka. Sehingga para pemilih muda memiliki kesadaran penuh dalam memilih.

“Hak memilih memang urusan pribadi. Tapi, tidak sesederhana itu. Tentu ada ikatan dari orang tua dan anak. Bukan hanya politik tapi dari kehidupan sehari-hari mulai dari pekerjaan hingga cita-cita. #MakanyaNgobrol dengan orang tua supaya bisa berkomunikasi dan berdiskusi dengan mereka,” tutup Kak Nana.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Related Articles
Entertainment
Beberapa Koleksi Sepatu 'Hype' Najwa Shihab yang Bikin Ngiler

Opinion
Sudah Siapkah Kamu Untuk Kuliah?

Opinion
Titik Jenuh Menggunakan Medsos

Meet The Creator



Delima Pangaribuan

Quote Of The Day

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda